INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------
Showing posts with label Prinsip dan Nilai. Show all posts
Showing posts with label Prinsip dan Nilai. Show all posts

Boleh PINTAR Tapi INTEGRITAS Lebih Penting


Good To Read


DUA belas tahun silam, seorang wanita dari Asia (tak usah sebut nama negaranya) datang ke Prancis untuk  kuliah di salah satu universitas terkenal di Paris.
Dia memang cerdas, bahasa Prancis dan Inggris-nya juga sangat baik sehingga lulus seleksi.

Sejak mulai kuliah di hari pertama, dia perhatikan bahwa sistem transportasi di Paris menggunakan sistem otomatis.
Artinya, Anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin.
📆🗳💸

Setiap perhentian kendaraan umum, memakai cara self-service dan jarang sekali diperiksa petugas.
Bahkan pemeriksaan insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada, bukan karena manajemennya buruk tapi unsur trust dan tertib sosial di sistem transportasi Kota Paris memang sudah baik.

Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan sistem ini, dan dengan kelihaiannya itu dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia sudah memperhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket, sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket.
🚅🚨🚌

Ia justru menganggapnya sebagai salah satu cara penghematan sebagai mahasiswa miskin yang dengan cara apapun kalau bisa irit, ya diirit.
Dia bahkan merasa bangga karena dianggapnya itu sebagai 'kehebatan' yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

Empat tahun berlalu, perempuan muda itu pun tamat cum laude dari fakultas favorit dan universitas ternama di Paris dengan angka indeks prestasi kumulatif (IPK) yang sangat bagus.
Hal itu membuat dirinya penuh percaya diri.
🎓😫💩

Setelah wisuda, gadis itu pun mulai mengajukan aplikasi surat lamaran kerja ke beberapa perusahan ternama di Paris.
Pada mulanya, semua perusahan yang dikirimi surat lamaran via email merespon dengan karena IPK-nya yang tinggi dan lulusan universitas top di Paris.

Tapi beberapa hari kemudian, semuanya menolaknya dengan berbagai alasan.
Hal ini terus terjadi berulang kali sampai akhirnya membuatnya merasa jengkel dan marah.
👒😡👊🏽

Dia bahkan sampai menuding perusahaan-perusahaan itu rasis karena tidak mau menerima warga negara asing meski lulus cum laude dari universitas ternama di Paris.
Akhirnya, pada suatu hari karena penasaran bercampur dongkol ia memutuskan untuk mengadukannya ke Departemen Tenaga Kerja Prancis di Paris.

Dia ingin melapor sekaligus ingin tahu kenapa perusahaan-perusahaan tersebut menolaknya.
Tapi, ketika bertemu dengan salah satu manager di kantor Depnaker Paris tersebut, ia mendapat penjelasan yang ia dapat di luar perkiraannya.
Berikut adalah dialog mereka.
📝🎙📀

Manager: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan Anda.
Pada saat anda mengajukan aplikasi pekerjaan di perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan pencapaian Anda.
Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya adalah golongan pekerja yang kami cari-cari."

Nona: Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan tersebut tidak menerima saya bekerja?

Manager: Jadi begini, setelah kami periksa di database, kami menemukan data bahwa Nona pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.

Nona (kaget): Ya, saya mengakuinya. Tapi, apakah karena perkara kecil tersebut semua perusahaan boleh menolak saya?

Manager: Perkara kecil? Kami tidak menganggap itu perkara kecil, Nona.
Kami lihat di database, Anda pertama kali melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini.
Saat itu petugas percaya dengan penjelasan yang Anda bahwa Anda masih belum mengerti sistem transportasi umum di sini. Itu sebabnya kesalahan tersebut diampuni. Namun Anda tertangkap dua kali lagi setelah itu.

Nona: Ohh, waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.

Manager: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda.
Jangan anggap kami bodoh. Kami yakin Anda telah melakukannya ratusan kali sebelum tertangkap.

Nona: Well, baiklah. Tapi, itu kan bukan kesalahan mematikan? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya perbaiki dan berubah kan masih bisa?

Manager: Maaf, kami tidak menganggap demikian, Nona.
Perbuatan Anda membuktikan dua hal:
Pertama, Anda tidak mau mengikuti peraturan yang ada. Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkannya untuk diri sendiri.
Kedua, Anda tidak bisa dipercaya !

Nona, banyak pekerjaan di berbagai perusahaan di negara Prancis ini bergantung pada kepercayaan atau trust.
Jika Anda diberikan tanggungjawab atas tugas di sebuah wilayah, maka Anda akan diberikan kuasa yang besar.
Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu.
Hampir semua perusahan besar di Prancis ini mirip dengan sistem transportasi di negeri ini.
Oleh sebab itu, kami tidak bisa menerima Anda, Nona.
Dan saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak akan ada perusahan yang mau menggunakan jasa Anda.
⛔🚮🍂

Pada saat itu, wanita ini seperti tertampar dan terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal.
Tapi, penyesalan selalu datang terlambat ketika nasi sudah jadi bubur atau peristiwa buruk telah terjadi.

Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya bergetar dan sangat menyesal.
Ia akhirnya terdiam seribu bahasa tidak bisa berkata apapun.
🧐🙇🏽‍♀📵

Sahabatku,
Ada pesan moral yang sangat berharga yang bisa kita petik dari kisah nyata mahasiswi pintar tersebut.
Moral dan etika itu amat sangat penting, bahkan ditempatkan di atas kepintaran, kecerdasan atau kegeniusan.

Dalam kehidupan sosial, moral dan etika seseorang bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran intelektual.
Tetapi IQ atau kepintaran, bagaimanapun tingginya, tidak akan bisa menolong etika moral dan integritas yang buruk.
🗒⚖✍🏽

Samuel Johnson (1709-1784), sastrawan Inggris mengatakan:
Knowledge without integrity is dangerous and dreadful.
(Pengetahuan tanpa integritas pasti berbahaya dan mengerikan).

Clive S Lewis (1898-1963), profesor di Universitas Oxford dan penulis novel terkenal Inggris
mengatakan:
Integritas adalah melakukan hal yang benar, ketika tidak ada yang melihat. Integritas dan kejujuran adalah kekayaan paling jarang dimiliki manusia.

Apa Itu IKIGAI ?


Jadi apa itu ikigai?
Konsep ikigai dimulai dari sebuah cerita pendek di Jepang tentang wanita yang sedang sekarat.  

Di sebuah desa kecil di luar Osaka, seorang wanita sedang koma, sekarat. Tiba-tiba dia merasa bahwa dia dibawa ke surga dan berdiri di depan suara nenek moyangnya.

"Siapa kamu?" Suara itu berkata padanya.

"Saya adalah istri walikota," jawabnya.
"Saya tidak bertanya  istri siapa Anda kecuali siapa Anda."
"Saya adalah ibu dari empat anak."
"Saya tidak bertanya ibu siapa Anda, tapi siapa Anda."
"Saya adalah seorang guru sekolah."
" Saya tidak bertanya apa profesi Anda tapi siapa Anda. "

Dan begitulah yang terjadi. Tidak peduli apa yang dia jawab, dia sepertinya tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan itu, "siapa kamu?"

"Saya adalah Shinto."
"Saya tidak bertanya apa agama Anda tapi siapa Anda."
"Akulah yang bangun setiap hari untuk merawat keluarga saya, dan merawat dan membimbing pikiran anak-anak muda di sekolah saya. "



Dengan jawaban yang terakhir itu dia lulus ujian dan dikirim kembali ke Bumi. Keesokan paginya dia terbangun saat matahari terbit, dan merasakan makna dan tujuan yang dalam. Dia menyiapkan makan siang anak-anaknya, dan merencanakan pelajaran yang menyenangkan bagi murid-muridnya hari itu. Wanita itu telah menemukan ikigai-nya. 

Ikigai merupakan kombinasi dari kata ikiru yang berarti "untuk hidup", dan kai yang bermakna "realisasi harapan seseorang". Jika digabungkan, kedua kata itu membentuk konsep "alasan untuk hidup" atau "memiliki tujuan dalam hidup". 


Banyak orang menjadikan ikigai sebagai cara untuk hidup lebih baik dan berumur panjang.

Google menerjemahkan dan mendefinisikannya sebagai "garam kehidupan."





Tentang REVOLUSI MENTAL

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Seiring dengan kemenangan Bapak Joko Widdodo dan Yusuf Kalla dalam pilpres 9 Juli 2014, maka tampaknya kita akan memasuki era perubahan yang siknifikan (semoga) melalui kosep REVOLUSI MENTAL yang dicanangkan oleh Presiden Baru periode 2014-2019 itu. Perubahan yang siknifikan tersebut sebaiknya kita sikapi dengan kesiapan untuk berubah dari kita masing-masing agar tidak menjadi korban perubahan.

Tapi, apa sih sebenarnya Revolusi Mental itu?


Yep, Revolusi Mental teridiri atas 2 kata yakni Revolusi dan Mental. 


Revolusi (dari bahasa latin revolutio, yang berarti "berputar arah") adalah perubahan fundamental (mendasar) dalam struktur kekuatan atau organisasi yang terjadi dalam periode waktu yang relatif singkat. Kata kuncinya adalah Perubahan dalam Waktu Singkat.

Aristoteles menggambarkan pada dasarnya ada 2 jenis revolusi yakni:


  1. Perubahan sepenuhnya dari satu aturan ke yang lainnya
  2. Modifikasi terhadap aturan yang ada.
Revolusi telah banyak terjadi dalam sejarah umat manusia dan bervariasi dalam berbagai metoda, durasi, dan ideologi motivasi. Hasilnya telah terjadi perubahan besar dalam budaya, ekonomi, dan institusi sosio-politik.

Sedangkan Mental atau tepatnya Mentalitas adalah cara berpikir atau kemampuan untuk berpikir, belajar dan merespons terhadap suatu situasi atau kondisi. Contohnya, jika seseorang mengatakan anda mempunyai mentalitas anak TK, maka itu sih oke-oke saja kalau anda memang murid TK, tetapi jika anda anak SMA itu berarti anda dianggap tidak dewasa (sematang semestinya anak SMA). Tidak lucu kan, anak SMA bermental anak TK...??


Jelas bahwa kata asal mentalitas adalah mental, yang berarti 'pikiran'

Bagaimana pikiran anda bekerja itulah mentalitas anda, yaitu cara anda berpikir tentang sesuatu. Cara berpikir (mentalitas) dibentuk dari pengalaman, hasil belajar, atau pengaruh lingkungan. Contohnya, anda mungkin memiliki mentalitas kompetitif (berebutan) kalau ada makanan, karena di keluarga anda, saat makan anda semeja dan harus berbagi dengan 9 saudara. 

Jadi, Revolusi Mental dapat diartikan dengan perubahan yang relatif cepat dalam cara berpikir kita dalam merespon, bertindak dan bekerja.


Memangnya kenapa harus dirubah? Apa ada yang salah?

Banyak...., bahkan banyak sekali!

Kita sekarang telah hidup di Era Informasi yang membuat globalisasi dunia dengan pradigmanya sendiri, sementara kita masih banyak... bahkan banyak sekali terperangkap dalam paradigma atau pola pikir lama, Era Industrial maupun era agrikultural, yang sudah jauh tertingal dan banyak bertolak belakang dengan era informasi yang meng-global itu.


Apa saja sikap mental, paradigma atau cara berpikir yang sudah usang itu dan harus dirubah dalam waktu relatif singkat dan bagaimana merubahnya, silakan anda baca "Panduan Revolusi Mental" disini.



.
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Tante Karen

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Seorang guru mengatakan kepada murid-muridnya untuk menanyakan kepada orang tua mereka sebuah cerita keluarga dengan pesan moral pada akhir cerita, dan kembali keesokan harinya untuk menceritakan kisah mereka.
Di dalam kelas pada hari berikutnya, Joe memberikan contoh yang pertama, "Ayah saya adalah seorang petani dan kami memiliki ayam. Suatu hari kami mengambil banyak telur untuk dijual ke pasar. Kami meletakkan semua telur dalam keranjang di kursi depan truk ketika kami menghantam sebuah lobang besar di jalan. Keranjang jatuh dari kursi dan semua telur pecah. Pesan moral dari cerita ini adalah jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang .. ".

"Bagus," kata guru.

Selanjutnya, Maria bercerita, "Kami adalah petani juga. Kami memiliki dua puluh telur yang menunggu untuk menetas. Tetapi ketika saatnya tiba hanya sepuluh anak ayam yang menetas.. Moral dari cerita ini adalah tidak menghitung ayam Anda sebelum mereka menetas .."






"Bagus," kata gurunya lagi, sangat senang dengan respons sejauh ini.

Berikutnya giliran Barney untuk menceritakan kisahnya: "Ayah saya mengatakan kepada saya cerita tentang Bibi Karen .... Bibi Karen adalah seorang insinyur penerbangan di masa perang dan  pesawatnya jatuh tertembak.  Dia harus menyelamatkan diri di atas wilayah musuh dan  ia hanya memiliki sebotol wiski, senapan mesin dan parang. "

"Teruskan," kata si guru, tertarik.

"Bibi Karen minum wiski dalam perjalanan turun dengan parasut untuk mempersiapkan dirinya, kemudian ia mendarat tepat di tengah-tengah ratusan tentara musuh. Dia membunuh tujuh puluh orang dengan  senapan mesin sampai dia kehabisan peluru. Kemudian dia membunuh dua puluh lebih dengan.. parang sampai mata parangnya  patah. Dan kemudian dia membunuh sepuluh orang terakhir dengan  tangan  telanjang.. "

"Ya Tuhan," kata guru ngeri: "Apakah ayahmu mengatakan pesan moral dari cerita menakutkan ini?"

"Ada”.
“Apakah pesannya itu?”
“Jauhi Bibi Karen ketika dia sudah minum ..."



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Kamera Pemantau Kecepatan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Kisah ini diduga benar, dan konon dibocorkan oleh Departemen Transportasi Australia. Kisah ini menyangkut  empat pemuda Australia dan mobil kamera pemantau kecepatan polisi. Tiga dari empat pemuda tersebut  terlibat  dalam percakapan dengan operator kamera pemantau kecepatan tentang peralatan  kamera, dan jumlah mobil yang  tertangkap, dll, sementara pemuda keempat diam-diam membuka plat nomor mobil polisi dimana kamera itu bertengger.





Sambil melambaikan tangan perpisahan kepada polisi, para pemuda itu kembali ke rumah, memasang plat nomor polisi ke mobil mereka sendiri dan melakukan 17 kali ngebut di depan radar kamera pemantau kecepatan yang ada di mobil yang plat nomornya mereka ambil itu. Akibatnya, Departemen Lalu Lintas kemudian mengeluarkan 17 tiket denda ngebut kepada dirinya sendiri.

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Cara Memasak Ikan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Seorang gadis kecil sedang memperhatikan ibunya menyiapkan ikan untuk makan malam. Ibunya memotong kepala dan ekor ikan itu dan kemudian menempatkannya ke dalam loyang. 

Si gadis kecil bertanya kepada ibunya mengapa dia memotong kepala dan ekor ikan itu. Ibunya berpikir sejenak dan kemudian berkata, "Aku  selalu melakukannya seperti itu - itulah yang dilakukan nenek kalau memasak ikan."

Tidak puas dengan jawaban ibunya, gadis kecil itu pergi mengunjungi  neneknya untuk mencari tahu mengapa dia memotong kepala dan ekor ikan sebelum memanggangnya.

Nenek berpikir sebentar dan menjawab, "Saya juga tidak tahu. Ibuku juga selalu melakukannya seperti itu.."




Jadi gadis kecil itu pergi mengunjungi nenek buyutnya untuk bertanya apakah dia tahu jawabannya.

Nenek buyut berpikir sejenak dan berkata, "Karena loyang saya terlalu  kecil dan tidak muat untuk ikan yang utuh. Jadi saya potong saja kepala dan ekornya".


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan



Baca juga kisah di Pabrik Bir

Pabrik Bir



Ini adalah kisah nyata: 

Sebuah tempat pembuatan bir tradisional yang sangat tua memutuskan untuk memasang lini pengalengan baru, sehingga memungkinkan produk bir untuk dipasarkan melalui sektor  pasar swalayan. Tentu ini merupakan perubahan besar bagi perusahaan kecil itu, dan para pejabat lokal dan mantan karyawan masa lalu diundang untuk menyaksikan jalannya proses perdana pengalengan baru, yang diikuti dengan makan dan minum.

Setelah lini proses baru diaktifkan dengan sukses dan acara formal selesai, para tamu bersantai dalam kelompok kecil untuk bercengkerama dan menikmati penganan. Di sebuah sudut yang tenang berdiri tiga pria membahas truk, transportasi dan distribusi. Mereka adalah seorang manajer distribusi, dan dua lainnya adalah pemegangpos terswebut di masa lalu, dan telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Ketiga orang mewakili tiga generasi manajemen perusahaan dalam bidang distribusi,  mencakup lebih dari enam puluh tahun.

Manajer distribusi yang masih aktif mengaku bahwa pekerjaannya menjadi semakin stres karena kebijakan perusahaan menuntut pengiriman jauh dilakukan pada Senin dan Selasa, pengiriman dekat pada hari Jumat, dan semua pengiriman lainnya pada pertengahan minggu.

"Sangat sulit untuk menjadwalkan secara efisien - entah apa yang akan kita lakukan dengan kaleng baru dan tuntutan ketat dari supermarket ..."

Dua laki-laki lainnya mengangguk setuju.

"Sama seperti di jaman saya," kata pendahulunya bersimpati kepada manajer yang sekarang, "Selalu terasa aneh bagi saya bahwa truk kembali awal pada hari Senin dan Selasa tapi tidak dapat digunakan untuk pengiriman lokal yang dekat, karena pengiriman lokal harus dibiarkan sampai hari  Jumat  .. "

Orang ketiga mengangguk, dan berpikir keras, berjuang untuk mengingat akar kebijakan itu dahulu ketika ia telah sebagai junior di bagian pengiriman. Setelah jeda, orang ketiga itu tersenyum dan kemudian berkata.

"Saya rasa saya ingat sekarang," katanya, "Itu karena kuda.... Selama Perang Dunia II dilakukan penjatahan bahan bakar. ..... Jadi kita menyimpan truk-truk dan kembali menggunakan kuda. Pada hari Senin kuda-kuda sudah beristirahat dengan baik setelah akhir pekan - maka dilakukan pengiriman jauh. Pada Jumat mereka lelah sehingga hanya bisa mengantar jarak pendek atau lokal saja ... "

Segera setelah pembukaan jalur pengalengan baru, perusahaan itu mengubah kebijakan pengirimannya.

Pegolf Buta



PeringatanCerita ini mengandung bahasa dan berpotensi  'stereotip ofensif' terhadap orang tunanetra yang bagi penonton tertentu mungkin tidak dapat diterima. Pada saat yang sama, pesan utama dan tujuan dari cerita ini adalah untuk menyoroti kecenderungan dari beberapa orang  yang kurang atau tidak menghargai kemalangan atau cacat orang lain, dan dalam konteks ini cerita ini memiliki nilai jika digunakan dengan hati-hati. Bagaimanapun juga agar anda berhati-hati  menggunakan cerita ini. Ubahlah bahasanya dengan tepat di mana diperlukan, dan jika ragu-ragu sebaiknya tidak menggunakan cerita ini sama sekali.

Suatu hari seorang pendeta, dokter dan konsultan bisnis bermain golf bersama dan  saat itu mereka sedang menunggu kelompok yang di depannya yang sangat lambat. 

Si Konsultan bisnis berseru, "Apa-apaan orang-orang ini? Kami sudah menunggu lebih dari setengah jam! Ini sungguh memalukan." 

Si Dokter setuju, "Mereka tak punya harapan, saya belum pernah melihat rakyat jelata seperti ini di lapangan golf."  

Sang Pendeta melihat perawat lapangan lalu mendekatinya dan bertanya, "Apa yang terjadi dengan kelompok yang di depan kita? Mereka terlalu lambat dan tidak ada gunanya bermain, bukan?" 

Perawat lapangan itu menjawab, "Oh, ya, itu sekelompok pemadam kebakaran buta (tunanetra).  Mereka kehilangan penglihatan mereka saat menyelamatkan klub ini dari api tahun lalu. Jadi kami selalu membiarkan mereka bermain secara gratis kapan saja." 

Ketiga pegolf terdiam sejenak. 
Lalu Pendeta itu berkata, "Oh, itu sangat menyedihkan, aku akan berdoa khusus untuk mereka malam ini.." 

Dokter itu juga menambahkan dengan lebih santun, "Itu suatu pemikiran yang baik, saya akan menghubungi seorang teman ahli bedah mata untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk mereka.." 

Setelah merenungkan situasi selama beberapa detik, si konsultan bisnis berpaling kepada perawat lapangan dan bertanya, "Mengapa mereka tidak bisa bermain di malam hari?"

(Nama profesi konsultan bisnis dapat diganti  sesuai dengan tujuan dari cerita,  misalnya: penasehat pemerintah, kapital ventura, insinyur, manajer proyek, akuntan, direktur keuangan, manajer mutu, dll)

Dewa Merkuri dan Penebang Kayu

Sumber & Artikel Top



My Social Blogs
Seorang penebang kayu kehilangan kapaknya yang jatuh ke sungai memantul dari pohon ketika dia menebang. Saat dia sedang meratap atas kehilangannya itu muncullah Dewa Merkuri, dan saat mendengar ceritanya itu Dewa Merkuri langsung terjun ke sungai, dan kemudian muncul dengan membawa sebuah kapak emas.
"Itu bukan milik saya," kata penebang, sehingga Merkuri kembali ke sungai, dan kali ini kembali kali ini dengan sebuah kapak perak.
"Itu bukan milik saya," kata penebang lagi, dan sekali lagi Mercury kembali ke sungai. Kini dewa itu kembali dengan membawa kapak penebang itu sendiri, dan penebang itu menerima kapaknya itu.

Merkuri sangat menghargai orang itu atas kejujurannya dan memberinya kapak emas dan perak juga. Penebang itu pulang dan bercerta tentang pertemuannya dengan dewa Merkuri di tepi sungai itu.

Setelah mendengar cerita penebang, seorang teman dengan rasa iri bertekad melakukan seperti kawannya yang beruntung itu, ia mendatangi tempat yang sama dan sengaja kehilangan kapaknya di sungai. Sama seperti sebelumnya, Merkuri muncul dan menyelam untuk mengembalikan kapak yang hilang.

Ketika Merkuri kembali dengan membawa kapak emas, orang itu mengulurkan tangannya dan dengan rakus berkata, "Itu milikku." Merkuri, tidak senang dengan ketidakjujuran pria itu, ia tetap memegang kapak emas dan menolak memberikannya. Dewa baik itu segera menghilang dan membiarkan pria rakus itu kehilangan kapaknya yang asli.

Kunjungi My Site n Blog untuk mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan berguna lainnya


Tembak di Pagi Buta




Pada bulan Desember 1916 lebih dari 17.000 tentara Inggris secara resmi dinyatakan menderita nervous atau mental disability atau sekarang lebih dienal dengan sebutan shell-shock atau post-traumatic stress disorder, meski begitu otoritas militer Inggris terus menuntut dan mendakwa para penderitanya sebagai "pengecut" dan "desersi" , sehingga mereka dihukum mati dihadapan regu tembak jika terbukti "bersalah".

Pada tanggal 16 Agustus 2006 pemerintahInggris mengumumkan bahwa pemerintah akan memaafkan 308 tentara Inggris yang telah dihukum tembak karena dituduh sebagai 'pengecut' dan 'desersi' selama Perang Dunia Pertama tahun 1914-18. Keputusan itu diratifikasi oleh Parlemen pada 7 November 2006, dan menandakan arah balik sikap pemerintah yang selama ini selalu menyangkal segala bukti dan justfikasi demi memaafkan para korban.

Pembalikan ini mengikuti dan karena lobi maupun kampanye yang gigih selama bertahun-tahun oleh berbagai organisasi dan individu, banyak diantaranya para keluarga dan keturunan korban. Tidak mudah membayangkan enderitaan mereka, terutama bagi para janda dan orang tua selama ini, karena keputusan ini begitu sangat terlambat datangnya.
Ada 2 perkara yang perlu ditekankan : pertama, bahwa orang-orang yang duduk dalam kekuasaan bertanggung jawab dalam hal integritas. Kedua, bahwa mereka itu telah gagal bertindak secara integritas, meskipun akirnya kegigihan dan determinasi yang lama dari orang-orang biasa telah memaksa mereka ber-integritas.

Here is more background about the Shot At Dawn campaign, and the history of this particularly shameful example of British institutional behaviour.

Peristiwa ini memberi pembelajaran bagi kita tentang berbuat benar (doing the right thing), dan mempertanggungjawabkan bagi yang tidak.


Catatan: Banyak orang yang tidak setuju dengan intrepertasi ini, karena bisa menjadi subyek perdebatan yang menarik, terutama dalam mentransfer isu dan prinsip-prinsip ke tantangan organisasi masa kini dan dunia yang sudah memasuki era informasi. Bagaimana dengan anda?

Dokter dan Pencuri


-->

Kisah berikut ini bukanlah contoh perilaku yang baik, tetapi hanya ingin memberikan ilustrasi keadaan dimana bila kita tak bisa merubahnya, kenapa tidak sekalian mendorongnya agar bisa total dan memberikan hasil yang optimal.

Begini kisahnya:

Seorang pasien mengunjungi dokternya dan berkata, "Dok, saya kok selalu terdorong untuk mencuri padahal saya tahu itu perbuatan yang tidak baik."

Sang dokter lalu memberina tablet dan resepnya lalu berkata, "Jika dalam dua minggu ini anda tidak sembuh, bisakah anda membawakan saya sebuah tv layar lebar?"

Keputusan seperti ini memang biasanya memiliki dua sisi nilai, kesulitan melakukan perubahan dan implikasi pada etika. Pilihan ini tentu sulit, dan karenanya banyak yang terus berusaha melakukan perubahan jika prinsip yang dianut cukup kuat.

Jika anda mempunyai contoh lain silakan berbagi dengan kami disini.

-->

Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget