INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------
Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts
Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts

Proses Pengambilan Keputusan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Berikut adalah langkah-langkahutama dalam proses Pengambilan Keputusan:
  1. Mendefinisikan dan memperjelas masalah - apakah tindakan benar? Jika demikian, apakah sekarang? Apakah masalah ini mendesak, penting atau keduanya. Lihat Prinsip Pareto. 
  2. Kumpulkan semua fakta dan memahami penyebabnya. 
  3. Pikirkan tentang opsi dan solusi secara brainstorming (Lihat proses brainstorming) 
  4. Mempertimbangkan dan membandingkan 'pro dan kontra' dari setiap pilihan - berkonsultasi orang lain jika diperlukan  - dan untuk keputusan yang kompleks dan lebih besar di mana ada beberapa pilihan, buatlah template yang memungkinkan untuk mengukur faktor-faktor strategis yang berbeda (lihat SWOT, PEST, Porter) .  
  5. Pilih opsi terbaik - hindari ketidakjelasan dan kompromi dalam berusaha untuk menyenangkan semua orang. 
  6. Menjelaskan keputusan Anda untuk mereka yang terlibat dan terpengaruh, dan tindak-lanjuti untuk memastikan implementasi yang tepat dan efektif.

Beberapa slogan pengambilan keputusan yang bisa membantu untuk memperkuat proses pengambilan keputusan baik yang berhubungan dengan pemecahan masalah atau tidak, misalnya:

"Kita tahu apa yang terjadi pada orang-orang yang tinggal di tengah jalan. Mereka bisa mati." (Aneurin Bevan)

"Dalam setiap saat pengambilan keputusan hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah hal yang benar, hal terbaik berikutnya adalah hal yang salah, dan hal terburuk yang dapat Anda lakukan adalah tidak berbuat apa-apa." ( Theodore Roosevelt  )

Sering ada lebih dari satu jawaban yang baik ketika Anda dihadapkan dengan keputusan yang kompleks. Ketika Anda telah menemukan solusi yang terbaik maka  Anda jadi lebih mudah mendapatkan dan melibatkan orang lain dalam mengeksekusinya.



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Problem Solving and Decision Making) merupakan keterampilan penting untuk bisnis dan kehidupan. Pemecahan masalah sering melibatkan pengambilan keputusan, dan pengambilan keputusan sangat penting bagi manajemen dan kepemimpinan.

Ada proses dan teknik untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan kualitas keputusan. Pengambilan keputusan lebih alami bagi orang-orang tertentu, sehingga orang-orang ini bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas keputusan mereka. Dilain pihak, orang yang kurang alami dalam pengambil keputusan seringkali mampu membuat kajian yang berkualitas, tapi kemudian kurang tegas dalam mengambil tidakan atas kajian yang dibuat tersebut.

Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan saling terkait erat, dan masing-masing membutuhkan kreativitas dalam mengidentifikasi dan mengembangkan pilihan-pilihan, sehingga sangat diperlukan teknik brainstorming. Lihat juga contoh template analisis SWOT dan anaisis PEST yang membantu dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Analisis SWOT membantu menilai kekuatan sebuah perusahaan, tawaran bisnis atau ide, sedangkan analisis PEST membantu untuk menilai potensi dan kesesuaian pasar.

Pengambilan keputusan yang baik membutuhkan campuran keterampilan diantaranya pengembangan kreatif dan identifikasi pilihan, kejelasan atas kebijaksanaan (judgement), ketegasan keputusan, dan pelaksanaan yang efektif.  Untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara kelompok, atau ketika konsensus diperlukan, Anda dapat menggabungkan  alat-alat dan proses diatas yang sesuai.

Berikut adalah beberapa metode yang berguna untuk pengambilan keputusan yang efektif dan pemecahan masalah: Pertama adalah proses setahap demi setahap yang sederhana untuk pengambilan keputusan yang efektif dan pemecahan masalah.



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Problem Solving and Decision Making) merupakan keterampilan penting untuk bisnis dan kehidupan. Pemecahan masalah sering melibatkan pengambilan keputusan, dan pengambilan keputusan sangat penting bagi manajemen dan kepemimpinan.

Ada proses dan teknik untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan kualitas keputusan. Pengambilan keputusan lebih alami bagi orang-orang tertentu, sehingga orang-orang ini bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas keputusan mereka. Dilain pihak, orang yang kurang alami dalam pengambil keputusan seringkali mampu membuat kajian yang berkualitas, tapi kemudian kurang tegas dalam mengambil tidakan atas kajian yang dibuat tersebut.

Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan saling terkait erat, dan masing-masing membutuhkan kreativitas dalam mengidentifikasi dan mengembangkan pilihan-pilihan, sehingga sangat diperlukan teknik brainstorming. Lihat juga contoh template analisis SWOT dan anaisis PEST yang membantu dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Analisis SWOT membantu menilai kekuatan sebuah perusahaan, tawaran bisnis atau ide, sedangkan analisis PEST membantu untuk menilai potensi dan kesesuaian pasar.

Pengambilan keputusan yang baik membutuhkan campuran keterampilan diantaranya pengembangan kreatif dan identifikasi pilihan, kejelasan atas kebijaksanaan (judgement), ketegasan keputusan, dan pelaksanaan yang efektif.  Untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara kelompok, atau ketika konsensus diperlukan, Anda dapat menggabungkan  alat-alat dan proses diatas yang sesuai.

Berikut adalah beberapa metode yang berguna untuk pengambilan keputusan yang efektif dan pemecahan masalah: Pertama adalah proses setahap demi setahap yang sederhana untuk pengambilan keputusan yang efektif dan pemecahan masalah.



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Tentang REVOLUSI MENTAL

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Seiring dengan kemenangan Bapak Joko Widdodo dan Yusuf Kalla dalam pilpres 9 Juli 2014, maka tampaknya kita akan memasuki era perubahan yang siknifikan (semoga) melalui kosep REVOLUSI MENTAL yang dicanangkan oleh Presiden Baru periode 2014-2019 itu. Perubahan yang siknifikan tersebut sebaiknya kita sikapi dengan kesiapan untuk berubah dari kita masing-masing agar tidak menjadi korban perubahan.

Tapi, apa sih sebenarnya Revolusi Mental itu?


Yep, Revolusi Mental teridiri atas 2 kata yakni Revolusi dan Mental. 


Revolusi (dari bahasa latin revolutio, yang berarti "berputar arah") adalah perubahan fundamental (mendasar) dalam struktur kekuatan atau organisasi yang terjadi dalam periode waktu yang relatif singkat. Kata kuncinya adalah Perubahan dalam Waktu Singkat.

Aristoteles menggambarkan pada dasarnya ada 2 jenis revolusi yakni:


  1. Perubahan sepenuhnya dari satu aturan ke yang lainnya
  2. Modifikasi terhadap aturan yang ada.
Revolusi telah banyak terjadi dalam sejarah umat manusia dan bervariasi dalam berbagai metoda, durasi, dan ideologi motivasi. Hasilnya telah terjadi perubahan besar dalam budaya, ekonomi, dan institusi sosio-politik.

Sedangkan Mental atau tepatnya Mentalitas adalah cara berpikir atau kemampuan untuk berpikir, belajar dan merespons terhadap suatu situasi atau kondisi. Contohnya, jika seseorang mengatakan anda mempunyai mentalitas anak TK, maka itu sih oke-oke saja kalau anda memang murid TK, tetapi jika anda anak SMA itu berarti anda dianggap tidak dewasa (sematang semestinya anak SMA). Tidak lucu kan, anak SMA bermental anak TK...??


Jelas bahwa kata asal mentalitas adalah mental, yang berarti 'pikiran'

Bagaimana pikiran anda bekerja itulah mentalitas anda, yaitu cara anda berpikir tentang sesuatu. Cara berpikir (mentalitas) dibentuk dari pengalaman, hasil belajar, atau pengaruh lingkungan. Contohnya, anda mungkin memiliki mentalitas kompetitif (berebutan) kalau ada makanan, karena di keluarga anda, saat makan anda semeja dan harus berbagi dengan 9 saudara. 

Jadi, Revolusi Mental dapat diartikan dengan perubahan yang relatif cepat dalam cara berpikir kita dalam merespon, bertindak dan bekerja.


Memangnya kenapa harus dirubah? Apa ada yang salah?

Banyak...., bahkan banyak sekali!

Kita sekarang telah hidup di Era Informasi yang membuat globalisasi dunia dengan pradigmanya sendiri, sementara kita masih banyak... bahkan banyak sekali terperangkap dalam paradigma atau pola pikir lama, Era Industrial maupun era agrikultural, yang sudah jauh tertingal dan banyak bertolak belakang dengan era informasi yang meng-global itu.


Apa saja sikap mental, paradigma atau cara berpikir yang sudah usang itu dan harus dirubah dalam waktu relatif singkat dan bagaimana merubahnya, silakan anda baca "Panduan Revolusi Mental" disini.



.
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Tips dan Metoda Kepemimpinan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Menjelaskan dan memahami tentang kepemimpinan yang baik mungkin lebihmudah daripada mempraktekkannya. Kepemimpinan yang baik memerlukan kualitas kemanusiaan yang dalam, melebihi pengertian konvensional yaitu otoritas.  
Di jaman modern ini, pemimpin yang baik adalah yang membangkitkan kekuatan, yang menolong orang dan organisasi untuk perform dan berkembang, yang mampu menyelaraskan berbagai hal kompleks seperti kebutuhan manusia dengan tujuan organisasi. 
Konsep tradisional tentang kepemimpinan yaitu sebagai pimpinan yang mengarahkan para pejabat di hirarki atas sekarang ini sudah tidak diakui lagi dan dihargai sebagai bagaimana seorang pemimpin seharusnya.  
Kepemimpinan yang efektif tidak memerlukan kapasitas teknis dan intelektual yang hebat. Atribut itu bisa membantu tetapi bukanlah yang utama. 
Ke[emimpinan yang baik di dunia modern lebih memerlukan sikap dan perilaku yang mencirikan dan berhubungan dengan kemanusiaan (humanity).  
Konsep pelayanan (serving) adalah yang mendasar dalam peran kepemimpinan. Kepemimpinan yang baik mekibatkan unsur melayani organisai dan manusia yang ada di dalamnya.  Pemimpin yang tidak efektif cenderung mengabaikan prinsip ini dan sebailiknya berpikir bahwa dialah yang harus dilayani oleh anak buahnya.   Ide rusak ini mendorong gagasan bahwa kepemimpinan sebagai kesempatan untuk mengambil : untuk memperoleh status pribadi, keuntungan, manfaat, dll, dengan mengorbankan orang lain - yang sangat tidak dapat dibenarkan. Kepemimpinan sebaiknya, adalah sebuah kesempatan untuk memberikan, untuk melayani organisasi, dan yang penting manusia juga. 
Pengertian modern 'pemimpin yang pelayan' dan 'kepemimpinan yang melayani' dimunculkan oleh Robert K Greenleaf ( tahun 1970  dengan  esainya berjudul The Servant as Leader ), namun filosofi dan konsep kepemimpinan dengan fungsi yang melayani lebih daripada yang dilayani, sudah muncul sejak lama dan ditemukan di peradaban kuno dan naskah-naskah keagamaan.
Kepemimpinan berpusat pada kepedulian terhadap orang. Tentu saja kepemimpinan melibatkan keputusan dan tindakan yang berkaitangdengan berbagai hal, tetapi kepemimpinan menjadi hal yang istimewa karena tanggungjawabnya yang unik terhadap manusia, dimanapun kepemimpinan itu ada.  
Banyak kemampuan dalam hidup adalah soal memperoleh keterampilan dan pengetahuan dan kemudian menerapkannya dengan cara yang dapat diandalkan. Kepemimpinan sangat berbeda. Kepemimpinan yang baik menuntut kekuatan emosional dan karakteristik perilaku yang dapat dilihat secara mendalam dari cadangan mental dan spiritual seorang pemimpin.
Peran kepemimpinan adalah refleksi tak terelakkan dari kebutuhan dan tantangan dalam kehidupan  masyarakat modern. Oleh karena itu, kepemimpinan adalah sebuah konsep yang mendalam, dengan implikasi yang semakin kompleks, didorong oleh dunia yang semakin kompleks dan cepat berubah.
Kepemimpinan dan manajemen umumnya dilihat sebagai hal yang sama, padahal tidak. Kepemimpinan juga disalahpahami yaitu memimpin dan mengajar orang-orang dan membuat keputusan penting atas nama organisasi. Kepemimpinan yang efektif jauh lebih dari itu.
Para pemimpin yang baik diikuti terutama karena orang percaya dan menghormati mereka, bukan keterampilan yang mereka miliki. Kepemimpinan yang pertama adalah tentang perilaku, keterampilan kedua.
Cara yang mudah untuk membedakan antara kepemimpinan dan manajemen adalah sbb:
  • Manajemen pada umumnya berkaitan dengan proses.
  • Kepemimpinan pada umumnya berkaitan dengan perilaku.
Pengertian diatas dapat diperluas:
  • Manajemen sangat bergantung pada kemampuan terukur nyata seperti perencanaan yang efektif, penggunaan sistem organisasi, dan penggunaan metode komunikasi yang tepat. 
  • Kepemimpinan melibatkan banyak keterampilan manajemen, tetapi umumnya sebagai fungsi sekunder atau latar belakang kepemimpinan sejati. Kepemimpinan sangat bergantung pada hal-hal kurang nyata dan kurang terukur seperti kepercayaan, inspirasi, sikap, pengambilan keputusan, dan karakter pribadi. Ini bukan proses atau keterampilan atau bahkan hasil dari pengalaman. Semua itu adalah aspek kemanusiaan, dan diaktifkan terutama oleh karakter pemimpin dan terutama cadangan emosionalnya.
Cara lain untuk melihat kepemimpinan dibandingkan dengan manajemen adalah bahwa kepemimpinan tidak tergantung pada jenis metode manajemen dan proses yang digunakan para pemimpin, kepemimpinan terutama tergantung pada cara sang pemimpin menggunakan metode dan proses manajemen.
Kepemimpinan yang baik tergantung pada kualitas sikap, bukan proses manajemen.
Kemanusiaan adalah cara untuk menggambarkan kualitas ini, karena mencerminkan hubungan yang vital antara pemimpin dengan orang-orang yang dipimpinnya.
Baca juga Ciri-Ciri Kualitas Kepemimpinan Yang Utama. (menyusul...)
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

TanggunJawab First Line Manager (manajer Lini Pertama)

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

(Apa Yang Diharapkan oleh Atasan dan Bawahan)

Manajer Lini Pertama (supervisor/ kepala kelompok/team leader dsb) mempunyai beberapa tanggung jawab kepada orang-orang disekitarnya seperti bos nya sendiri, anak buahnya, atau dari dirinya sendiri – tentang apa yang mereka harapkan dari dia sebagai seorang manajer lini pertama.  Berikut ini daftarnya:


Apa yang diharapkan oleh pimpinan diatasnya  :
·       Tugas dan proyek diselesaikan tepat waktu dan tepat anggaran
·       Selalu mengetahui informasi tentang perkembangan di bagiannya dan juga setiap masalah yang timbul di bagiannya.  
·       Menyampaikan pendapat kepada atasan jika menilai atasannya salah atau kurang tepat (jangan diam saja).
·       Mempertahankan posisi pimpinan/organisasi saat berbicara dengan anak buahnya
·       Menyaring dan mengkomunikasi informasi yang sesuai kepada anak buahnya agar mereka mengetahui gambaran besarnya
·       Selalu mencari cara agar lebih efisien



Apa yang diharapkan oleh anak buahnya:
·       Menetapkan standar/target yang realistis
·       Memberikan feedback yang seimbang termasuk penghargaan dan pengakuan terhadap usaha dan pencapaian yang telah dilakukan oleh anak buah
·       Berlaku adil dan masuk akal terhadap semua anak buah. Tidak ada anak emas
·       Menyediakan pelatihan dan pengembangan yang diperlukan
·       Selalu memberikan informasi kepada anak buah tentang kemajuan dibandingkan dengan jadwal yang telah ditentukan, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan pekerjaan mereka
·       Melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan yang sesuai
·       Memahami kebutuhan  dan motivasi anak buah serta kondisi yang membuat mereka puas
·       Mendengarkan dan berempati secara tulus
·       Memberikan alasan untuk setiap keputusan dan kebijakan
·       Mewakili pandangan, ide, dan perasaan mereka dihadapan otoritas yang lebih tinggi
·       Memelihara linkungan kerja yang aman dan nyaman

 

Dari dirinya sendiri:
·       Menjadi teladan yang positif / Be a positive role model
·       Memenuhi juga standar yang dia minta anakbuahnya memenuhinya
·       Mengenali, dan jujur tentang hal-hal yang masih harus dikembangkannya (kekurangannya) dan mencari bantuan dari orang lain
·       Mengakui bahwa dia tidak dapat mengerjakannya seorang diri semuanya
·       Menyadari bahwa dia disini tidak untuk disukai
·       Memelihara keseimbangan hidup (tahu batas kerja)
·       Berbicara bila terjadi ketidakadilan



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Latihan: SURVEI PENGARUH MANAJER



Latihan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar pengaruh yang Anda miliki sebagai manajer. Untuk setiap pernyataan tunjukkan tingkat kemungkinannya dengan mencentang kolom penilaian sesuai dengan nomor yang menunjukkan skala besaran kemungkinannya, sebagai berikut:

1 = Sangat Kecil    2 = Kecil     3 = Sedang    4 = Besar    5 = Sangat Besar

Misalnya pada pernyataan no.1 anda mencentang kolom dibawah angka penilaian 4, berarti BESAR kemungkinannya bahwa bawahan anda mau bekerjasama dengan anda karena takut atas sanksi yang anda berikan.

No
Seberapa besar kemungkinan bahwa:

PENILAIAN

1
2
3
4
5

1
Bawahan mau bekerjasama dengan saya karena mereka takut atas sanksi yang dapat saya berikan






2
Bawahan mau bekerjasama dengan saya karena wewenang yang saya miliki sebagai manajer






3
Bawahan mau bekerjasama dengan saya karena memandang saya memiliki keahlian yang dapat memperlancar pekerjaan mereka






4
Bawahan mau bekerjasama dengan saya karena saya dapat memberikan imbalan yang mereka butuhkan misalnya pujian, insentif uang, usul promosi atau penghargaan.






5
Bawahan mau bekerjasama dengan saya karena mereka mengagumi kepribadian saya.






6
Bawahan mau bekerjasama dengan saya karena mereka memerlukan informasi penting yang dapat membantu mereka dalam melaksanakan pekerjaan mereka.






7
Bawahan mau bekerjasama dengan saya karena mereka merasa bahwa saya memiliki koneksi dengan orang penting di dalam atau di luar organisasi







Sumber Pengaruh Pemimpin

Terdapat dua sumber pengaruh bagi seorang pemimpin, yakni pengaruh pribadi dan pengaruh kedudukan.

Pengaruh Pribadi
Pengaruh ini diperoleh pemimpin dari orng-orangnya. Kemmpuan mempengaruhi ini timbul dari rasa senang, kagum, yakin, hormat, atau percaya dari orang-orang yang dipengaruhinya. Pengaruh ini timbul dari tingkat kedekatan, keteriktan, atau hubungan baik antara pemimpin dan para pengikutnya (atau anatara tasan dan bawahan).


Jenis pengaruh ini diperkuat atau diperlemah oleh sejauh mana pengikut memandang bahwa tujuan mereka sama atau setidaknya bergantung pada upaya pemimpin mencapai tujuannya. Karena itu pengaruh ini dapat dimiliki dan dapat pula hilang dari seseorang.

Pengaruh Kedudukan
Pengaruh ini berupa kekuasaan yng dimiliki seseorang atas dasar jabatan yang didudukinya dalam organisasi. Seseorang yang karena jabatannya dalam organisasi disebut sebagai manajer memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku orang lain yakni bawahannya.

Dengan jabatannya, seseorang dapat memberi imbalan, hukuman atau sanksi bagi orang-orng yng dikelolanya. Pengaruh ini biasanya berasal dari tingkat atas organisasi dan semakin ke bawah dalam struktur organisasi pengaruhnya semkin menyusut. Seperti halnya pengaruh pribadi, pengaruh karena kedudukan inipun dapat hilang dari seseorang, bahkan lebih rentan begitu jabatan yang dipegangnya lepas.



Seorang manajer yang efektif memiliki kedua sumber pengaruh tersebut dan menggunakannya dengan bijaksana, baik bagi kepentingan organisasi dan orang-orang yang dikelolanya maupun bagi kepentingannya sendiri.

Berikut adalah penjelasan masing-masing unsur dari kedua sumber pengaruh diatas:


  • Keahlian. Pengaruh ini didasrkan atas keahlian, keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki seseorang yang menimbulkan rasa hormat dan kagum sehingga mempengaruhi orang lain. Manajer yang berkeahlian tinggi dipandang memiliki keterampilan yang memperlancar bawahan dalam melaksanakan pekerjaan mereka. Jabatan seseorang tidak otomatis memberikannya keahlian yang diperlukan. Oleh karena itu keahlian dipandang sebagai pengaruh yang sifatnya pribadi yang dapat diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman.
  • Kepribadian. Pengaruh ini didasarkan pada ciri-ciri seseorang. Manajer yang tinggi pengruh kepribadinnya, pada umumnya disukai dan dikagumi karena sifat dan sikapnya yang menarik. Rasa suka dan kagum ini pada gilirannya akan mempengaruhi orang lain.
  • Paksaan. Paksaan pada umumnya didasarkan pada rasa takut. Sesorang dipandang memiliki pengaruh atas dasar paksaan jika orang lain melakukan keinginannya karena khawatir akan sanksi yang diterimanya jika tidak patuh. Manajer biasanya dapat memaksakan keinginannya karena jabatannya itu memberikan kekuasaan baginya memberikan penilaian dan sanksi kepada anak buah yang tidak mematuhinya.
  • Wewenang. Pengaruh ini didasarkan atas kedudukan seseorang dalam organisasi. Biasanya, makin tinggi kedudukan seseorang makin besar pula wewenangnya. Manajer memiliki pengaruh ini karena jabatannya mengandung wewenang yang memungkinkannya untuk memerintah bawahan melakukan sesuatu.
  • Imbalan. Pengaruh ini didasarkan pada kemampuan seseorang untuk menyediakan imbalan kepada orang lain yang merasa kepatuhannya akan mendapatkan imbalan yang positif seperti promosi, insentif uang, pengakuan, penghargaan, maupun pujian.
  • Informasi. Pengaruh ini didasarkan pada informasi yang dimiliki seseorang dan orang lain memandangnya bernilai. Kepemilikan informasi memiliki daya pengaruh terhadap orang lain karena mereka merasa memerlukannya.
  • Koneksi.  Pengaruh ini didasarkan pada hubungan seseorang dengan orang-orang yang berpengaruh di dalam atau di luar organisasi. Seseorang yang memiliki koneksi luas dapat mempengaruhi orang lain karena mereka ingin memperoleh manfaat atau tidak ingin tertimpa konsekuensi dari koneksi orang yang berkuasa.
Lanjut ke Latihan Sumber Pengaruh



Hakikat Kepemimpinan


Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan dalam situasi tertentu. Unsur kuncinya adalah PENGARUH yang dimiliki seseorang yang dan akibat pengaruh itu bagi orang-orang yang ingin dipengaruhi.

Kepemimpinan terjadi pada saat seseorang berusaha mempengaruhi perilaku orang lain atau sekelompok orang tanpa perlu mempersoalkan alasan. Bisa saja hal itu dilakukan untuk mencapai tujuan pribadi atau atau tujuan orang lain, dan tujuan itu mungkin saja sejalan atau tidak sejalan dengan tujuan orang lain yang dipengaruhi atau tujuan organisasi.

Karena itu, peran motif menjadi penting dalam upaya seseorang memainkan pernnya sebagai pemimpin.


Kepemimpinan Yang Efektif


Kepemimpinan adalah hal yang penting dalam proses kerjasama diantara sesama manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan juga dapat dikatakan sebagai energi yang memotori setiap usaha bersama.

Manajer yang memimpin secara efektif adalah manajer yang memberikan model untuk diteladani, yang memotivasi anak buah untuk mengendalikan dan mengembangkan diri mereka sendiri. Manajer seperti ini menimbulkan keinginan bawahan untuk bekerjasama, menggunakan sumber pengaruh yang dimiliki dengan bijaksana, dapat mengarahkan dan berkomunikasi, dapat membangun dan mempertahankan disiplin, serta dapat memotivasi dan meningkatkan semangat kerja.

Topik-topik yang dibahas meliputi:

  • Hakikat Kepemimpinan
  • Sumber Pengaruh Kepemimpinan
  • Latihan: Sumber Pengaruh Manajer
  • Gaya Kepemimpinan Manajer
  • Latihan:  Gaya Kepemimpinan Manajer
  • Faktor Penentu Kepemimpinan
  • Latihan: Tingkat Perkembangan Bawahan
  • Kepemimpinan dan  Tingkat Perkembangan Bawahan
  • Manajer Sebagai Pengembang SDM
  • Kesimpulan
  • Latihan: Identifikasi Gaya Kepemimpinan Manajer
Klik butir diatas untuk membaca lebih jauh.





Analisis Pengembangan Diri


  1. Peran saya yang sangat kuat/sangat tinggi nilainya adalah (nama peran) ...................... ................................... ....................................... ........................................
  2. Kekuatan dari peran yang saya miliki bagi kelancaran pelaksanaan tugas sebagai seorang supervisor/manager adalah .................................... ................................. ................................................ ...................................... ............................................ ..................................... ...........................................
  3. 3.      Kesulitan/kelemahan apa yang terjadi bila peran itu terlalu sering saya gunakan? .................................... ....................................... ........................................ .............................................. .................................................. ................................. ....................................
  4. 4.      Peran saya yang nilainya sangat rendah adalah ............................. ......................... ............................... ............................ ....................................... ..........................................
  5. 5.      Kesulitan/kelemahan apa yang terjadi bila peran itu sangat jarang saya gunakan? ............................. .................................... ...................................... ................................. .............................. ............................. ..................................... ............................. ...........................
  6. 6.      Keuntungan apa yang saya peroleh jika peran yang nilainya rendah itu sering saya gunakan? ............................ ............................... ...................................... ......................................... ................................ ........................................ .................................. ....................................

Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget