INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------

Sejarah Asal-Usul Model Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Sejarah mengenai asal-usul dari analisis SWOT diberikan oleh Albert Humphrey S, salah satu pendiri dari apa yang kita ketahui hari ini sebagai analisis SWOT. Albert Humphrey meninggal pada tanggal 31 Oktober 2005. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang baik.

Analisis SWOT berasal dari penelitian yang dilakukan di Stanford Research Institute 1960-1970. Latar belakang SWOT berasal dari kebutuhan untuk mencari tahu mengapa suatu perencanaan bisnis bisa gagal . Penelitian ini didanai oleh Fortune 500 untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan tentang kegagalan ini. Tim Peneliti adalah Marion Dosher, Dr Otis Benepe, Albert Humphrey, Robert Stewart, dan Birger Lie.

Semua ini dimulai dengan adanya tren perencanaan perusahaan, yang tampaknya muncul pertama di Du Pont pada tahun 1949. Pada tahun 1960 setiap perusahaan yang masuk di Fortune 500 memiliki 'corporate manager' ( atau setara ) dan 'Asosiasi Perencana Perusahaan Jangka Panjang' yang merebak di Amerika Serikat dan Inggris .

Namun opini yang berkembang di semua perusahaan tersebut bahwa perencanaan perusahaan dalam bentuk perencanaan jangka panjang tidak berjalan, tidak menghasilkan, dan merupakan investasi yang mahal dalam kesia-siaan.

Pendapat luas mengatakan bahwa mengelola perubahan dan menetapkan tujuan realistis yang membawa keyakinan bagi mereka yang bertanggung jawab adalah sulit dan sering mengakibatkan kompromi yang dipertanyakan.

Faktanya tetap, meskipun para perencana jangka  perusahaan sudah yakin, tetap ada mata rantai yang hilang yakni bagaimana mendapatkan tim manajemen yang setuju dan berkomitmen untuk melaksanakan program-program aksi yang telah disusun.

Untuk mengatasikesenjangan itu, mulai tahun 1960, Robert F Stewart dari SRI di Menlo Park California memimpin sebuah tim peneliti untuk menemukan apa yang tidak beres dengan perencanaan perusahaan, dan kemudian untuk menemukan semacam solusi, atau untuk membuat sebuah sistem yang memungkinkan tim manajemen setuju dan berkomitmen pada pekerjaan pengembangan, yang sekarang kita sebut 'mengelola perubahan'.

Penelitian dilakukan dari 1960 sampai 1969. 1.100 perusahaan dan organisasi diwawancarai dan kuesioner dengan 250 butir dirancang dan diisi oleh lebih dari 5.000 eksekutif yang menjadi responden. Diperoleh Tujuh Temuan Kunci mengarah pada kesimpulan bahwa chief executive (pimpinan perusahaan) harus menjadi kepala perencana dan direksi fungsional di bawanya harus menjadi tim perencanaan. Dr Otis Benepe mendefinisikan 'Rantai Logika' yang menjadi inti dari sistem yang dirancang untuk memperbaiki kesenjangan untuk mendapatkan kesepakatan dan komitmen, yakni :

  1. Values (Nilai)
  2. Appraise 
  3. Motivasi
  4. Search (pencarian) 
  5. Select (memilih) 
  6. Program, 
  7. Act (Tindakan) 
  8. Monitor (Memantau), dan ulangi langkah 1 2 dan 3

Disadari bahwa mereka tidak bisa mengubah nilai-nilai tim  dan juga menetapkan tujuan bagi tim sehingga dimulai sebagai langkah pertama dengan mengajukan pertanyaan appraisal, misalnya, apa yang baik dan buruk tentang operasi. Untuk sistem dimulai dengan menanyakan apa yang baik dan buruk tentang masa sekarang dan masa depan. Apa yang baik pada saat ini yang memuaskan (Satisfactory), dan yang baik di masa depan sebagai Peluang (Opportunity), apa yang buruk di masa sekarang sebagai kesalahan (Fault) dan apa yang buruk di masa depan sebagai Ancaman (Theat). Ini disebut dengan analisis SOFT .

Ketika hal ini disampaikan kepada Urick dan Orr pada tahun 1964 pada Seminar di Perencanaan Jangka Panjang di Dolder Grand di Zurich Swiss mereka mengubah F ke W dan menyebutnya Analisis SWOT .

SWOT kemudian dipromosikan di Inggris oleh Urick dan Orr sebagai latihan bagi dan dari dirinya sendiri . Namun demikian tidak membawa manfaat. Apa yang diperlukan adalah pemilahan masalah ke dalam kategori perencanaan program :

  1. Produk ( apa yang kita jual ? )
  2. Proses ( bagaimana kita menjualnya ? )
  3. Pelanggan ( kepada siapa kita menjualnya ? )
  4. Distribusi ( bagaimana cara menjangkau mereka ? )
  5. Finansial ( berapa harganya, biayanya dan investasinya ? )
  6. Administrasi ( dan bagaimana kita mengelola semua ini? )

Langkah kedua kemudian menjadi 'apa yang harus dilakukan tim' tentang isu-isu di masing-masing kategori. Proses perencanaan kemudian dirancang melalui trial and error dan akhirnya menghasilkan 17 langkah proses yang dimulai dengan SOFT / SWOT dimana setiap masalah dicatat secara terpisah pada satu halaman yang disebut isue perencanaan.

Prototipe pertama diuji dan diterbitkan pada tahun 1966 berdasarkan hasil kerja yang dilakukan di ' Erie Teknologi Corp ' di Erie Pa. Pada tahun 1970 prototipe tersebut dibawa ke Inggris, di bawah sponsor dari WH Smith & Sons plc, dan diselesaikan pada tahun 1973. Program operasionalnya digunakan untuk menggabungkan CWS dengan JW French Ltd.

Proses ini telah digunakan dengan sukses sejak itu. Pada tahun 2004, sistem ini telah sepenuhnya dikembangkan, dan terbukti untuk mengatasi masalah masa ini yakni menetapkan dan menyetujui sasaran tahunan yang realistis tanpa tergantung pada konsultan luar atau sumber daya manusia (staf) yang mahal.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

No comments:

Post a Comment

Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget