INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------
Showing posts with label Asumsi. Show all posts
Showing posts with label Asumsi. Show all posts

Angkatan Laut AS Sok Tahu


Kisah ini adalah 'dugaan' transkrip percakapan radio antara kapal angkatan laut AS dan kontak maritim Kanada di lepas pantai Newfoundland pada Oktober 1995. Kisah ini, muncul dalam berbagai versi dan di berbagai kebangsaan, dan telah beredar luas melalui email maupun buku selama bertahun-tahun. Juga telah digunakan oleh banyak pembicara dan penulis untuk menggambarkan pelajaran yang berkaitan dengan negosiasi, membuat asumsi, dan tema-tema terkait. Sebenarnya kisah itu tidak benar, tetapi jadi kisah yang hebat. Jika sekedar menggunakan ini sebagai analogi dalam pengajaran, Anda mungkin akan dimaafkan karena tidak mengungkapkan kebenaran masalah.


Inilah kisahnya.

Orang Amerika: Silakan alihkan arah Anda 15 derajat ke utara untuk menghindari tabrakan.

Orang Kanada: Saya sarankan Anda mengalihkan jalur Anda 15 derajat ke arah Selatan untuk menghindari tabrakan.

Orang Amerika: Ini adalah kapten kapal angkatan laut AS; Saya perintahkan lagi alihkan arah Anda.

Orang Kanada: Tidak, saya katakan lagi, Anda yang mengalihkan arah ANDA.

Orang Amerika: INI ADALAH KAPAL INDUK USS LINCOLN, KAPAL TERBESAR KEDUA DI ARMADA ATLANTIK AMERIKA SERIKAT. KAMI DIDAMPINGI OLEH TIGA DESTROYER, TIGA CRUISER, DAN SEJUMLAH KAPAL PENGAWAL. SAYA PERINGATKAN ANDA UNTUK MENGUBAH ARAH ANDA 15 DERAJAT KE UTARA, YA  SATU LIMA DERAJAT KE UTARA, ATAU TINDAKAN PENCEGAH AKAN KAMI LAKUKAN UNTUK MEMASTIKAN KESELAMATAN KAPAL INI.

Orang Kanada: Kami adalah mercusuar.


(Kisah ini adalah pelajaran dalam membuat asumsi yang salah - terutama di mana hambatan disalahartikan sebagai barang yang bisa bergerak, padahal sebenarnya tidak. Untuk pelajaran serupa lihat kisah kontrol lalu lintas udara, yang luar biasa tentang asumsi.)


Biasanya Begitu

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Konon ini juga berdasarkan pada kejadian nyata. 

Seorang konsultan manajemen mutu sedang mengunjungi sebuah perusahaan manufaktur kecil dan agak kuno di Inggris, untuk memberikan saran bagi peningkatan efisiensi operasi secara umum.  Penasihat itu sedang meneliti laporan harian tertentu yang berurusan dengan aspek produktivitas, tingkat absensi, kegagalan mesin, down-time, dll.

Laporan yang sedang dibacanya itu berupa fotokopian untuk yang kesekian kalinya,  beberapa generasi dari master-asli, sehingga judul dan deskripsinya  cukup  sulit dimengerti. Pada fotokopian itu di sudut kanan atas, ada sebuah kotak kecil yang terdapat  tulisan tetapi tidak jelas sama sekali. Penasihat itu tertarik untuk mencatat angka '0 'telah ditulis dalam  setiap laporan harian selama setahun terakhir. 





Saat mempertanyakan hal itu kepada para staf yang menyelesaikan laporan itu, ia mengatakan bahwa mereka memang selalu menempatkan nol di dalam kotak itu. Dan, ketika ia bertanya mengapa begitu, mereka saling memandang kosong satu dengan lainnya.
"Hmmm .., saya tidak yakin tentang itu," kata mereka masing-masing, "Pastinya kita biasa melakukannya seperti itu."

Penasaran, konsultan tersebut memeriksa arsip untuk melihat apakah ia dapat menemukan bentuk yang lebih jelas, untuk menemukan apa yang awalnya dilaporkan dan apakah itu benar-benar  dibuat untuk maksud yang signifikan. Ketika ia menemukan laporan tua, ia melihat bahwa penempatan nol terus berlanjut tak terputus setidaknya tiga puluh tahun terakhir - namun tidak satupun dari laporan itu lebih jelas daripada yang saat ini digunakan. 

Sedikit frustrasi, ia mengemas kertas-kertas tua itu dan berbalik untuk  meninggalkan ruangan, tapi ada sesuatu menarik perhatiannya. Dalam  kotak lain ia melihat sebuah folder, yang memberikan harapan karena berjudul 'bentuk master’. 

Benar saja di dalamnya ia menemukan laporan harian asli bukan fotokopi, dalam kondisi murni. Di sudut kanan atas ada kotak misterius, dengan judul jelas .....  “Jumlah Serangan Udara Hari ini”.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Pasangan Tua 2

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Sepasang pasangan tua berjalan ke sebuah restoran cepat saji. Si Pria tua kecil berjalan ke meja pesan, memesan makanan, membayar, dan membawa nampan kembali ke meja tempat istrinya si wanita tua kecil itu duduk. Pada nampan terdapat 1hamburger, sekantong kecil kentang goreng dan 1 minuman. Hati-hati orang tua itu  memotong  hamburger  menjadi dua, kentang goreng dibagi menjadi dua tumpukan  rapi. Dia meneguk minumannya dan menyerahkannya kepada istrinya, yang mengambil seteguk dan mengembalikannya kembali. 



Seorang pemuda di meja di dekatnya menyaksikan pasangan tua itu dan merasa kasihan kepada mereka. Dia menawarkan untuk membelikan mereka makanan lain, tetapi orang tua itu dengan sopan menolak, mengatakan bahwa mereka sudah terbiasa berbagi segala sesuatu. Pria tua mulai makan makanannya, tapi istrinya duduk diam, tidak makan. 

Orang muda terus memperhatikan pasangan itu. Dia masih merasa harus menawarkan untuk membantu. Saat si pria tua kecil selesai makan, wanita tua itu masih belum memulai makanannya. "Bu, mengapa ibu tidak makan?" tanya pemuda itu penuh simpati.

Wanita tua itu menengadah dan berkata sopan, "Aku sedang menunggu giginya...”

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Pabrik Bir



Ini adalah kisah nyata: 

Sebuah tempat pembuatan bir tradisional yang sangat tua memutuskan untuk memasang lini pengalengan baru, sehingga memungkinkan produk bir untuk dipasarkan melalui sektor  pasar swalayan. Tentu ini merupakan perubahan besar bagi perusahaan kecil itu, dan para pejabat lokal dan mantan karyawan masa lalu diundang untuk menyaksikan jalannya proses perdana pengalengan baru, yang diikuti dengan makan dan minum.

Setelah lini proses baru diaktifkan dengan sukses dan acara formal selesai, para tamu bersantai dalam kelompok kecil untuk bercengkerama dan menikmati penganan. Di sebuah sudut yang tenang berdiri tiga pria membahas truk, transportasi dan distribusi. Mereka adalah seorang manajer distribusi, dan dua lainnya adalah pemegangpos terswebut di masa lalu, dan telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Ketiga orang mewakili tiga generasi manajemen perusahaan dalam bidang distribusi,  mencakup lebih dari enam puluh tahun.

Manajer distribusi yang masih aktif mengaku bahwa pekerjaannya menjadi semakin stres karena kebijakan perusahaan menuntut pengiriman jauh dilakukan pada Senin dan Selasa, pengiriman dekat pada hari Jumat, dan semua pengiriman lainnya pada pertengahan minggu.

"Sangat sulit untuk menjadwalkan secara efisien - entah apa yang akan kita lakukan dengan kaleng baru dan tuntutan ketat dari supermarket ..."

Dua laki-laki lainnya mengangguk setuju.

"Sama seperti di jaman saya," kata pendahulunya bersimpati kepada manajer yang sekarang, "Selalu terasa aneh bagi saya bahwa truk kembali awal pada hari Senin dan Selasa tapi tidak dapat digunakan untuk pengiriman lokal yang dekat, karena pengiriman lokal harus dibiarkan sampai hari  Jumat  .. "

Orang ketiga mengangguk, dan berpikir keras, berjuang untuk mengingat akar kebijakan itu dahulu ketika ia telah sebagai junior di bagian pengiriman. Setelah jeda, orang ketiga itu tersenyum dan kemudian berkata.

"Saya rasa saya ingat sekarang," katanya, "Itu karena kuda.... Selama Perang Dunia II dilakukan penjatahan bahan bakar. ..... Jadi kita menyimpan truk-truk dan kembali menggunakan kuda. Pada hari Senin kuda-kuda sudah beristirahat dengan baik setelah akhir pekan - maka dilakukan pengiriman jauh. Pada Jumat mereka lelah sehingga hanya bisa mengantar jarak pendek atau lokal saja ... "

Segera setelah pembukaan jalur pengalengan baru, perusahaan itu mengubah kebijakan pengirimannya.

Karyawan Baru

Berikut ini 2 cerita pendek yang memberikan contoh lucu dari berpikir lateral dan inisiatif, serta kurangnya pelatihan staf di tempat kerja. Akan lebih baik untuk melatih orang dengan benar daripada berasumsi bahwa karyawan yang baru memiliki inisiatif yang diperlukan untuk bekerja yang keluar dari diri sendiri tentang apa yang mereka harus lakukan ..



Kisah pengemudi baru bis


Ketika mengangkut beberapa pasien mental dari satu tempat aman ke tempat yang lain, sopir bus yang baru diangkat berhenti di pinggir jalan sebuah restoran untuk melepaskan hajat. Setelah kembali ke bus, ke semua dua puluh pasien sudah tidak ada. Sebagai orang yang banyak akal dan takut konsekuensi dari kelalaiannya, ia pergi ke halte bus berikutnya, di mana ia mengaku sebagai pengganti untuk layanan bis reguler. Membiarkan dua puluh orang naik, sopir langsung menuju tempat tujuannya, di mana ia memperingatkan staf di gerbang bahwa 'pasien' telah diperdaya dan sangat berbahaya. Tentu saja para 'pasien' yang normal itu menjadi marah tetapi karena dikira memang pasien sakit jiwa mereka langsung  dipindahkan,  dibius dan masukkan ke sel, dan tetap dalam kurungan selama tiga hari, sampai  staf  mampu  memeriksa  catatan dan mengkonfirmasi identitas mereka yang sebenarnya. Para pasien yang sebenarnya  tidak pernah ditemukan.


Kisah pembersih lift baru


Seorang karyawan hotel yang baru diminta untuk membersihkan lift dan melaporkan kembali kepada supervisor ketika tugas selesai. Ketika karyawan tidak muncul pada jam pulang kerja supervisor beranggapan bahwa seperti banyak orang lain dia hanya tidak menyukai pekerjaan itu dan pergi begitu saja. Namun, setelah empat hari supervisor berpapasan dengan karyawan baru itu. Dia sedang membersihkan di salah satu lift. "Kamu pasti belum selesai membersihkan lift ini selama empat hari, kan?" tanya pengawas, menuduh. "Ya Pak," kata karyawan, "Ini adalah pekerjaan besar dan saya belum selesai - Bapak tentu tahu ada lebih dari empat puluh jumlahnya, dua di setiap lantai, dan kadang-kadang mereka bahkan tidak disitu .."

Orang Asing



Di bandara setelah perjalanan bisnis yang melelahkan, penerbangan kembali seorang wanita tertunda pula. Wanita itu  pergi ke toko bandara, membeli buku, kopi dan sebuah paket kecil berisi lima biskuit gingernut (kue rasa jahe). Bandara itu penuh sesak dan ia menemukan sebuah kursi di ruang tunggu, di samping orang asing. Setelah membaca beberapa menit ia menjadi larut dalam bukunya. Sambil membaca itu, dia mengambil biskuit dari paket dan mulai minum kopinya. Yang sangat mengejutkan dia, orang asing di sampingnya itu dengan tenang mengambil salah satu biskuit dan memakannya. Tertegun, ia tidak sanggup mengatakan apa-apa, bahkan untuk melihat orang asing itu. 

Dengan gugup dia terus membaca. Setelah beberapa menit ia perlahan-lahan mengambil dan makan biskuit ketiga. Hebatnya, orang asing itu mengambil gingernut keempat dan memakannya, lalu kepada wanita yang takjub itu, si pria mengambil paket dan menawarinya biskuit terakhir. Karena merasa sudah keterlaluan dan tak bisa ditolerir lagi, wanita itu dengan marah mengambil barang miliknya, memandang orang asing tersebut dengan cemberut dan berjalan menuju pintu boarding, di mana penerbangannya sekarang sudah siap. Bingung dan marah, dia merogoh tasnya untuk mengambil tiket boarding, dan menemukan paket gingernuts yang belum dibukanya  ...

Nenek Baik Hati

Suatu sore hari, seorang nenek yang sedang membawa belanjaan berat, melihat dua bocah lelaki di depan tangga pintu sebuah rumah. Dengan tas di punggung mereka dan seragam sekolah, tampak jelas mereka sedang pulang sekolah. Kedua anak itu berjingkat mencoba meraih bel pintu dengan sebuah tongkat.

"Anak-anak yang malang, mereka tidak bisa masuk," pikir si nenek, "Orangtua jaman sekarang memang kurang perhatian."

Jadi, ia melangkah naik tangga menjuju pintu, lalu mengulurkan tangannya dan menekan bel dengan mantap dan lama.

Kedua anak lelaki itu terkejut, berbalik dan berteriak "Cepat, lari!" dan segera menghilang di balik tembok halaman.




Politikus dan Penterjemah



Seorang politikus kaya, terhormat, telah menikah dan mata keranjang, suatu ketika berkunjung ke luar negeri dan berkencan dengan wanita muda penterjemah. Tidak lama setelah ia pulang, ia menerima telpon di kantornya dari si wanita penterjemah yang memberitahukan bahwa dirinya hamil dan sang bayi dalam kandungannya benar-benar anaknya.


Sebagai orang yang sudah biasa menghadapi situasi seperti itu, si politikus memberi instruksi kepada wanita itu, "Saya akan atur hidup kamu dan si anak terjamin. Jangan kuatir soal uang. Saya akan membayar 10 kali lipat dari yang biasa dilakukan oleh orang Italia, tetapi ini harus dirahasiakan."

"Saya mengerti," kata si wanita, agak kecewa. Tetapi karena ia tahu reputasi lelaki itu, ia tidak terlalu terkejut dengan reaksinya, bahkan juga gembira tidak akan bertemu dan berbicara lagi dengannya.

Lelaki itu melanjutkan, "Jangan pernah menelpon saya lagi. Kirim saja sebuah kartu pos dengan pesan rahasia tentang tanggal lahir, kesehatan si bayi, dan jenis kelaminnya. Gunakan imajinasimu - kamu kan penterjemah,"

"Baiklah," kata si wanita, mengakhiri percakapan telpon itu.

Kurang dari sembilan bulan kemudian isteri si politikus (yang juga merangkap sebagai sekretarisnya) sedang membuka surat-surat yang masuk. Saat ia melihat sebuah kartu pos khusus, si politikus memperhatikan dan tiba-tiba menjadi sangat tertarik.

"Ini ada sebuah kartu pos ..." kata isterinya.

"Oh, ya," kata suaminya, "Apa isinya?"

"Hanya lelucon tolol, saya kira," kata si isteri, melanjutkan saat melihat wajah suaminya menjadi pucat, "Isinya: '12 Maret - Baru saja mendapat 2 mangkok besar spageti - semuanya dengan bakso..' "

Pabrik Biskuit



Ini kisah nyata yang dikirim oleh Shirley Moon.

Beberapa tahun yang lalu terjadi percakapan ini dalam sebuah acara televisi. Si pewawancara sedang menginteriew seorang pekerja wanita di bagian produksi sebuah pabrik biskuit.

Berikut petikan dialognya:

Pewawancara (P): Sudah berapa lama anda bekerja disini?

Wanita Pekerja (WP): Sejak saya keluar sekolah (kira-kira sudah 15 tahun).

P: Apa yang anda kerjakan?

WP: Saya mengambil biskuit dari conveyor belt (ban berjalan) dan memasukkannya ke dalam kotak kardus.

P: Apakah anda selalu melakukan hal itu terus?

WP : Ya.

P: Apakah anda menikmatinya?

WP: Oooh Ya, sangat! Semua orang bersikap baik dan bersahabat. Kami sering tertawa gembira.

P (tampak tak percaya): Benarkah? Apakah anda tidak merasa bosan?

WP: Oh tidak, kadang-kadang mereka mengganti biskuitnya...

P: ??????

Shirley Moon menambahkan beberapa pembelajaran dari kisah diatas sebagai berikut:
  • Jangan menyamakan kebutuhan anda dengan orang lain
  • Jangan berasumsi sesuatu yang memotivasi anda akan pula memotivasi oran lain
  • Ketahuilah bahwa sumber kebahagiaan orang per orang bisa sangat jauh berbeda


Sekamar Berdua



Seorang pebisnis kaya yang biasanya bepergian seorang diri suatu saat mendapati dirinya berada dalam sebuah kompartemen (kamar) kereta tidur bersama seorang wanita muda yang cantik, yang sama-sama menuju kota yang sama. Saat itu musim dingin dan alat pemanas ruangan tidak bekerja baik sehingga kompartemen itu terasa dingin.

Kedua orang itu bersiap untuk tidur.

"Dua orang asing, dalam sebuah kereta..." kata si pebisnis.

"Ya," jawab si wanita.

"Seorang pria dan seorang wanita - jauh dari rumah - mungkin tidak akan berjumpa lagi .." kata pria itu.

"Ya," jawab si wanita.

"Rasanya dingin, bukan?" kata si pria.

"Ya," jawab si wanita.

"Dapatkah anda memberiku selimut yang lain?" kata si pria, "... Atau mungkin kita bisa berpura-pura menjadi suami dan istri malam ini?.."

"Ya, maunya begitu," jawab si wanita, "Tapi, ambil dan pakai sendiri selimutmu!"



Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget