INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------
Showing posts with label Persepsi. Show all posts
Showing posts with label Persepsi. Show all posts

Orang Buta dan Gajah

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Peringatan: Cerita ini mengandung bahasa dan berpotensi 'stereotip ofensif' terhadap orang tunanetra yang bagi pembaca tertentu mungkin tidak dapat menerima. Namun begitu cerita ini signifikan secara historis dan berguna dalam debat kesetaraan / cacat, selain dari tema yang sudah jelas soal perbedaan persepsi. Nasihat saya, berhati-hatilah dalam menggunakan cerita ini. Ubahlah bahasanya bilamana perlu,  dan jika ragu-ragu tidak menggunakan cerita ini sama sekali.

Ada berbagai versi cerita tentang orang buta (tunanetra) dan gajah. 'Orang buta dan gajah' adalah sebuah legenda yang muncul dalam budaya yang berbeda - terutama di Cina, Afrika dan India – kisahnya sudah ada sejak ribuan tahun. Beberapa versi dari cerita ini menampilkan tiga orang buta, yang lain lima atau enam, tapi pesan tersebut selalu sama. Berikut ini cerita dari enam orang buta dan gajah:

Enam orang buta membahas secara detil apa yang mereka percayai sebagai gajah, karena masing-masing telah mendengar betapa anehnya makhluk itu, namun tidak ada yang pernah melihat sebelumnya. Jadi para orang buta itu setuju untuk menemukan gajah dan mencari tahu seperti apa hewan itu sesungguhnya.





Mereka tidak butuh waktu yang lama untuk menemukan gajah di sebuah pasar terdekat. Orang buta pertama mendekati binatang itu dan merasakan sisi samping datar hewan. "Sepertinya gajah itu seperti dinding," katanya kepada teman-temannya.

Orang buta kedua mengulurkan tangan dan menyentuh salah satu gading gajah. "Tidak, ini bulat dan halus dan tajam - gajah itu seperti tombak."

Penasaran, orang buta ketiga melangkah ke gajah dan menyentuh belalainya. "Yah, aku tidak setuju dengan kalian, aku merasa hal yang menggeliat menggeliat - pasti gajah seperti ular."

Orang buta keempat tentu saja menjadi lumayan bingung. Jadi, ia mengulurkan tangan, dan meraba kaki gajah. "Anda semua berbicara omong kosong," katanya, "karena jelas gajah itu seperti pohon."

Sangat bingung, orang buta kelima melangkah maju dan meraih salah satu telinga gajah. "Anda semua pasti gila - gajah itu persis seperti kipas."

Akhirnya, orang keenam mendekat, memegang ekor binatang itu, dan tidak setuju lagi. "Bukan seperti deskripsi kalian semua - gajah itu seperti seutas tali."

Dan ke enam orang buta terus berdebat, berdasarkan pengalaman mereka sendiri, seperti apa gajah itu. Perdebatan itu tidak pernah bisa terselesaikan. Setiap orang hanya peduli dengan pikiran mereka sendiri. Tak satu pun dari mereka memiliki gambaran lengkap, dan tidak bisa melihat dari titik pandang lain. Setiap orang melihat gajah sebagai sesuatu yang sangat berbeda. Setiap orang buta benar, tetapi hanya sebagian, tidak ada yang sepenuhnya benar.

Tidak pernah ada hanya satu cara untuk melihat sesuatu - selalu ada perspektif yang berbeda, makna dan persepsi, tergantung siapa yang melihat.



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Biasanya Begitu

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Konon ini juga berdasarkan pada kejadian nyata. 

Seorang konsultan manajemen mutu sedang mengunjungi sebuah perusahaan manufaktur kecil dan agak kuno di Inggris, untuk memberikan saran bagi peningkatan efisiensi operasi secara umum.  Penasihat itu sedang meneliti laporan harian tertentu yang berurusan dengan aspek produktivitas, tingkat absensi, kegagalan mesin, down-time, dll.

Laporan yang sedang dibacanya itu berupa fotokopian untuk yang kesekian kalinya,  beberapa generasi dari master-asli, sehingga judul dan deskripsinya  cukup  sulit dimengerti. Pada fotokopian itu di sudut kanan atas, ada sebuah kotak kecil yang terdapat  tulisan tetapi tidak jelas sama sekali. Penasihat itu tertarik untuk mencatat angka '0 'telah ditulis dalam  setiap laporan harian selama setahun terakhir. 





Saat mempertanyakan hal itu kepada para staf yang menyelesaikan laporan itu, ia mengatakan bahwa mereka memang selalu menempatkan nol di dalam kotak itu. Dan, ketika ia bertanya mengapa begitu, mereka saling memandang kosong satu dengan lainnya.
"Hmmm .., saya tidak yakin tentang itu," kata mereka masing-masing, "Pastinya kita biasa melakukannya seperti itu."

Penasaran, konsultan tersebut memeriksa arsip untuk melihat apakah ia dapat menemukan bentuk yang lebih jelas, untuk menemukan apa yang awalnya dilaporkan dan apakah itu benar-benar  dibuat untuk maksud yang signifikan. Ketika ia menemukan laporan tua, ia melihat bahwa penempatan nol terus berlanjut tak terputus setidaknya tiga puluh tahun terakhir - namun tidak satupun dari laporan itu lebih jelas daripada yang saat ini digunakan. 

Sedikit frustrasi, ia mengemas kertas-kertas tua itu dan berbalik untuk  meninggalkan ruangan, tapi ada sesuatu menarik perhatiannya. Dalam  kotak lain ia melihat sebuah folder, yang memberikan harapan karena berjudul 'bentuk master’. 

Benar saja di dalamnya ia menemukan laporan harian asli bukan fotokopi, dalam kondisi murni. Di sudut kanan atas ada kotak misterius, dengan judul jelas .....  “Jumlah Serangan Udara Hari ini”.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Tak ada Pintu Keluar

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan





Seorang pria menginap di hotel untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Setelah ‘check in’ ia naik ke kamarnya.

Lima menit kemudian dia menelepon resepsionis dan berkata: "Anda telah memberi saya sebuah ruangan tanpa pintu keluar. Bagaimana saya pergi?."

Si resepsionis berkata, "Pak, itu tidak masuk akal. Apakah Anda sudah memeriksa semua pintu?."

Pria itu berkata, "Yah, ada satu pintu yang mengarah ke kamar mandi. Ada pintu kedua yang masuk ke kloset.. Dan ada pintu yang belum saya coba, tetapi disitu tergantung tanfa 'Do Not Disturb!’ (jangan diganggu).


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Karyawan Baru

Berikut ini 2 cerita pendek yang memberikan contoh lucu dari berpikir lateral dan inisiatif, serta kurangnya pelatihan staf di tempat kerja. Akan lebih baik untuk melatih orang dengan benar daripada berasumsi bahwa karyawan yang baru memiliki inisiatif yang diperlukan untuk bekerja yang keluar dari diri sendiri tentang apa yang mereka harus lakukan ..



Kisah pengemudi baru bis


Ketika mengangkut beberapa pasien mental dari satu tempat aman ke tempat yang lain, sopir bus yang baru diangkat berhenti di pinggir jalan sebuah restoran untuk melepaskan hajat. Setelah kembali ke bus, ke semua dua puluh pasien sudah tidak ada. Sebagai orang yang banyak akal dan takut konsekuensi dari kelalaiannya, ia pergi ke halte bus berikutnya, di mana ia mengaku sebagai pengganti untuk layanan bis reguler. Membiarkan dua puluh orang naik, sopir langsung menuju tempat tujuannya, di mana ia memperingatkan staf di gerbang bahwa 'pasien' telah diperdaya dan sangat berbahaya. Tentu saja para 'pasien' yang normal itu menjadi marah tetapi karena dikira memang pasien sakit jiwa mereka langsung  dipindahkan,  dibius dan masukkan ke sel, dan tetap dalam kurungan selama tiga hari, sampai  staf  mampu  memeriksa  catatan dan mengkonfirmasi identitas mereka yang sebenarnya. Para pasien yang sebenarnya  tidak pernah ditemukan.


Kisah pembersih lift baru


Seorang karyawan hotel yang baru diminta untuk membersihkan lift dan melaporkan kembali kepada supervisor ketika tugas selesai. Ketika karyawan tidak muncul pada jam pulang kerja supervisor beranggapan bahwa seperti banyak orang lain dia hanya tidak menyukai pekerjaan itu dan pergi begitu saja. Namun, setelah empat hari supervisor berpapasan dengan karyawan baru itu. Dia sedang membersihkan di salah satu lift. "Kamu pasti belum selesai membersihkan lift ini selama empat hari, kan?" tanya pengawas, menuduh. "Ya Pak," kata karyawan, "Ini adalah pekerjaan besar dan saya belum selesai - Bapak tentu tahu ada lebih dari empat puluh jumlahnya, dua di setiap lantai, dan kadang-kadang mereka bahkan tidak disitu .."

Orang Asing



Di bandara setelah perjalanan bisnis yang melelahkan, penerbangan kembali seorang wanita tertunda pula. Wanita itu  pergi ke toko bandara, membeli buku, kopi dan sebuah paket kecil berisi lima biskuit gingernut (kue rasa jahe). Bandara itu penuh sesak dan ia menemukan sebuah kursi di ruang tunggu, di samping orang asing. Setelah membaca beberapa menit ia menjadi larut dalam bukunya. Sambil membaca itu, dia mengambil biskuit dari paket dan mulai minum kopinya. Yang sangat mengejutkan dia, orang asing di sampingnya itu dengan tenang mengambil salah satu biskuit dan memakannya. Tertegun, ia tidak sanggup mengatakan apa-apa, bahkan untuk melihat orang asing itu. 

Dengan gugup dia terus membaca. Setelah beberapa menit ia perlahan-lahan mengambil dan makan biskuit ketiga. Hebatnya, orang asing itu mengambil gingernut keempat dan memakannya, lalu kepada wanita yang takjub itu, si pria mengambil paket dan menawarinya biskuit terakhir. Karena merasa sudah keterlaluan dan tak bisa ditolerir lagi, wanita itu dengan marah mengambil barang miliknya, memandang orang asing tersebut dengan cemberut dan berjalan menuju pintu boarding, di mana penerbangannya sekarang sudah siap. Bingung dan marah, dia merogoh tasnya untuk mengambil tiket boarding, dan menemukan paket gingernuts yang belum dibukanya  ...

Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget