INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------
Showing posts with label Paradigma. Show all posts
Showing posts with label Paradigma. Show all posts

Tentang REVOLUSI MENTAL

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Seiring dengan kemenangan Bapak Joko Widdodo dan Yusuf Kalla dalam pilpres 9 Juli 2014, maka tampaknya kita akan memasuki era perubahan yang siknifikan (semoga) melalui kosep REVOLUSI MENTAL yang dicanangkan oleh Presiden Baru periode 2014-2019 itu. Perubahan yang siknifikan tersebut sebaiknya kita sikapi dengan kesiapan untuk berubah dari kita masing-masing agar tidak menjadi korban perubahan.

Tapi, apa sih sebenarnya Revolusi Mental itu?


Yep, Revolusi Mental teridiri atas 2 kata yakni Revolusi dan Mental. 


Revolusi (dari bahasa latin revolutio, yang berarti "berputar arah") adalah perubahan fundamental (mendasar) dalam struktur kekuatan atau organisasi yang terjadi dalam periode waktu yang relatif singkat. Kata kuncinya adalah Perubahan dalam Waktu Singkat.

Aristoteles menggambarkan pada dasarnya ada 2 jenis revolusi yakni:


  1. Perubahan sepenuhnya dari satu aturan ke yang lainnya
  2. Modifikasi terhadap aturan yang ada.
Revolusi telah banyak terjadi dalam sejarah umat manusia dan bervariasi dalam berbagai metoda, durasi, dan ideologi motivasi. Hasilnya telah terjadi perubahan besar dalam budaya, ekonomi, dan institusi sosio-politik.

Sedangkan Mental atau tepatnya Mentalitas adalah cara berpikir atau kemampuan untuk berpikir, belajar dan merespons terhadap suatu situasi atau kondisi. Contohnya, jika seseorang mengatakan anda mempunyai mentalitas anak TK, maka itu sih oke-oke saja kalau anda memang murid TK, tetapi jika anda anak SMA itu berarti anda dianggap tidak dewasa (sematang semestinya anak SMA). Tidak lucu kan, anak SMA bermental anak TK...??


Jelas bahwa kata asal mentalitas adalah mental, yang berarti 'pikiran'

Bagaimana pikiran anda bekerja itulah mentalitas anda, yaitu cara anda berpikir tentang sesuatu. Cara berpikir (mentalitas) dibentuk dari pengalaman, hasil belajar, atau pengaruh lingkungan. Contohnya, anda mungkin memiliki mentalitas kompetitif (berebutan) kalau ada makanan, karena di keluarga anda, saat makan anda semeja dan harus berbagi dengan 9 saudara. 

Jadi, Revolusi Mental dapat diartikan dengan perubahan yang relatif cepat dalam cara berpikir kita dalam merespon, bertindak dan bekerja.


Memangnya kenapa harus dirubah? Apa ada yang salah?

Banyak...., bahkan banyak sekali!

Kita sekarang telah hidup di Era Informasi yang membuat globalisasi dunia dengan pradigmanya sendiri, sementara kita masih banyak... bahkan banyak sekali terperangkap dalam paradigma atau pola pikir lama, Era Industrial maupun era agrikultural, yang sudah jauh tertingal dan banyak bertolak belakang dengan era informasi yang meng-global itu.


Apa saja sikap mental, paradigma atau cara berpikir yang sudah usang itu dan harus dirubah dalam waktu relatif singkat dan bagaimana merubahnya, silakan anda baca "Panduan Revolusi Mental" disini.



.
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Biasanya Begitu

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Konon ini juga berdasarkan pada kejadian nyata. 

Seorang konsultan manajemen mutu sedang mengunjungi sebuah perusahaan manufaktur kecil dan agak kuno di Inggris, untuk memberikan saran bagi peningkatan efisiensi operasi secara umum.  Penasihat itu sedang meneliti laporan harian tertentu yang berurusan dengan aspek produktivitas, tingkat absensi, kegagalan mesin, down-time, dll.

Laporan yang sedang dibacanya itu berupa fotokopian untuk yang kesekian kalinya,  beberapa generasi dari master-asli, sehingga judul dan deskripsinya  cukup  sulit dimengerti. Pada fotokopian itu di sudut kanan atas, ada sebuah kotak kecil yang terdapat  tulisan tetapi tidak jelas sama sekali. Penasihat itu tertarik untuk mencatat angka '0 'telah ditulis dalam  setiap laporan harian selama setahun terakhir. 





Saat mempertanyakan hal itu kepada para staf yang menyelesaikan laporan itu, ia mengatakan bahwa mereka memang selalu menempatkan nol di dalam kotak itu. Dan, ketika ia bertanya mengapa begitu, mereka saling memandang kosong satu dengan lainnya.
"Hmmm .., saya tidak yakin tentang itu," kata mereka masing-masing, "Pastinya kita biasa melakukannya seperti itu."

Penasaran, konsultan tersebut memeriksa arsip untuk melihat apakah ia dapat menemukan bentuk yang lebih jelas, untuk menemukan apa yang awalnya dilaporkan dan apakah itu benar-benar  dibuat untuk maksud yang signifikan. Ketika ia menemukan laporan tua, ia melihat bahwa penempatan nol terus berlanjut tak terputus setidaknya tiga puluh tahun terakhir - namun tidak satupun dari laporan itu lebih jelas daripada yang saat ini digunakan. 

Sedikit frustrasi, ia mengemas kertas-kertas tua itu dan berbalik untuk  meninggalkan ruangan, tapi ada sesuatu menarik perhatiannya. Dalam  kotak lain ia melihat sebuah folder, yang memberikan harapan karena berjudul 'bentuk master’. 

Benar saja di dalamnya ia menemukan laporan harian asli bukan fotokopi, dalam kondisi murni. Di sudut kanan atas ada kotak misterius, dengan judul jelas .....  “Jumlah Serangan Udara Hari ini”.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Cara Memasak Ikan

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Seorang gadis kecil sedang memperhatikan ibunya menyiapkan ikan untuk makan malam. Ibunya memotong kepala dan ekor ikan itu dan kemudian menempatkannya ke dalam loyang. 

Si gadis kecil bertanya kepada ibunya mengapa dia memotong kepala dan ekor ikan itu. Ibunya berpikir sejenak dan kemudian berkata, "Aku  selalu melakukannya seperti itu - itulah yang dilakukan nenek kalau memasak ikan."

Tidak puas dengan jawaban ibunya, gadis kecil itu pergi mengunjungi  neneknya untuk mencari tahu mengapa dia memotong kepala dan ekor ikan sebelum memanggangnya.

Nenek berpikir sebentar dan menjawab, "Saya juga tidak tahu. Ibuku juga selalu melakukannya seperti itu.."




Jadi gadis kecil itu pergi mengunjungi nenek buyutnya untuk bertanya apakah dia tahu jawabannya.

Nenek buyut berpikir sejenak dan berkata, "Karena loyang saya terlalu  kecil dan tidak muat untuk ikan yang utuh. Jadi saya potong saja kepala dan ekornya".


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan



Baca juga kisah di Pabrik Bir

Pabrik Bir



Ini adalah kisah nyata: 

Sebuah tempat pembuatan bir tradisional yang sangat tua memutuskan untuk memasang lini pengalengan baru, sehingga memungkinkan produk bir untuk dipasarkan melalui sektor  pasar swalayan. Tentu ini merupakan perubahan besar bagi perusahaan kecil itu, dan para pejabat lokal dan mantan karyawan masa lalu diundang untuk menyaksikan jalannya proses perdana pengalengan baru, yang diikuti dengan makan dan minum.

Setelah lini proses baru diaktifkan dengan sukses dan acara formal selesai, para tamu bersantai dalam kelompok kecil untuk bercengkerama dan menikmati penganan. Di sebuah sudut yang tenang berdiri tiga pria membahas truk, transportasi dan distribusi. Mereka adalah seorang manajer distribusi, dan dua lainnya adalah pemegangpos terswebut di masa lalu, dan telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Ketiga orang mewakili tiga generasi manajemen perusahaan dalam bidang distribusi,  mencakup lebih dari enam puluh tahun.

Manajer distribusi yang masih aktif mengaku bahwa pekerjaannya menjadi semakin stres karena kebijakan perusahaan menuntut pengiriman jauh dilakukan pada Senin dan Selasa, pengiriman dekat pada hari Jumat, dan semua pengiriman lainnya pada pertengahan minggu.

"Sangat sulit untuk menjadwalkan secara efisien - entah apa yang akan kita lakukan dengan kaleng baru dan tuntutan ketat dari supermarket ..."

Dua laki-laki lainnya mengangguk setuju.

"Sama seperti di jaman saya," kata pendahulunya bersimpati kepada manajer yang sekarang, "Selalu terasa aneh bagi saya bahwa truk kembali awal pada hari Senin dan Selasa tapi tidak dapat digunakan untuk pengiriman lokal yang dekat, karena pengiriman lokal harus dibiarkan sampai hari  Jumat  .. "

Orang ketiga mengangguk, dan berpikir keras, berjuang untuk mengingat akar kebijakan itu dahulu ketika ia telah sebagai junior di bagian pengiriman. Setelah jeda, orang ketiga itu tersenyum dan kemudian berkata.

"Saya rasa saya ingat sekarang," katanya, "Itu karena kuda.... Selama Perang Dunia II dilakukan penjatahan bahan bakar. ..... Jadi kita menyimpan truk-truk dan kembali menggunakan kuda. Pada hari Senin kuda-kuda sudah beristirahat dengan baik setelah akhir pekan - maka dilakukan pengiriman jauh. Pada Jumat mereka lelah sehingga hanya bisa mengantar jarak pendek atau lokal saja ... "

Segera setelah pembukaan jalur pengalengan baru, perusahaan itu mengubah kebijakan pengirimannya.

Menjual itu Memberi, BUKAN Mengambil (Keuntungan) !!




   


Menjual (Sell) – secara umum berarti menyediakan atau menukar produk atau jasa kepada seseorang dengan imbalan uang. Bagi kebanyakan orang hari ini,  gagasan menjual dimaknai sebagai mempengaruhi atau membujuk  dan menyarankan seseorang untuk membeli, dengan penekanan pada keuntungan bagi si penjual dari transaksi tersebut.

Padahal, asal-usul awal kata menjual/sell   dalam pengertian yang paling murni justru bertujuan untuk  memberikan manfaat yang lebih kepada pembeli daripada penjual. Fokus yang kuat untuk pencapaian hasil yang positif bagi pembeli ini  kini secara tegas telah (kembali) menjadi metodologi menjual modern di mana empati, integritas, kepercayaan, dan keberlanjutan adalah pusat perhatian untuk proses penjualan. 

Kata Sell (Menjual) dalam bahasa Inggris adalah kata yang sangat tua dengan asal-usul bahkan lebih tua. Sebelum tahun 1200 muncul kata sellen, berevolusi dari sellan, yang muncul dalam puisi epik Inggris kuno Beowulf, pertama kali ditulis sekitar 725 Masehi. Pada saat itu kata sellan membawa arti lebih luas dari sekedar memberi, dan bertukar dengan uang. Kita bisa melihat makna yang lebih luas dalam bahasa serumpun (kata dengan akar yang sama) dari kata sell/menjual yang berkembang dalam bahasa lain. Dalam bahasa Frisian Lama (Belanda kuno) kata sella dimaksudkan untuk memberikan. Dalam bahasa Saxon kuno kata sellian dimaksudkan untuk memberikan. Dalam bahasa Norse Lama kata salja dimaksudkan untuk menyerahkan (sesuatu untuk orang lain). Kata saljan pada bahasa  Gothic  kuno dimaksudkan untuk menawarkan pengorbanan.Terkait dengan makna ini, kata sulu pada bahasa Slavia Tua adalah kata untuk seorang utusan, dan untuk akhiran pada bahsa Latin kata selere membawa arti mengambil nasihat atau saran. 

Pemahaman yang pada umumnya sekarang ini (sebelum era informasi) diderivasi dari  bahasa Indo-Eropa kuno, di mana kata-kata sol dan sel dimaksudkan untuk mengambil. Hanya dalam waktu yang relatif singkat, terutama di era industri dimana kapitalisme berkembang tak terkendali, kata sell/menjual sangat berfokus pada keuntungan penjual. Dan kita semua tahu,  menjual dengan cara atau fokus sperti ini, jarang bisa beroperasi secara berkelanjutan. 

Selling/Menjual adalah benar-benar hal yang berkelanjutan - sebagaimana profesi, karier, dan kegiatan usaha - jika berfokus terutama pada manfaat bagi pelanggan. Penjual dalam hal ini adalah enabler, seorang utusan, fasilitator - seorang pemberi. Secara mengagumkan, sejarah kata sell/menjual mengajarkan kita bagaimana cara terbaik untuk menggambarkan dan memberlakukan aktivitas menjual yang sesungguhnya dan semestinya.

Gelas ini Setengah Penuh Atau Setengah Kosong?


Tulisan ini diambil dari blog saya yang lain: paradigma-ok.blogspot.com


Bila anda disodorkan sebuah gelas dengan isi cairan yang hanya setengahnya dan mendapatkan pertanyaan apakah gelas ini setengah penuh atau setengah kosong? Apa jawab anda?

Ternyata berbagai jawaban beragam bisa muncul dari fakta sederhana tersebut berangkat dari sudut pandang atau paradigma masing-masing orang.

Berikut adalah sederet jawaban yang timbul:

Seorang OPTIMIS akan berkata: Gelas itu setengah penuh.
Seorang PESIMIS akan akan berkata: Gelas itu setengah kosong.
Seorang MANAJER PROYEK akan berkata: Gelas itu 2 kali lebih besar dari yang dibutuhkan.
Seorang REALISTIS akan akan berkata: Gelas itu berisi setengah dari cairan yang dibutuhkan agar bisa tumpah.
Seorang SINIS akan berkata: Siapa yang telah minum separuhnya?.
Seorang GURU akan berkata: ini bukan soal setengah penuh atau setengah kosong, tetapi mengenai apakah benar-benar ada sesuatu di dalam gelas itu.
Seorang peserta MINUM BERSAMA akan berpikir: Siapa yang akan bayar untuk gelas berikutnya?
Seorang TRAINER akan berpikir: Ia tidak peduli gelas itu setengah penuh atau setengah kosong, baginya yang ia tahu bahwa untuk memulai diskusi ia perlu 10 menit untuk mencari tahu kenapa presentasi powerpointnya tidak bekerja .
Seorang IBU MUDA (beranak 5 tahun yang rewel) akan berkata: Sayang, terserah berapa banyak yg kamu maui, tolong biarkan mama tenang 5 menit saja.
Seorang KONSULTAN akan berkata: kita kaji dulu pertanyaannya, menyiapkan strategi untuk menjawab, dan fakta ini menunjukkan rata-rata penggunaan ........ perhari.
Seorang RAKUS akan berpikir: Mau tahu apa sih isi gelas itu... dan mau donk sisanya itu.
Seorang PENGRAJIN KAYU akan berkata: Gelas ini kotor, lalu mencuci dan menyimpannya dan membuat sendiri gelasnya dari kayu.
Seorang CEMAS akan berkata: Jangan-jangan sisa setengahnya itu akan menguap dan kering besok pagi
Seorang FANATIK akan berkata: Gelas ini benar-benar penuh, meskipun nyatanya tidak.
Seorang ENTREPRENEUR akan berkata: Gelas ini dihargai setengah dari potensinya.
Seorang SPESIALIS KOMPUTER akan berkata: Tahun depan kapasitas gelas seperti ini akan dobel, harganya 50% lebih murah, tetapi anda harus membayar saya 50% lebih mahal untuk memberimu jawabannya.
Seorang INSINYUR 1 akan berkata: Gelas ini over-designed untuk air sebanyak ini.
Seorang INSINYUR 2 akan berkata: Untung separuhnya sudah ditaruhdi gelas yang lain, kalau tidak kan bisa tercemar semua.
Seorang PROGRAMER KOMPUTER akan berkata: Gelas ini penuh-kosong (full-empty).
Seorang BUDHA akan berkata: Jangan kuatir, ingatlah bahwa gelas ini sudah tidak utuh.
Seorang LOGIS akan berkata: Bila Gelas ini sedang dalam proses pengisian maka setengah penuh, kalau sedang dalam proses pengosongan maka setengah kosong; jika tidak diketahui statusnya maka itu adalah batas antara cairan dan gas berjarak sama antara dasar gelas dan bibir gelas.
Seorang ILMUWAN akan berkata: Menduga berdasarkan pandangan visual adalah tidak akurat. Maka tandai gelas setinggi permukaan cairan lalu tuangkan cairan itu ke wadah lain, lalu masukkan cairan lain ke gelas sampai setinggi tanda tersebut. Lalu tuangkan cairan yg ada di wadah lain itu ke gelas yang baru diisi tadi. Nah, kalau cairannya luber keluar bibir gelas maka kesimpulannya gelas tadi setengah penuh, tetapi kalau permukaan cairan masih dibawah bibir gelas artinya gelas tadi setengah kosong! Ada pertanyaan lagi?
Seorang KIKIR akan berkata: Bayarlah minuman dan gelas itu, dan mari menikmati isinya bersama. Bagian saya yang separuh kebawah ya..!
Seorang PELATIH PRIBADI akan berkata: Gelas ini dari penuh menuju kosong tergantung pada situasi, dan mengingatkan kepada si peminum kalau dia selalu bisa mengisi gelas itu kalau ia mau.
Seorang TATA BAHASA akan berkata: istilah setengah penuh atau setengah kosong dalam bahasa sehari-hari dapat diterima, tetapi dalam bahasa yang baik dan benar dua-duanya tidak ada karena kata penuh atau kosong itu adalah keadaan, karena itu tidak bisa dipecah dua atau dibagi-bagi dengan cara apapun.

Seorang AUDITOR akan berkata: Pertama-tama periksa apakah isi yang setengah itu siknifikan atau tidak, lalu buat prosedur auditnya untuk mendapatkan fakta yang cukup untuk menyimpulkan bahwa gelas itu benar-benar kosong.
Seorang PELAYAN BAR akan berkata: Segera menukarkannya dengan gelas yang penuh, karena baginya gelas itu kosong kalau dia mengambilnya dan gelas baru yang penuh berarti duit masuk.
Seorang PESULAP akan berkata: Aku akan membuat cairan itu berada di bagian atas gelas.
Seorang FISIKAWAN akan berkata: Gelas itu tidak kosong sama sekali karena setengahnya berisi cairan dan setengahnya berisi udara. Jadi, gelas itu berisi penuh.
Seorang PESMUSIK akan berkata: Dia tidak terkesan sama sekali dengan promotor pertunjukan karena tidak menyediakan cukup alkohol.
Seorang MANAJER akan berkata: ia akan mendiskusikan dalam rapat perusahaan, membentuktim untuk meneliti permasalahannya, menganalisis akar masalahnya dan mencari solusinya.
Dan lebih aneh lagi:
Seekor ANJING berpikir: Dapatkah ia menggigit gelas itu atau maukah kamu melemparnya agar dia bisa membawanya kembali.
Seekor KUCING berpikir: Kenapa gelas itu setengah penuh (atau setengah kosong)... tentu ini jebakan.... mungkin racun tikus...
Terkait dengan Generasi:
Seorang PELAJAR TUA akan berkata: Gelas ini hanya trik lain lagi dari guru untuk membuktikan kalau murid-murid masih tolol.
Lebih Ilmiah lagi:
Seorang PENELITI akan berkata: Dari hasil observasi dan hipotesis sebelumnya diperoleh hasil bahwa ‘gelas itu setengah penuh dan juga setengah kosong’, karena itu perlu dilakukan penelitian lanjut dengan gelas dan isi yang lebih representatif, yang bisa saja cairan atau bukan.
Seorang MATEMATIKAWAN akan berkata: Dari teori persamaantersamar maka bila jika gelas itu setengah penuh sama dengan setengah kosong, maka ½ x P = ½ x K. Jadi, (dengan mengalikan 2 sisi kanan dan sisi kiri persamaan) akan didapat P = K , artinya Penuh sama dengan Kosong!
Seorang ANALIS EFISIENSI akan berkata: Gelas itu digunakandibawah level uptimalnya, hanya 50% utilisasi kapasitasnya. Jika saat itu terjadi over supply maka itu adalah pemborosan tetapi bila supply sedang terbatas juga pemborosan investasi (gelas). Karena itu perlu dilakukan strategi penghematan jika supply kurang atau ekspansi jika over supply.
Seorang ISTRI DI MASA RESESI akan berkata: Tidak boleh membiarkan gelas itu terlalu lama disitu karena akan menimbulkan pertanyaan; ia akan meminumnya, mencuci dan menyimpan gelasnya di lemari. Tidak boleh ada setengah penuh atau setengah kosong di dunia ini... yang ada hanya gelas penuh dan gelas bersih!
Seorang OBSESIF akan berkata: Ia akan menunda menjawab pertanyaan itu sebelum permukaan cairan di cek, dan cek lagi, dan cek lagi, dan cek lagi ...
Seorang POBIA akan berkata: Waduh.. seseorang telah meminum separuhnya dan meninggalkan bakteri di gelas itu.
Seorang PSIKIATER akan berkata: Apakah setengah penuh atau setengah kosong itu penting? Coba pikir baik-baik... Anggap saja tidak penting! Mari singkirkan isu itu sejenak dan katakan apa yang sebenarnya mengganggu anda..
Seorang PENJUAL akan berkata: Meskipun gelas ini setengah penuh atau setengah kosong anda akan mendapatkan ini lebih berharga daripada membeli gelas yang penuh isinya. Gelas yang penuh lebih murah dibuat secara massal dan dengan kualitas yang standar, sedangkan gelas yang ini dibuat secara khusus, terbatas jumlahnya dan dengan kualitas yang lebih bagus. Karena itu sulit mendapatkan gelas ini....
Seorang CUSTOMER SERVICE akan berkata: Saya setuju dengan anda bahwa gelas ini setengah penuh atau setengah kosong, dan kami akan mengusahakan sebisa kami untuk menambahkan isinya tanpa tambahan biaya. Tetapi, setelah melakukan pemeriksaan perlu kami sampaikan kepada anda bahwa anda mendapatkan setengah penuh karena anda membayar untuk seperempat gelas. Jadi sebenarnya anda telah mendapatkan setengah gelas dengan harga seperempat gelas. Tentu saja kami harap anda merasa beruntung, dan untuk komplain berikutnya pengembalian gelas setengah penuh sudah terkena biaya, dan tidak ada jaminan uang kembali.
Seorang PEMBANTU akan: segera berlari untuk mengisi gelas itu, tapi tidak penuh sekali karena bisa tumpah dan kena marah....
Seorang YANG SUKA DIPERSALAHKAN akan berkata: Bukan saya yang meminumnya..lho
Seorang MUSLIM/KRISTEN akan berkata: Gelas ini isinya berlimpah....
Seorang TAOIS akan berkata: Gelas ini setengah penuh dan juga setengah kosong karena tidak ada setengah jika tidak ada setengah yang lainnya, karena alam memerlukan keseimbangan, itu seperti gambar dalam 2 cermin dari suatu benda nyata. Jadi, dalam kemurnian dari kebenaran yang mutlak gelas itu tidak penuh dan juga tidak kosong, singkatnya Gelas itu ....



-->

Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget