INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------
Showing posts with label Berpikir Positif. Show all posts
Showing posts with label Berpikir Positif. Show all posts

Jangan Masukkan Kacang Ke Hidungmu!



Seorang ibu sedang menyiapkan makanan untuk putranya yang masih kecil. Dia mengosongkan kaleng kacang dan memasukkannya ke dalam panci lalu menaruhnya di atas kompor untuk memasak. 

Saat itu telepon berdering - dia memang sedang menunggu panggilan dan ingin menerimanya. Sadar bahwa dia akan meninggalkan anak laki-lakinya tanpa pengawasan selama satu atau dua menit, dan ingin mencegahnya melakukan sesuatu yang gila ketika dia keluar dari kamar, dia dengan tegas mengatakan kepada si anak, "Tetap di sini sementara aku menjawab telepon. Aku akan segera kembali; jangan bertingkah buruk, dan apa pun yang kamu lakukan, jangan buang kacang itu ... "

Analogi yang indah ini mengilustrasikan bagaimana menonjolkan yang negatif sering kali dapat menghasilkan hasil yang ingin Anda hindari. Metafora ini begitu kuat sehingga memunculkan ungkapan 'Beans up the Nose', (terjemahan bebasnya: " Jangan Masukkan Kacang Ke Hidungmu!") yang maksudnya untuk  meningkatkan kemungkinan hasil yang tidak diinginkan dengan menyoroti potensi terjadinya hal itu.

Beans up the Nose adalah cara yang bagus untuk menekankan perlunya manajer untuk menonjolkan yang positif - bukan yang negatif - ketika mengkomunikasikan instruksi kepada karyawan mereka.

Lihat teori Nudge, yang berhubungan dengan bahasa sugestif semacam ini.


UBUNTU - Kebersamaan dan Kerendahan Hati


Ada seorang ulama yang menawarkan suatu perlombaan kepada anak-anak dari salah satu suku badui Afrika.

Ia meletakkan sekeranjang buah-buahan lezat di bawah pohon, lalu berkata kepada anak-anak tersebut:
“Siapa yang pertama kali mencapai pohon ini akan mendapatkan keranjang yang penuh buah ini!”

Lalu begitu ia memberi isyarat dimulainya lomba, ia kaget bukan kepalang...ternyata semua anak-anak bergandengan tangan dan berjalan sama-sama hingga sampai ke pohon, lalu mereka berbagi buah-buahan yang lezat tadi...!!


Saat ditanya mengapa mereka berbuat demikian, padahal masing-masing punya kesempatan untuk menguasai sekeranjang buah tadi sendirian ?!!

Mereka menjawab dengan keheranan: Ubuntu ! Mana mungkin salah seorang dari kami bahagia sedangkan yang lain menderita ?!
Ubuntu menurut tradisi Suku Xhosa artinya, “Aku jadi karena kami jadi”

Inilah suku badui yang paham betul rahasia kebahagiaan, yang telah tersingkir dari orang-orang yang menganggap diri mereka diatas yang lain...
inilah rahasia yang tak lagi dijumpai dalam hampir seluruh bangsa sombong yang menganggap dirinya ‘berperadaban maju’...!!


Kebahagiaan adalah rahasia yang hanya dikenal oleh jiwa-jiwa toleran nan tawadhu’... yang selalu mengatakan ‘kami!’ dan bukan ‘saya!’

• Gunakan akalmu saat bersama ulama.
• Gunakan ilmumu saat bersama penguasa.
• Gunakan adabmu saat bersama teman.
• Gunakan kelembutanmu saat bersama keluarga.
• Gunakan kesabaranmu saat bersama orang bodoh. •

Segala sesuatu akan berkurang saat kau bagikan untuk orang lain. Kecuali kebahagiaan. Ia justru bertambah saat kau bagikan ke orang lain...

UBUNTU dijadikan proyek yang melahirkan Open Source di dunia Internet, sehingga kita bisa mengakses dan mempergunakan software secara gratis karena mereka membagikannya secara gratis untuk kemajuan umat manusia!

Konsep IKIGAI : Untuk Apa Kita Hidup?

Konsep Ikigai berbicara tentang kebahagian hidup yang berkaitan dengan pekerjaan yang anda lakukan. Tentu tidak jarang kita dengar ada orang yang meresa tersiksa atau bahkan membenci pekerjaannya tetapi ada pula yang sangat gila kerja yang sering disebut dengan workaholic. Anda bisa baca disini 10 alasan orang membenci pekerjaannya.

Bagi orang Jepang, yang terbukti sebagai bangsa yang berumur panjang, konsep Ikigai dimaknai sebagai Alasan Untuk Apa Kita Hidup, Yang membuat kita bangun pagi-pagi dengan antusias!

Mari kita mulai!
Perhatikan baik-baik gambar dibawah ini.


Peristiwa I

Jika Anda  melakukan ‘Apa yg kamu SUKA
Dengan menggunakan “Keterampilan yg kamu KUASAI” atau keahlian mu, maka hal itu disebut “KEGEMARAN”.

Anda bahkan tidak peduli apakah hasilnya dibutuhkan orang lain ataupun ada yg mau membayarnya atau tidak.

Banyak seniman dan hobbiyist melakukan hal ini demi kesenangan semata. Pemain musik Jazz yg melakukan improvisasi sedemikian rupa sehingga tidak peduli apakah pendengarnya bisa menikmatinya atau tidak, termasuk golongan ini.

Mereka tidak bisa dibayar hanya demi kepentingan konsumen.

Kekurangan: 

  1. Tidak bermanfaat bagi orang lain
  2. Tidak ada yang mau membayar
  3. Sama dengan Onani atau Masturbasi



Peristiwa II



Anda melakukan apa yang kamu suka dan dibutuhkan orang lain. Ini desebut menjalankan MISI.

Anda punya misi yg diperlukan orang lain. Anda memperjuangkan kepentingan orang lain dan Anda menyukai pekerjaan itu, meskipun belum tentu ada menguasai pekerjaan itu.

Kekurangan:

  1. Pekerjaan jadi sulit karena tidak menguasainya
  2. Tidak ada yang (mau/mampu) membayar
Positifnya:
Biasanya pelaku mau belajar untuk menguasai keterampilannya, karena dasarnya dia suka.




Peristiwa III



Anda melakukan sesuatu yang dibutuhkan oleh orang lain dan Anda dibayar untuk itu. Ini disebut sekedar Pekerjaan.

Anda tidak peduli apakah anda menyukainya atau menguasainya dengan baik, yang penting dibayar.

90 % karyawan sebenarnya ada di zona ini, yang meskipun Tidak Nyaman mereka enggan berganti pekerjaan karena merasa di Zona Nyaman. Juga karena mereka tidak ahli di bidang itu.

Kekurangan:
Orang-orang seperti ini biasanya punya motto IDLM (I don't like Monday) dan tampak sekali di hari Jumat karena TGIF (Thank God It's Friday).

Mustinya hari Senin yang dijadikan TGIF alias Thank God I'm Fresh!





Peristiwa IV

Jika Anda melakukan sesuatu dengan menggunakan keterampilan yg kamu kuasai untuk tujuan orang membayar hasil pekerjaan itu maka disebut Profesi.

Banyak karyawan melakukan hal ini melakukan sesuai keahliannya untuk mendapatkan bayaran meskipun mungkin tidak disukainya (dulunya terpaksa, sampai bisa jadi ahli).

Jangan heran kalau banyak orang yang lantas mencari hiburan selepas kerja atau saat liburan, karena melarikan diri dari kebosanan pekerjaan sehari-hari.

Kekurangan:
  1. Tidak menikmati proses pekerjaan itu sendiri
  2. Tidak bermakna, tidak bisa dibanggakan karena tidak dibutuhkan orang lain. (Sesungguhnya banyak politikus khususnya elite politik ada di kondisi ini, tanpa dia sadari sepenuhnya)



Peristiwa V


Peristiwa VI





Peristiwa VII



Peristiwa VIII







Peristiwa IX
GABUNG SEMUANYA


Jadi IKIGAI adalah
jika Anda melakukan apa yang kamu suka,
ditunjang oleh keterampilan yang kamu kuasai,
dunia membutuhkan hasil pekerjaanmu itu,
dan orang mau membayar untuk itu.

Anda akan merasa gembira, puas, berguna dan tidak was-was.
Itulah yang membuat Anda bangun pagi-pagi dengan antusias.
Itulah yang memberikan makna dalam hidup Anda.
Karenanya Anda akan bisa berumur Panjang.
Itulah IKIGAI!




Apa Itu IKIGAI ?


Jadi apa itu ikigai?
Konsep ikigai dimulai dari sebuah cerita pendek di Jepang tentang wanita yang sedang sekarat.  

Di sebuah desa kecil di luar Osaka, seorang wanita sedang koma, sekarat. Tiba-tiba dia merasa bahwa dia dibawa ke surga dan berdiri di depan suara nenek moyangnya.

"Siapa kamu?" Suara itu berkata padanya.

"Saya adalah istri walikota," jawabnya.
"Saya tidak bertanya  istri siapa Anda kecuali siapa Anda."
"Saya adalah ibu dari empat anak."
"Saya tidak bertanya ibu siapa Anda, tapi siapa Anda."
"Saya adalah seorang guru sekolah."
" Saya tidak bertanya apa profesi Anda tapi siapa Anda. "

Dan begitulah yang terjadi. Tidak peduli apa yang dia jawab, dia sepertinya tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan itu, "siapa kamu?"

"Saya adalah Shinto."
"Saya tidak bertanya apa agama Anda tapi siapa Anda."
"Akulah yang bangun setiap hari untuk merawat keluarga saya, dan merawat dan membimbing pikiran anak-anak muda di sekolah saya. "



Dengan jawaban yang terakhir itu dia lulus ujian dan dikirim kembali ke Bumi. Keesokan paginya dia terbangun saat matahari terbit, dan merasakan makna dan tujuan yang dalam. Dia menyiapkan makan siang anak-anaknya, dan merencanakan pelajaran yang menyenangkan bagi murid-muridnya hari itu. Wanita itu telah menemukan ikigai-nya. 

Ikigai merupakan kombinasi dari kata ikiru yang berarti "untuk hidup", dan kai yang bermakna "realisasi harapan seseorang". Jika digabungkan, kedua kata itu membentuk konsep "alasan untuk hidup" atau "memiliki tujuan dalam hidup". 


Banyak orang menjadikan ikigai sebagai cara untuk hidup lebih baik dan berumur panjang.

Google menerjemahkan dan mendefinisikannya sebagai "garam kehidupan."





Ini Tetap Berpengaruh untuk Yang Satu itu

Seorang anak kecil berjalan sepanjang pantai saat air surut, dimana terdapat ribuan binatang laut kecil-kecil terdampar dan menggelepar berjuang untuk tidak mati. Merasa kasihan terhadap nasib binatang-binatang kecil itu, si anak kecil mebncoba mengembalikan mereka satu demi satu ke laut.

Seorang lelaki dewasa melihat anak kecil itu sedang menolong seekor binatang kecil itu dengan mengembalikannya ke air laut, dan berkata:
"Kamu memang anak yang baik," kata orang lelaki itu, "tetapi ada jutaan yang terdampar. Kamu tidak akan membuat perbedaanatau perubahan dengan melakukan itu."
Sambil berjalan kembali dari bibir pantai, si anak lelaki menjawab, "Ini akan berpengaruh terhadap yang satu itu!"


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Tentang REVOLUSI MENTAL

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Seiring dengan kemenangan Bapak Joko Widdodo dan Yusuf Kalla dalam pilpres 9 Juli 2014, maka tampaknya kita akan memasuki era perubahan yang siknifikan (semoga) melalui kosep REVOLUSI MENTAL yang dicanangkan oleh Presiden Baru periode 2014-2019 itu. Perubahan yang siknifikan tersebut sebaiknya kita sikapi dengan kesiapan untuk berubah dari kita masing-masing agar tidak menjadi korban perubahan.

Tapi, apa sih sebenarnya Revolusi Mental itu?


Yep, Revolusi Mental teridiri atas 2 kata yakni Revolusi dan Mental. 


Revolusi (dari bahasa latin revolutio, yang berarti "berputar arah") adalah perubahan fundamental (mendasar) dalam struktur kekuatan atau organisasi yang terjadi dalam periode waktu yang relatif singkat. Kata kuncinya adalah Perubahan dalam Waktu Singkat.

Aristoteles menggambarkan pada dasarnya ada 2 jenis revolusi yakni:


  1. Perubahan sepenuhnya dari satu aturan ke yang lainnya
  2. Modifikasi terhadap aturan yang ada.
Revolusi telah banyak terjadi dalam sejarah umat manusia dan bervariasi dalam berbagai metoda, durasi, dan ideologi motivasi. Hasilnya telah terjadi perubahan besar dalam budaya, ekonomi, dan institusi sosio-politik.

Sedangkan Mental atau tepatnya Mentalitas adalah cara berpikir atau kemampuan untuk berpikir, belajar dan merespons terhadap suatu situasi atau kondisi. Contohnya, jika seseorang mengatakan anda mempunyai mentalitas anak TK, maka itu sih oke-oke saja kalau anda memang murid TK, tetapi jika anda anak SMA itu berarti anda dianggap tidak dewasa (sematang semestinya anak SMA). Tidak lucu kan, anak SMA bermental anak TK...??


Jelas bahwa kata asal mentalitas adalah mental, yang berarti 'pikiran'

Bagaimana pikiran anda bekerja itulah mentalitas anda, yaitu cara anda berpikir tentang sesuatu. Cara berpikir (mentalitas) dibentuk dari pengalaman, hasil belajar, atau pengaruh lingkungan. Contohnya, anda mungkin memiliki mentalitas kompetitif (berebutan) kalau ada makanan, karena di keluarga anda, saat makan anda semeja dan harus berbagi dengan 9 saudara. 

Jadi, Revolusi Mental dapat diartikan dengan perubahan yang relatif cepat dalam cara berpikir kita dalam merespon, bertindak dan bekerja.


Memangnya kenapa harus dirubah? Apa ada yang salah?

Banyak...., bahkan banyak sekali!

Kita sekarang telah hidup di Era Informasi yang membuat globalisasi dunia dengan pradigmanya sendiri, sementara kita masih banyak... bahkan banyak sekali terperangkap dalam paradigma atau pola pikir lama, Era Industrial maupun era agrikultural, yang sudah jauh tertingal dan banyak bertolak belakang dengan era informasi yang meng-global itu.


Apa saja sikap mental, paradigma atau cara berpikir yang sudah usang itu dan harus dirubah dalam waktu relatif singkat dan bagaimana merubahnya, silakan anda baca "Panduan Revolusi Mental" disini.



.
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Biksu dan Pengembara

-->
brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Suatu hari seorang pengembara/musafir berjalan sepanjang jalan dari satu desa ke desa lain. Sambil berjalan ia melihat seorang biarawan merawat kebun di ladang di samping jalan. Biarawan itu berkata "Selamat Siang" kepada si pengembara, dan pengembara itu mengangguk. Si Musafir lalu menoleh ke biarawan itu dan berkata "Maaf, apakah Anda keberatan jika saya mengajukan pertanyaan?".

"Sama sekali tidak," jawab biksu itu.

"Saya bepergian dari desa di pegunungan itu ke desa di lembah dan dalam hati bertanya-tanya seperti apakah desa di lembah itu?"

"Katakan padaku," kata biarawan itu, "Apa pengalaman Anda di desa di pegunungan itu?"

"Mengerikan," jawab si musafir, "jujur
​​saja saya senang berada jauh dari sana. Saya menemukan orang-orang yang paling tidak ramah.. Ketika saya pertama tiba saya disambut dingin. Saya tidak pernah dibuat merasa bagian dari desa itu tidak peduli seberapa keras saya mencoba. Penduduk desa tetap sibuk dengan diri mereka sendiri, mereka tidak ramah terhadap orang asing. Jadi katakan padaku, apa yang dapat saya harapkan dari desa di lembah itu?. "

"Saya minta maaf untuk memberitahu Anda," kata biarawan itu, "tapi saya pikir pengalaman Anda akan sama di sana".

Musafir itu menunduk sedih dan berjalan.

Beberapa saat kemudian pengembara lain sedang melakukan perjalanan di jalan yang sama dan dia juga bertemu biarawan itu.

"Saya akan ke desa di lembah," kata musafir kedua, "Apakah Anda tahu bagaimana keadaannya?"

"Ya," jawab biksu itu "Tapi pertama-tama  beritahu saya – dari mana Anda datang?"

"Saya datang dari desa di pegunungan."

"Dan bagaimana pengalaman anda disana?"

"Ya, disana saya mendapat pengalaman yang indah. Saya akan tetap tinggal jika saya bisa, tapi saya telah berkomitmen untuk berkelana.. Saya merasa seolah-olah saya adalah anggota keluarga di desa itu. Para tetua memberi saya banyak saran, anak-anak tertawa dan bergurau dengan saya dan orang umumnya baik dan murah hati. Saya sedih telah meninggalkan mereka.. Ini akan selalu menjadi kenangan khusus bagi saya. Dan bagaimana dengan desa di lembah itu? " dia bertanya lagi.

"Saya pikir Anda akan merasa sama juga disana" jawab biksuitu, "Selamat siang untuk Anda".

"Selamat siang dan terima kasih," jawab si pengembara, tersenyum, dan melanjutkan perjalanannya.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Pemandu Sorak



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Seorang anak kecil bersama teman-teman sekelasnya mengikuti audisi  untuk drama sekolah. Ibunya tahu bahwa ia bertekad untuk menjadi bagian dalam drama tersebut - seperti juga harapan semua anak lainnya. - dan dia khawatir bagaimana anaknya akan bereaksi jika  tidak terpilih.

Pada hari penentuan, ibu anak kecil itu pergi ke gerbang sekolah untuk menemui anaknya. Anak kecil itu bergegas menghampiri ibunya, dengan mata bersinar kebanggaan dan kegembiraan. 
"Coba tebak bu," teriaknya, lalu ia mengucapkan kata-kata yang memberikan pelajaran bagi kita semua, "Saya telah terpilih untuk bertepuk tangan dan bersorak."


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Orang Asing



Di bandara setelah perjalanan bisnis yang melelahkan, penerbangan kembali seorang wanita tertunda pula. Wanita itu  pergi ke toko bandara, membeli buku, kopi dan sebuah paket kecil berisi lima biskuit gingernut (kue rasa jahe). Bandara itu penuh sesak dan ia menemukan sebuah kursi di ruang tunggu, di samping orang asing. Setelah membaca beberapa menit ia menjadi larut dalam bukunya. Sambil membaca itu, dia mengambil biskuit dari paket dan mulai minum kopinya. Yang sangat mengejutkan dia, orang asing di sampingnya itu dengan tenang mengambil salah satu biskuit dan memakannya. Tertegun, ia tidak sanggup mengatakan apa-apa, bahkan untuk melihat orang asing itu. 

Dengan gugup dia terus membaca. Setelah beberapa menit ia perlahan-lahan mengambil dan makan biskuit ketiga. Hebatnya, orang asing itu mengambil gingernut keempat dan memakannya, lalu kepada wanita yang takjub itu, si pria mengambil paket dan menawarinya biskuit terakhir. Karena merasa sudah keterlaluan dan tak bisa ditolerir lagi, wanita itu dengan marah mengambil barang miliknya, memandang orang asing tersebut dengan cemberut dan berjalan menuju pintu boarding, di mana penerbangannya sekarang sudah siap. Bingung dan marah, dia merogoh tasnya untuk mengambil tiket boarding, dan menemukan paket gingernuts yang belum dibukanya  ...

Gandhi dan Sepatu



Mohandas [Mahatma] Karamchand Gandhi (1869-1948), negarawan besar India dan pemimpin spiritual ditengarai dari jiwa kemanusiaannya yang luar biasa, tidak mementingan diri sendiri dan kemurahan hatinya.

Simak saja cerita singkat berikut ini:

Gandhi sedang menaiki kereta api bersama para pengikutnya ketika sebelah sepatunya terjatuh diantara lantai stasiun dan kereta api. Karena tak bisa mengambilnya kembali, ia lalu mencopot sepatu yang tersisa dan melemparkannya ke tempat sebelah sepatunya yang jatuh tadi.

Merespons pengikutnya yang beranya-tanyaatas perbuatannya itu, Gandhi menjelaskan bahwa orang miskin yang nanti menemukan sebelah sepatu tidak akan bisa memanfaatkannya, - tentu sangat bermanfaat kalau dia menemukan sepasang.

Tiga Helai Rambut





Seorang nenek yang sangat tua suatu pagi berkaca di depan cermin. Ia hanya memiliki sisa 3 helai rambut di kepalanya, dan karena berjiwa positif ia berkata, "Sebaiknya hari ini saya kelabang rambutku ini." Jadi ia mengelabang  ketiga helai rambutnya, dan dia memiliki hari yang hebat hari itu.

Beberapa hari kemudian, saat melihat ke cermin pada pagi hari untuk mempersiapka hari itu, ia melihat hanya tinggal 2 helai rambut di kepalanya.   "Hmm, dua helai rambut... Hari ini akan kubuat belah tengah." Ia lalu sibuk membelah tengah ke dua rambutnya itu, dan seperti biasa, ia menghabiskan hari itu dengan hebat.

Sekitar seminggu kemudian, ia melihat hanya tingga satu helai rambut di kepalanya. "Satu helai rambut ya...," ia merenung, "Aku tahu, ekor kuda akan lebih baik." dan lagi, ia menjalani hari itu dengan bagus.

Esoknya ia melihat ke cermin. Kali ini kepalanya benar-benar botak.

"Akhirnya botak juga, ya," katanya kepada diri sendiri, "Betapa menyenangkan! Aku tidak harus membuang waktu megurus rambutku lagi sekarang.."



Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget