INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------
Showing posts with label Manajemen Tools. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Tools. Show all posts

Metoda Pembobotan dan 'Pros and Cons' dalam Pengambilan Keputusan

Proses yang sederhana dalam pengambilan keputusan adalah dengan mengkompilasi  'bobot' pada daftar  'pro dan kontra'.

Pro berarti 'setuju', dan con berarti 'lawannya' - misalnyai, kelebihan vs kekurangan.

Untuk keputusan yang lebih kompleks, beberapa pilihan dapat dinilai terhadap kriteria signifikan berbeda-beda, atau terhadap satu set faktor penting. Dalam banyak hal, faktor / pilihan dapat dapat diberi bobot atau skore yang sesuai.

Metoda  'pro dan kontra' dapat digunakan terutama untuk dua opsi pemecahan masalah dan isu-isu pengambilan keputusan di mana implikasi perlu dipahami dan keputusan harus dibuat dalam  obyektif yang terukur.

Aapun metode scoring 'daftar berbobot' sangat berguna dalam organisasi besar atau keputusan bisnis, terutama yang melibatkan banyak pertimbangan strategis yang berbeda (seperti dalam SWOT dan PEST atau konsep Five Forces). Dalam situasi seperti itu Anda dapat menilai pilihan yang berbeda sesuai dengan satu set kriteria (pertimbangan yang paling penting), atau Anda dapat memberi bobot / kriteria yang berbeda untuk setiap pilihan (lihat contoh template di artikel ini).

Beberapa keputusan adalah masalah sederhana apakah akan membuat perubahan atau tidak, seperti pindah rumah, mengambil pekerjaan baru, atau membeli sesuatu, menjual sesuatu, menggantikan sesuatu, dll.  Dilain pihak keputusan lain melibatkan sejumlah pilihan, dan pertimbangan yang lebih banyak dalam cara melakukan sesuatu, yang melibatkan sejumlah pilihan. Gunakan proses brainstorming untuk mengidentifikasi dan mengembangkan pilihan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Jika melibatkan kelompok dalam proses maka membuat lokakarya sering merupakan pendekatan yang baik.

  1. Pertama Anda membutuhkan lembar terpisah untuk setiap opsi diidentifikasi. 
  2. Pada setiap lembar tulis dengan jelas pilihan yang menjadi perhatian, dan kemudian di bawahnya beri judul 'pro' dan 'kontra' (atau 'keuntungan' dan kekurangan ', atau yang lain yang saling berlawanan '). Banyak keputusan hanya melibatkan pilihan apakah akan 'ya' atau 'tidak', ' 'ubah' atau 'tidak'. 
  3. Lalu tuliskan sebanyak mungkin efek dan implikasi dari pilihan tertentu yang Anda (dan orang lain jika perlu) bisa pikirkan, dan menempatkan masing-masing di kolom yang relevan. 
  4. Beri 'bobot' pada masing-masing faktor, dengan memberi skor dari tiga atau lima poin (misalnya, 5 menjadi sangat signifikan, dan 1 paling tidak signifikansi). 
  5. Bila Anda telah menrdaftar semua poin yang Anda bisa pikirkan untuk opsi yang bersangkutan, bandingkan jumlah atau total skor item / efek / faktor antara dua kolom. 
  6. Ini akan memberikan refleksi dan indikasi dari keseluruhan dan manfaat dari opsi yang bersangkutan. Jika Anda telah memberi skore setiap item Anda akan dapat tiba di skor total, menjadi perbedaan antara total kolom pro dan kontra. Semakin besar perbedaan antara total pro dan jumlah kontra maka lebih menarik pilihan tersebut.
  7. Jika Anda memiliki sejumlah pilihan dan memiliki lembar pro dan kontra untuk masing-masing opsi, bandingkan perbedaan antara pro dan kontra - untuk setiap opsi. Perbedaan positif terbesar antara pro dan kontra adalah pilihan yang paling menarik. 

Anda akan menemukan bahwa menuliskan segalanya dengan cara ini akan membantu Anda untuk melihat sesuatu dengan lebih jelas, menjadi lebih obyektif dan terpisah, yang akan membantu Anda untuk membuat keputusan yang lebih jelas.

Menggunakan template scoring juga memungkinkan untuk keterlibatan dan kontribusi orang lain, jauh lebih obyektif, terkendali dan berguna, dibandingkan dengan diskusi umum tanpa kerangka pengukuran.
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Problem Solving and Decision Making) merupakan keterampilan penting untuk bisnis dan kehidupan. Pemecahan masalah sering melibatkan pengambilan keputusan, dan pengambilan keputusan sangat penting bagi manajemen dan kepemimpinan.

Ada proses dan teknik untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan kualitas keputusan. Pengambilan keputusan lebih alami bagi orang-orang tertentu, sehingga orang-orang ini bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas keputusan mereka. Dilain pihak, orang yang kurang alami dalam pengambil keputusan seringkali mampu membuat kajian yang berkualitas, tapi kemudian kurang tegas dalam mengambil tidakan atas kajian yang dibuat tersebut.

Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan saling terkait erat, dan masing-masing membutuhkan kreativitas dalam mengidentifikasi dan mengembangkan pilihan-pilihan, sehingga sangat diperlukan teknik brainstorming. Lihat juga contoh template analisis SWOT dan anaisis PEST yang membantu dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Analisis SWOT membantu menilai kekuatan sebuah perusahaan, tawaran bisnis atau ide, sedangkan analisis PEST membantu untuk menilai potensi dan kesesuaian pasar.

Pengambilan keputusan yang baik membutuhkan campuran keterampilan diantaranya pengembangan kreatif dan identifikasi pilihan, kejelasan atas kebijaksanaan (judgement), ketegasan keputusan, dan pelaksanaan yang efektif.  Untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara kelompok, atau ketika konsensus diperlukan, Anda dapat menggabungkan  alat-alat dan proses diatas yang sesuai.

Berikut adalah beberapa metode yang berguna untuk pengambilan keputusan yang efektif dan pemecahan masalah: Pertama adalah proses setahap demi setahap yang sederhana untuk pengambilan keputusan yang efektif dan pemecahan masalah.



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Problem Solving and Decision Making) merupakan keterampilan penting untuk bisnis dan kehidupan. Pemecahan masalah sering melibatkan pengambilan keputusan, dan pengambilan keputusan sangat penting bagi manajemen dan kepemimpinan.

Ada proses dan teknik untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan kualitas keputusan. Pengambilan keputusan lebih alami bagi orang-orang tertentu, sehingga orang-orang ini bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas keputusan mereka. Dilain pihak, orang yang kurang alami dalam pengambil keputusan seringkali mampu membuat kajian yang berkualitas, tapi kemudian kurang tegas dalam mengambil tidakan atas kajian yang dibuat tersebut.

Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan saling terkait erat, dan masing-masing membutuhkan kreativitas dalam mengidentifikasi dan mengembangkan pilihan-pilihan, sehingga sangat diperlukan teknik brainstorming. Lihat juga contoh template analisis SWOT dan anaisis PEST yang membantu dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Analisis SWOT membantu menilai kekuatan sebuah perusahaan, tawaran bisnis atau ide, sedangkan analisis PEST membantu untuk menilai potensi dan kesesuaian pasar.

Pengambilan keputusan yang baik membutuhkan campuran keterampilan diantaranya pengembangan kreatif dan identifikasi pilihan, kejelasan atas kebijaksanaan (judgement), ketegasan keputusan, dan pelaksanaan yang efektif.  Untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara kelompok, atau ketika konsensus diperlukan, Anda dapat menggabungkan  alat-alat dan proses diatas yang sesuai.

Berikut adalah beberapa metode yang berguna untuk pengambilan keputusan yang efektif dan pemecahan masalah: Pertama adalah proses setahap demi setahap yang sederhana untuk pengambilan keputusan yang efektif dan pemecahan masalah.



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Perbedaan Antara Analisis SWOT dan Analisis PEST

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Ada beberapa hal yang tumpang tindih antara analisis PEST  dan SWOT. Faktor-faktor serupa muncul di keduanya.

Perbedaan antara PEST dan SWOT terletak pada hal-hal berikut ini :

PEST cenderung untuk menilai pasar, termasuk pesaing, dari sudut pandang proposisi tertentu atau bisnis.

SWOT dalam bisnis dan pemasaran cenderung untuk penilaian bisnis atau proposisi, apakah itu bisnis Anda sendiri ( jarang ) atau bisnis pesaing atau proposisi.

Perencanaan strategis bukanlah ilmu yang eksak - bukan alat yang secara kaku menentukan - melainkan soal pilihan pragmatis untuk membantu mengidentifikasi dan menjelaskan masalah-masalah dengan lebih baik.



Analisis PEST mungkin berguna sebelum analisis SWOT di mana ia nantinya akan membantu untuk mengidentifikasi faktor-faktor SWOT. Dengan kata lain analisis PEST dapat dimasukkan dalam analisis SWOT, untuk mencapai efek yang lebih tajam .

PEST menjadi lebih berguna dan relevan untuk bisni atau proposisi yang lebih besar dan lebih kompleks, tetapi bahkan untuk bisnis lokal yang sangat kecil. Analisis PEST bisa sangat signifikan yang mungkin tak terjawab dengan analisis lain.

Keempat kuadran di PEST bervariasi dalam arti tergantung pada jenis bisnis, misalnya, faktor-faktor sosial yang jelas lebih relevan dengan bisnis konsumen atau organisasi B2B ( business- to-business ) karena dekat dengan konsumen akhir dari rantai pasokan, sedangkan faktor-faktor politik jelas lebih relevan dengan pemasok amunisi global atau pabrikan aerosol propelan misalnya.

Semua bisnis dapat mengambil manfaat dari analisis SWOT, dan semua bisnis yang memperoleh  manfaat dari menyelesaikan analisis SWOT terhadap pesaing utama mereka, pada gilirannya akan dapat memberikan poin yang berguna juga ke dalam aspek-aspek ekonomi dari analisis PEST.

BACA  ARTIKEL ANALISIS SWOT YG LAIN DISINI



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Contoh Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Contoh Analisis SWOT ini didasarkan pada situasi imajiner. Skenario ini mengandaikan pada perusahaan manufaktur business-to-business, yang secara historis mengandalkan distributor untuk mengambil produk mereka ke pasar pengguna akhir.

Peluamgnya, dan karena itu menjadi subjek untuk analisis SWOT ini, adalah bagi produsen untuk menciptakan sebuah perusahaan baru sendiri yang bertugas mendistribusikan produk-produknya langsung ke sektor pengguna akhir tertentu, yang tidak sedang dibahas atau dikembangkan oleh distributor biasa mereka.


Subyek Analisis SWOT: 

Pembentukan perusahaan distributor sendiri untuk mengakses sektor pengguna akhir baru yang sekarang belum dikembangkan.

Kekuatan

  • Pengarahan dan pengendalian penjualan kpd pengguna akhir.
  • Prodak yg benar, kualitas, dan kehandalan.
  • Superioritas kinerja produk vs pesaing.
  • Daur produk dan keawetan yang lebih baik.
  • Adanya sisa kapasitas produksi.
  • Beberapa staf memiliki pengalaman di sektor pengguna akhir.
  • Sudah memiliki daftar pelanggan.
  • Kemampuan delivery langsung.
  • Inovasi produk yg sudah ada.
  • Dapat dilayani dari lokasi yg sudah ada.
  • Produk sudah memiliki akreditasi yg diperlukan.
  • Proses dan IT harus dikuasai.
  • Manajemen komit dan percayat.

Kelemahan

  • Daftar pelanggan belum diuji.
  • Ada beberapa kesenjangan di beberapa sektor.
  • Kita akan menjadi pemain kecil.
  • Tidak punya pengalaman langsung dalam pemasaran.
  • Kita tidak bisa memasok pengguna akir di luar negeri.
  • Membutuhkan lebih banyak tenaga penjual.
  • Anggara terbatas.
  • Belum pernah uji coba.
  • Belum memiliki rencana detil.
  • Staf delivery perlu training.
  • Staf customer service perlu training.
  • Perlu proses dan sistem, dll
  • Kurang dalam kemampuan manajemen.

Peluang

  • Dapat mengembangkan produk baru.
  • Pesaing lokal memiliki produk yg jelek.
  • Profit margins akan menjadi baik.
  • Respon pengguna akhir terhadap ide baru.
  • Dapat diperluas ke luar negeri.
  • Aplikasi spesialisasi baru.
  • Dapat mengejutkan pesaing.
  • Mendukung bisnis utama.
  • Dapat mencari pemasok yg lebih baik.

Ancaman

  • Peratiran baru dapat menhambat.
  • Lingkungan lebih menguntungkan pesaing besar.
  • Ada risiko distribusi bisnis utama.
  • Permintaan pasar sangan musiman.
  • Kesetiaan staff kunci rentan.
  • Dapat menggangu bsnis utama.
  • Mungki ada publikasi negatif.
  • Rentan terhadap serangan reaktif oleh banyak pesaing.

Lihat juga  Metoda dan Template Analisis PEST yang mengukur suatu bisnis berkaitan dengan faktor eksternal: Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi. Terkadang sangat membantu dengan melengkapi Analisis PEST sebelum menggarap Analisis SWOT.
Lihat juga Model Five Forces Porter.
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Template Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Berikut adalah ilustrasi yang lebih banyak dari analisis SWOT.

Perhatikan bahwa format ini tidak disajikan dalam bentuk matriks 2x2 'internal / eksternal', melainkan berp contoh yang lebih terbuka dari berbagai masalah dan pertanyaan yang dapat dipakai ketika menggunakan format SWOT sebagai bagian dari perencanaan bisnis dan pengambilan keputusan.


Subject Analisis SWOT : (tulis subyek analisis SWOT anda disini)

Kekuatan

  • Keuntungan dari proposisi?
  • Kemampuan?
  • Keunggulan kompetitif?
  • Keunikan jual (unique selling points)?
  • Sumberdaya, Assets, SDM?
  • Cadangan finansial, tingkat pengembalian?
  • Marketing - jankauan, distribusi, kesadaran (awareness)?
  • Aspek inovatif?
  • Lokasi dan geografis?
  • Harga, nilai, kualitasy?
  • Akreditasi, kualifikasi, sertifikasi?
  • Proses, sistem, IT, comunikasi?
  • Budaya, sikap kerja, perilaku?
  • Kemampuan Manajemen, Suksesi?

Kelemahan

  • Kerugian dari proposisi?
  • Kesenjangan kapabilitas?
  • Kurangnya kemampuan kompetisi?
  • Reputasi, kehadiran dan aungkauan?
  • Finansial?
  • Kerentanan karena bukan milik sendiri?
  • Skala waktu, deadline dan tekanan?
  • Cashflow, dana utk start-up?
  • Kesinambungan, kekuatan rantai pasok?
  • Efek dari aktivitas utama, gangguan?
  • Kehandalan data, prediktabilitas rencana?
  • Morale, commitment, leadership?
  • Akreditasi, dll?
  • Proses, sistem, dll?
  • Kemampuan Manajemen, Suksesi?

Peluang

  • Pengembangan pasar?
  • Kerentanan pesaing?
  • tren industri dan gaya hidup?
  • Pengembangan teknologi dan inovasi?
  • Pengaruh global?
  • Pasar baru, vertikal, horisontal?
  • Target ceruk pasar?
  • Geografis, ekspor, impor?
  • Kebutuhan pasar dan keunikan jual?
  • Respons pasar terhadap taktik, misalnya: terkejut?
  • Kontrak-kontrak utama, tender?
  • Pengembangan produk dan bisnis?
  • Informasi dan penelitian?
  • Kemitraan, agensi, distribusi?
  • Tren permintaan volume pasar?
  • Pengaruh musim, cuaca, fashion?

Ancaman

  • Efek politik?
  • Efek legislatif?
  • Efek lingkungan?
  • Pengembangan IT?
  • Intensi dan keberagaman pesaing?
  • Permintaan pasar?
  • Teknologi, layanan, ide-ide baru?
  • Kontrak vital dan mitra?
  • Hambatan yg dihadapi?
  • kelemahan yg tidak dapat diatasi?
  • Pasar Tenaga kerjat?
  • Financial and credit pressures?
  • Economy - home, abroad?
  • Seasonality, weather effects?
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Berbagai Macam Aplikasi Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Analisis SWOT adalah model yang sangat ampuh untuk berbagai situasi. Tidak hanya untuk bisnis dan pemasaran.

Berbagai macam situasi adapat menggunakan analisis SWOT, terutama untuk melihat situasinya di masa mendatang dan bagaimana mencapainya.

Berikut beberapa contoh penggunaan analisis SWOT:
  • Perusahaan (posisinya di pasar, viabilitas komersialnya, dll)
  • Metoda distribusi penjualan
  • Produk atau Merek
  • Ide bisnis
  • Opsi strategis, misalnya memasuki pasar baru atau meluncurkan produk baru
  • Peluang untuk akuisisi
  • Potensi kemitraan
  • Mengganti Pemasok
  • outsourcing layanan, aktivitas atau sumberdaya
  • Perencanaan Proyek dan Manajemen Proyek
  • Peluang investasi
  • Perencanaan Keuangan Pribadi
  • Pengembangan karir personal - arah, pilihan, perubahan, dll.
  • Pendidikan, perencanaan kualifikasi, dan pengambilan keputusan
  • Perubahan Hidup - relokasi, pindah pekerjaan
  • Hubungan, bakan mungkin Keluarga Berencana?..
Apapun aplikasinya, pastikan untuk menggambarkan subyeknya (tujuan atau pertanyaannya) secara jelas untk analisis SWOT sehingga anda bisa fokus pada isu sentralnya. Hal ini penting apalagi jika melibatkan orang lain dalam prosesnya. Orang yang berkontribusi pada analisis dan yang melihat asil analisis SWOT harus mampu memahami secara sesuai maksud dari analisis SWOT dan implikasinya yang timbul.

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Matriks Analisisi SWOT - Dalam Bisnis/Pemasaran

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Faktor INTERNAL vs EKSTERNAL

Analisis SWOT modern dalam bisnis dan pemasaran biasanya terstruktur sehingga grid  matriks 2x2dapat dibuat, menurut dua pasang dimensi.

Kekuatan dan Kelemahan, yang 'dipetakan' atau 'digambarkan' melawan Peluang dan Ancaman.

Untuk memperjelasnya dari sudut pandang yang logis, maka dalam membuat analisis SWOT di kebanyakan situasi bisnis dan pemasaran, Kekuatan dan Kelemahan dianggap sebagai faktor internal, sedangkan Peluang dan Ancaman dianggap sebagai faktor eksternal.

Berikut adalah penjelasan secara lebih rinci:

Strengths
&
Weaknesses
Lingkungan
internal -
situasi
di dalam perusahaan atau
organisasi
Misalnya: faktor yg berhubungan dgn produk, harga, biaya, profitabilitas, kinerja, kualitas, SDM, keterampilan, adaptabilitas, merek, pelayanan, reputasi, proses, infrastruktur,dll.Faktor-faktor saat ini 
Opportunities
&
Threats
Lingkungan
eksternal -
situasi
di luar 
perusahaan atau organisasi
Misalnya: faktor yg berhubungan dgn pasar, sektor usaha, pengunjung, model, musim, tren, kompetisi, ekonomi, politik, masyarakat, budaya, teknologi, lingkungan, media, hukum, dll.  Faktor-faktor
yang akan datang

Matriks SWOT (matriks 2x2 menggunakan katagori internal/eksternal)

Berikut adalah ekstensi tipikal analisis SWOT dasar  'berbasis-aksi' 2x2 matriks SWOT. 

Analisis SWOT dalam format ini bertindak sebagai alat pengambilan keputusan yang cepat, di luar data yang lebih rinci yang biasanya akan dimasukkan ke dalam proses perencanaan bisnis untuk masing-masing faktor SWOT. 

Berikut model matriks 2x2 yang juga menyarankan tindakan untuk masalah yang timbul dari analisis SWOT, menurut empat kategori yang berbeda:

Strengths (internal)Weaknesses (internal)
Opportunities
(external)
strengths/opportunities

prioritas alami jelas 

Cenderung menghasilkan ROI terbesar (Return On Investment)

Kemungkinan akan tercepat dan termudah untuk diterapkan.

Mungkin langsung disetujui rencana-aksi atau studi kelayakannya.

Pertanyaan Eksekutif: "Mengapa kita tidak melihat daerah-daerah tersebut dan memprioritaskannya?"
weaknesses/opportunities

Pilihan berpotensi menarik 

Mungkin akan menghasilkan yang baik jika mampu dan implementasi yang layak.

Berpotensi lebih menarik dan bermanfaat jika ada perubahan, tantangan, taktik kejutan, dan mampu menangani perbaikan.

Pertanyaan Eksekutif: "Apa yang benar-benar menghentikan kita melakukan hal-hal ini, asalkan benar-benar cocok, realistis dan substansial?" "
Threats
(external)
strengths/threats

mudah untuk mempertahankan 

Hanya kesadaran dasar, perencanaan, dan pelaksanaan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan ini.

Investasi dalam masalah ini umumnya aman dan diperlukan.

Pertanyaan Eksekutif: "Bisakah salah satu dari ancaman ini akan berubah menjadi peluang?"
weaknesses/threats 

risiko yang berpotensi tinggi 

Penilaian risiko penting.

Jika risiko rendah maka kita harus mengabaikan masalah ini dan tidak akan terganggu oleh mereka.

Jika risiko tinggi kita harus menilai kesenjangan kemampuan dan berencana untuk mencegah dengan cara dikontrol sangat spesifik.

Pertanyaan Eksekutif: "Apakah kita secara akurat menilai risiko masalah ini, dan apakah risiko tinggi yang bisa dikendalikan dengan rencana handal untuk menghindari?"
N.B. Analisis SWOT adalah alat yang fleksibel. Tidak hanya digunakan dalam bisnis dan pemasaran.

Agar dicatat bahwa ketika SWOT digunakan dalam situasi di luar bisnis dan pemasaran, kategorisasi yang ketat dari dimensi SWOT (sesuai dengan faktor 'internal' dan 'eksternal') dapat membatasi, sehingga interpretasi yang lebih terbuka dapat membantu dalam keadaan seperti itu, terutama ketika menilai Peluang dan Ancaman .

Juga berhati-hati jika menggunakan model analisis SWOT hanya sebagai matriks 2x2, yang mengasumsikan kategorisasi faktor internal dan eksternal (dan terutama membatasi penilaian ancaman dan peluang faktor eksternal saja), bisa mudah kehilangan ancaman dan peluang tertentu yang bisa eksis (secara internal) dalam perusahaan / organisasi. Beberapa ancaman internal dan peluang bisa sangat substantif misalnya peluang seperti : hemat energi, proses perbaikan, pelatihan, iklan, atau menghentikan produk merugi, atau ancaman seperti : desersi atau staf kunci, hilangnya kontrak-kontrak besar, untuk menyebut beberapa ancaman yang biasanya selalu hadir dalam perusahaan komersial besar.

Karena itu metode 'internal / eksternal' SWOT matriks 2x2 yang 'sederhana' tersebut bukanlah alat tunggal yang handal untuk mengidentifikasi semua ancaman dan peluang dalam organisasi, atau untuk situasi lain.

Perhatikan dari Sejarah Asal-Usul Analisis SWOT (baca disini)  bahwa metodologi SWOT tidak dimulai, dan tidak dioperasikan sebagai matriks 2x2 'internal / eksternal' sesederhana yang biasa kita lihat sekarang. Khususnya aplikasi asli dari model SWOT tidak membatasi hanya ancaman dan peluang faktor eksternal. Sebaliknya, enam aspek kunci dari bisnis yang bersangkutan (yaitu: produk, proses, pelanggan, distribusi, keuangan, administrasi) masing-masing dinilai dengan menggunakan model SWOT. Setiap aspek diperhitungkan sesuai dengan keempat elemen SWOT. Jadi, jika hari ini ketika kita menerapkan model SWOT untuk seluruh bisnis dengan mengabaikan ancaman internal dan peluang, maka analisis tersebut dapat membuang beberapa masalah yang berpotensi serius.

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Metode dan Contoh Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Analisis SWOT adalah alat yang sangat berguna untuk memahami dan pengambilan keputusan untuk segala macam situasi dalam bisnis dan organisasi. SWOT adalah singkatan dari Strenghts (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), Threats (Ancaman). Informasi tentang asal-usul dan penemu analisis SWOT dapat anda baca disini. Analisis SWOT menyediakan kerangka kerja yang baik untuk meninjau strateg , posisi dan arah perusahaan atau proposisi bisnis, atau ide lain.

Membuat analisis SWOT cukup sederhana, dan merupakan subjek yang baik untuk sesi lokakarya (Workshop Sessions). Analisis SWOT juga bekerja dengan baik dalam pertemuan brainstorming.

Gunakan analisis SWOT untuk perencanaan bisnis, perencanaan strategis, evaluasi pesaing, pemasaran, pengembangan bisnis & produk serta laporan penelitian . Anda juga dapat menggunakan analisis SWOT untuk Team Building.

Perhatikan bahwa analisis SWOT sering diartikan dan digunakan sebagai Analisis SWOT Matrix 2x2, terutama dalam perencanaan bisnis dan pemasaran .

Selain metode 2x2 matriks ini, analisis SWOT juga merupakan metode yang diakui secara luas untuk mengumpulkan, menata, menyajikan, dan mereview data perencanaan yang luas dalam bisnis yang lebih besar atau proses perencanaan proyek.

Lihat juga analisis PEST, yang mengukur pasar bisnis dan potensi sesuai dengan faktor-faktor eksternal, Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi. Akan sangat membantu untuk menyelesaikan analisis PEST sebelum analisis SWOT. Dalam situasi lain mungkin lebih berguna untuk menyelesaikan analisis PEST sebagai bagian dari, atau setelah, analisis SWOT. Lihat juga Porter Five Forces Model, yang digunakan untuk menganalisis posisi kompetitif.

Catatan: Jika Anda menggunakan Analisis SWOT sebagai metode matriks 2x2, maka secara teknis Kekuatan dan Kelemahan adalah faktor internal ( umumnya terjadi pula ), sedangkan Peluang dan Ancaman adalah faktor eksternal ( ini bisa lebih sulit, karena Anda akan mengabaikan ancaman dan peluang internal ). Metode matriks SWOT 2x2 'internal / eksternal' hanya mempertimbangkan ancaman dan peluang eksternal.

Sebagai panduan yang lebih umum, kami berikan template lembar kerja analisis SWOT gratis ( file doc ), dan (format pdf ) .

Analisis SWOT mengukur unit bisnis, proposisi atau ide, sedangkan analisis PEST mengukur pasar .

Analisis SWOT adalah penilaian subjektif data yang dilakukan oleh format SWOT menjadi urutan logis yang membantu pemahaman, presentasi, diskusi dan pengambilan keputusan.

Analisis SWOT dapat digunakan untuk segala macam pengambilan keputusan, dan template SWOT memungkinkan pemikiran proaktif, daripada hanya mengandalkan reaksi kebiasaan atau naluriah.

Template Analisis SWOT biasanya disajikan dalam bentuk yang terdiri dari empat bagian, satu untuk masing-masing judul SWOT : Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman. Template SWOT gratis di bawah berikut contoh pertanyaan dimana jawabannya dimasukkan ke dalam bagian yang relevan dari grid SWOT. Pertanyaan hanya sekedar contoh atau bahan diskusi, dan jelas dapat diubah tergantung pada subjek dari analisis SWOT. Perhatikan bahwa banyak poin pertanyaan SWOT juga berbicara untuk pos lain - Silakan gunakan mana yang paling membantu anda, dan tentukan sendiri dengan masalah yang dianalisis . Penting untuk secara jelas mengidentifikasi subjek analisis SWOT, karena analisis SWOT adalah perspektif dari satu hal, baik itu perusahaan, produk, proposisi, dan gagasan, metode, atau opsi, dll.

Analisis SWOT umumnya disajikan dalam sebuah matriks 2x2, yang ditunjukkan dan dijelaskan dalam Matriks Analisis SWOT.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

7 Kunci Hasil Penelitian Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Temuan kunci ini tidak pernah dipublikasikan karena dinilai terlalu kontroversial. Inilah apa yang ditemukan dalam penelitian Analisis SWOT (baca Sejarah Asalu Usul Model Analisis SWOT) :

1 ) Sebuah bisnis dibagi menjadi dua bagian. Bisnis dasar dan Bisnis Pengembangan. Hal ini kembali ditemukan oleh Dr Peter Senge di MIT pada tahun 1998 dan diterbitkan dalam bukunya Disiplin Kelima. Jumlah Bisnis Pengembangan yang beroperasi sama atau lebih besar dari bisnis yang tercatat dalam buku itu dalam jangka waktu 5 sampai 7 tahun. Ini adalah kejutan besar dan mendesak kebutuhan untuk menemukan metode yang lebih baik untuk perencanaan dan mengelola perubahan .

2 ) Dr Hal Eyring mempublikasikan penemuannya pada 'Keadilan Distributif ' dan menunjukkan bahwa semua orang mengukur apa yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka dan membaginya dengan apa yang mereka berikan kepada pekerjaan tersebut dan rasio ini dibandingkan dengan yang lain. Jika tidak sama maka yang bersangkutan pertama-tama akan memandang kembali usahanya dan kedua memperlambat jika bertambahnya demand (permintaan) tidak dapat dipenuhi. ( Lihat Adams Ekuitas Teori dan Ekuitas Teori Diagram )

3 ) Dikenalkannya perencana perusahaan mengganggu rasa fair play di tingkat senior, sehingga membuat pekerjaan perencana perusahaan menjadi mustahil.

4 ) Kesenjangan antara apa yang bisa dilakukan oleh organisasi dan apa yang sebenarnya dilakukan adalah sekitar 35 % .

5 ) Para senior akan over- supervisi area bidang kerjanya sendiri. Keuangan - Keuangan, Teknik - Teknik dll

6 ) Ada 3 faktor yang memisahkan antara yang unggul dan yang biasa-biasa saja :

  • a . Perhatian terbuka untuk pembelian
  • b . Rencana Jangka pendek departemental yang tertulis, untuk perbaikan 
  • c . Pendidikan Lanjutan bagi Eksekutif Senior

7 ) Beberapa bentuk dokumentasi formal diperlukan untuk memperoleh persetujuan bagi pekerjaan pembangunan. Singkatnya kita tidak bisa memecahkan masalah dengan menghentikan perencanaan.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Sejarah Asal-Usul Model Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Sejarah mengenai asal-usul dari analisis SWOT diberikan oleh Albert Humphrey S, salah satu pendiri dari apa yang kita ketahui hari ini sebagai analisis SWOT. Albert Humphrey meninggal pada tanggal 31 Oktober 2005. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang baik.

Analisis SWOT berasal dari penelitian yang dilakukan di Stanford Research Institute 1960-1970. Latar belakang SWOT berasal dari kebutuhan untuk mencari tahu mengapa suatu perencanaan bisnis bisa gagal . Penelitian ini didanai oleh Fortune 500 untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan tentang kegagalan ini. Tim Peneliti adalah Marion Dosher, Dr Otis Benepe, Albert Humphrey, Robert Stewart, dan Birger Lie.




Semua ini dimulai dengan adanya tren perencanaan perusahaan, yang tampaknya muncul pertama di Du Pont pada tahun 1949. Pada tahun 1960 setiap perusahaan yang masuk di Fortune 500 memiliki 'corporate manager' ( atau setara ) dan 'Asosiasi Perencana Perusahaan Jangka Panjang' yang merebak di Amerika Serikat dan Inggris .

Namun opini yang berkembang di semua perusahaan tersebut bahwa perencanaan perusahaan dalam bentuk perencanaan jangka panjang tidak berjalan, tidak menghasilkan, dan merupakan investasi yang mahal dalam kesia-siaan.

Pendapat luas mengatakan bahwa mengelola perubahan dan menetapkan tujuan realistis yang membawa keyakinan bagi mereka yang bertanggung jawab adalah sulit dan sering mengakibatkan kompromi yang dipertanyakan.




Faktanya tetap, meskipun para perencana jangka  perusahaan sudah yakin, tetap ada mata rantai yang hilang yakni bagaimana mendapatkan tim manajemen yang setuju dan berkomitmen untuk melaksanakan program-program aksi yang telah disusun.

Untuk mengatasikesenjangan itu, mulai tahun 1960, Robert F Stewart dari SRI di Menlo Park California memimpin sebuah tim peneliti untuk menemukan apa yang tidak beres dengan perencanaan perusahaan, dan kemudian untuk menemukan semacam solusi, atau untuk membuat sebuah sistem yang memungkinkan tim manajemen setuju dan berkomitmen pada pekerjaan pengembangan, yang sekarang kita sebut 'mengelola perubahan'.




Penelitian dilakukan dari 1960 sampai 1969. 1.100 perusahaan dan organisasi diwawancarai dan kuesioner dengan 250 butir dirancang dan diisi oleh lebih dari 5.000 eksekutif yang menjadi responden. Diperoleh Tujuh Temuan Kunci mengarah pada kesimpulan bahwa chief executive (pimpinan perusahaan) harus menjadi kepala perencana dan direksi fungsional di bawanya harus menjadi tim perencanaan. Dr Otis Benepe mendefinisikan 'Rantai Logika' yang menjadi inti dari sistem yang dirancang untuk memperbaiki kesenjangan untuk mendapatkan kesepakatan dan komitmen, yakni :

  1. Values (Nilai)
  2. Appraise 
  3. Motivasi
  4. Search (pencarian) 
  5. Select (memilih) 
  6. Program, 
  7. Act (Tindakan) 
  8. Monitor (Memantau), dan ulangi langkah 1 2 dan 3

Disadari bahwa mereka tidak bisa mengubah nilai-nilai tim  dan juga menetapkan tujuan bagi tim sehingga dimulai sebagai langkah pertama dengan mengajukan pertanyaan appraisal, misalnya, apa yang baik dan buruk tentang operasi. Untuk sistem dimulai dengan menanyakan apa yang baik dan buruk tentang masa sekarang dan masa depan. Apa yang baik pada saat ini yang memuaskan (Satisfactory), dan yang baik di masa depan sebagai Peluang (Opportunity), apa yang buruk di masa sekarang sebagai kesalahan (Fault) dan apa yang buruk di masa depan sebagai Ancaman (Theat). Ini disebut dengan analisis SOFT .




Ketika hal ini disampaikan kepada Urick dan Orr pada tahun 1964 pada Seminar di Perencanaan Jangka Panjang di Dolder Grand di Zurich Swiss mereka mengubah F ke W dan menyebutnya Analisis SWOT .

SWOT kemudian dipromosikan di Inggris oleh Urick dan Orr sebagai latihan bagi dan dari dirinya sendiri . Namun demikian tidak membawa manfaat. Apa yang diperlukan adalah pemilahan masalah ke dalam kategori perencanaan program :

  1. Produk ( apa yang kita jual ? )
  2. Proses ( bagaimana kita menjualnya ? )
  3. Pelanggan ( kepada siapa kita menjualnya ? )
  4. Distribusi ( bagaimana cara menjangkau mereka ? )
  5. Finansial ( berapa harganya, biayanya dan investasinya ? )
  6. Administrasi ( dan bagaimana kita mengelola semua ini? )



Langkah kedua kemudian menjadi 'apa yang harus dilakukan tim' tentang isu-isu di masing-masing kategori. Proses perencanaan kemudian dirancang melalui trial and error dan akhirnya menghasilkan 17 langkah proses yang dimulai dengan SOFT / SWOT dimana setiap masalah dicatat secara terpisah pada satu halaman yang disebut isue perencanaan.

Prototipe pertama diuji dan diterbitkan pada tahun 1966 berdasarkan hasil kerja yang dilakukan di ' Erie Teknologi Corp ' di Erie Pa. Pada tahun 1970 prototipe tersebut dibawa ke Inggris, di bawah sponsor dari WH Smith & Sons plc, dan diselesaikan pada tahun 1973. Program operasionalnya digunakan untuk menggabungkan CWS dengan JW French Ltd.

Proses ini telah digunakan dengan sukses sejak itu. Pada tahun 2004, sistem ini telah sepenuhnya dikembangkan, dan terbukti untuk mengatasi masalah masa ini yakni menetapkan dan menyetujui sasaran tahunan yang realistis tanpa tergantung pada konsultan luar atau sumber daya manusia (staf) yang mahal.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan



Cara Baru Berkomunikasi: Video Email

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Sejarah telah mencatat betapa pesatnya kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi. Semua itu terutama ditujukan agar manusia dapat berkomunikasi dengan lebih cepat, lebih menyebar dan lebih banyak orang yang dapat dilibatkan. Perjalanan teknologi informasi dan komunikasi secara siknifikan dan fenomenal dapat kita lihat sebagai berikut:

  1. Surat Kabar: Lembaran kertas yang berisi tulisan dan gambar dan sering disebut Koran ini begitu muncul langsung mendapat perhatian yang besar dari masyarakat. Kala itu semua orang (yang melek huruf) berkeinginan setiap hari bisa membaca koran, baik secara berlangganan maupun beli eceran. Pelanggan koran akan naik status sosialnya, karena tidak semua orang bisa memperolehnya, hanya orang tertentu yang berkecukupan dan berpendidikan, serta tinggal di kota yang mampu mendapatkannya. Begitu lakunya koran maka muncul bagai jamur berbagai koran yang mengambil segmen pemberitaan yang khusus, sehingga timbul istilah koran kuning, koran lampu merah dsb. Namun koran-koran yang memiliki reputasi bagus dan bergengsi tetap menjadi acuan bagi kalangan berpendidikan. dan... jamana keemasan koran pun mulai memudar manakala .... muncul...
  2. Radio: Munculnya radio segera mendapat sambutan luar bisa dari masyarakat, karena sifatnya yang "LIVE" dan menghasilkan suara pembicaranya. Berita dengan cepat dapat disebar, tidak harus menunggu ditulis dan dicetak sebagaimana surat kabar. Orang pun dapat mendengarkan lagu dan musik yang menjadi kegemarannya, maka muncullah tangga lagu-lagu terbaik, bintang radio dan sebagainya. Pada jamannya radio juga merupakan simbol status pemiliknya, karena tidak semua orang dapat membelinya atau tidak semua tempat dapat dijangkau oleh siaran. Apalagi jika merek radio yang dimilikinya merupakan merek-merek ternama yang mahal harganya. Dan .... jaman keemasan radio pun segera memudar manakala ..... muncul ......
  3. Televisi: Benda ajaib ini benar-benar mendapatkan sambutan luar biasa dahsyat ketika mulai dipasarkan. Betapa tidak, disamping bersifat "LIVE", televisi sekaligus menampilkan gambar bergerak, sura dan tulisan. Akibatnya radio dan koran pun terancam masuk gudang! Sama seperti kedua pendahulunya, pada awalnya televisi adalah benda bergengsi yang menaikkan reputasi pemiliknya, karena tidak semua orang mampu membelinya. Sekarang, hampir semua rumah memiliki kotak ajaib tersebut. Dan jaman keemasan televisi pun terancam pudar... manakala muncul ...
  4. Internet: internet menghadirkan dunia maya yang mampu memberikan segalanya yang dimili oleh ketiga pendahulunya, plus menghadirkan dunia tersendiri yang memberikan kemungkinan tanpa batas. Dia mampu menggantikan fungsi sekolah, perpustakaan, penerbit, percetakan, kantor pos, dan apapun yang dapat anda bayangkan, sepanjang tidak menghasilkan barang secara fisik! Dan.... didalam internet muncul alat komunikasi canggih yang disebut email..... 
  5. Email: Email dapat anda samakan dengan alamat rumah anda. Tidak ada dua alamat email yang sama di seluruh dunia, dan menjadi pintu rumah pribadi bagi setiap pemiliknya di dunia maya. Meskipun telah mampu menggantikan kantor pos, Email dapat pula anda analogikan seperti surat kabar dari sisi hanya mampu mengirimkan pesan berupa tulisan dan gambar mati. Karena itu email pun segera mendapatkan pesaing tangguhnya yakni SMS.
  6. SMS: Layanan pesan pendek yang disediakan berbagai perangkat mobile seperti hp, ipad, iphone, android dsb ini jelas sangat diminati oleh masyarakat banyak karena sifatnya yang praktis, mobile. Namun tetap masih berbasis tulisan dan gambar mati. Dan .... kini.. telah muncul pula fenomena baru yakni .....
  7. VIDEO EMAIL: Sama seperti nasib koran dan radio, yang dilibas oleh kedahsyatan televisi, email konvensional dan SMS akan pun akan bernasib sama apabila tidak dilengkapi dengan gambar bergerak alias video. Diperkirakan bahwa 98% traffic di internet akan dipenuhi oleh lalulintas berbasis video pada tahun 2015. Kenyataannya, saat ini pun penelitian menunjukkan orang hanya membaca habis sebuah email tulisan jika kurang dari 8 detik. Lebih dari itu, orang tidak akan meneruskan membacanya. Dilain pihak sebuah video akan ditonton habis pada durasi 4-6 menit. karena itu pesan melalui video menjadi alat yang sangat efektif!!


Perusahaan-perusahaan yang jeli melihat kekuatan dahsyat dari video email sudah mulai menyerbu menggunakan perangkat ini. Demikian juga untuk keperluan personalmembangun relasi dengan keluarga dan handai taulan agar tetap "keep in touch". Bagaimana dengan anda

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Tujuan Pemodelan Proses Bisnis

Diagram Model Proses Bisnis adalah alat untuk mencapai tujuan, bukan hasil kinerja dari suatu proses.

Hasil akhir dagram proses bisnis adalah perbaikan cara proses bisnis itu bekerja.

Fokus perbaikan adalah pada 'nilai tambah' yang membuat layanan pelanggan dan pengalaman yang lebih baik, dan mengurangi waktu atau usaha yang terbuang.

Ada dua jenis utama dari Model Proses Bisnis:
  • - 'apa adanya' atau model awal (situasi saat ini)
  • -   situasi baru yang dituju atau diharapkan
yang digunakan untuk menganalisis, menguji, menerapkan dan meningkatkan proses.

Tujuan dari pemodelan adalah untuk menggambarkan proses lengkap, memungkinkan manajer, konsultan dan staf untuk meningkatkan aliran dan merampingkan proses.

Hasil dari proyek pemodelan proses bisnis pada dasarnya:
  • nilai pelanggan, dan
  • mengurangi biaya bagi perusahaan,
  • menyebabkan peningkatan keuntungan.

 Konsekuensi sekunder lainnya yang timbul dari Pemodelan Proses Bisnis yang sukses yakni dapat ditingkatkannya keunggulan kompetitif,  pertumbuhan pasar, dan moral staf yang lebih baik.

Tidak ada aturan mutlak untuk ruang lingkup atau luas Model Proses Bisnis .

Sebelum menetapkan  banyaknya sumber daya untuk Pemodelan Proses Bisnis pertimbangan yang tepat harus diberikan kepada kegunaannya - ajukan pertanyaan:
  • Apakah pemodelan memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang akan membenarkan waktu dan usaha?
  • Apakah pemodelan terstruktur sehingga orang akan memahami output (tidak terlalu besar dan kompleks)?
  • Apakah orang-orang memahami mengapa kita melakukannya, dan "apa untungnya bagi mereka"?
  • Seperti alat-alat manajemen lainnya, tidak ada gunanya menghasilkan model yang fantastis kompleks yang tak seorang pun dapat memahami atau menggunakannya, hanya karena agak gila menghabiskan ratusan jam menganalisis hal penting yang relatif kecil.
 Pemodelan Proses adalah metodologi yang  ampuh untuk diarahkan pada operasi yang ada manfaatnya dari perbaikan, dan bila orang yang terlibat adalah yang berkecimpung dan mendukung.


Pengertian Pemodelan Proses Bisnis


Sebuah Pemodelan Proses Bisnis atau Business Process Modelling (BPM) adalah diagram umum yang mewakili urutan  kegiatan. Biasanya menunjukkan peristiwa, tindakan dan hubungan atau titik-titik  koneksi, secara berurutan dari ujung ke ujung.

Urutan ini penting untuk sebagian besar aspek pemodelan proses bisnis, tetapi ada pengecualian untuk ini terutama di tingkat yang lebih tinggi dari suatu operasi organisasi (lihat catatan tentang urutan).

Biasanya tetapi tidak harus, Pemodelan Proses Bisnis meliputi proses Teknologi Informasi (TI) dan proses orang.





Pemodelan Proses Bisnis secara implisit berfokus pada proses, tindakan dan kegiatan.  Sumber Daya yang digambarkan dalam BPM menunjukkan bagaimana mereka akan diproses. Orang (tim, departemen, dll) yang digambarkan dalam BPM menunjukkan hal apa yang mereka lakukan, untuk  apa,  dan biasanya kapan dan untuk alasan alasan, terutama ketika berbagai kemungkinan  atau  pilihan muncul, seperti pada diagram alir.

Pemodelan Proses Bisnis merupakan lintas fungsional, biasanya menggabungkan pekerjaan dan dokumentasi lebih dari satu departemen dalam organisasi.

Dalam situasi lebih rumit, Pemodelan Proses juga termasuk aktivitas proses eksternal organisasi dan sistem yang dimasukkan ke dalam proses primer / utama.

Dalam organisasi besar Pemodelan Proses Bisnis untuk operasi cenderung dianalisis dan direpresentasikan secara lebih rinci daripada di organisasi kecil, karena skala dan kompleksitasnya lebih besar.

Pemodelan Proses Bisnis sampai batas tertentu juga ditentukan oleh  berbagai alat komputerisasi  dan atau perangkat lunak yang digunakan dalam menerapkan metode tersebut. Metode-metode dan fitur standar dalam Pemodelan Proses Bisnis terus berkembang, yang berarti bahwa kita harus tetap berpikiran terbuka dan swelalu ingin tahu bagaimana BPM dapat digunakan.




Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget