INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------
Showing posts with label Customer Service. Show all posts
Showing posts with label Customer Service. Show all posts

Standar Baru: Komunikasi Video


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Komunikasi Video dengan cepat mengubah cara orang berinteraksi dan berbisnis. Milyaran dolar dibelanjakan orang setiap tahunnya pada produk Komunikasi Video, ... dan metoda tradisional dalam melakukan bisnis kini menjadi USANG! Penelitian oleh Polycom menunjukkan bahwa pasar komunikasi terpadu (integrasi layanan komunikasi real time seperti pengolahan pesan instan, konferensi video, berbagi data, dll) dalam waktu dekat akan mencapai nilai $10 miliar.

Video Komunkasi tidak hanya membuat pelanggan anda terlibat aktif, tetapi juga membuat biaya anggaran anda menjadi renda! Anda tak perlu lagi membuang-buang waktu dan biaya yang tidak perlu seperti pergi ke tempat pertemuan, karena bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien langsung dari rumah, kantor, atau perangkat mobile anda.

Siaran langsung, Konferensi Video, dan Berbagi Desktop adalah metoda adalah metode yang cepat dan ramah anggaran untuk berkomunikasi secara langsung ke seluruh dunia. Talk Fusion CONNECT merupakan pemuka yang mampu membawa semuanya bersama-sama menjadi satu, 3-in-1.
Menurut outlet berita konektivitas onestopclick.com, Konferensi Video diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar $10,6 juta pada tahun 2016, dengan tingkat pertumbuhan sekitar 19,5%!. Konferensi Video SAJA menghasilkan miliaran pendapatan bagi perusahaan yang menawarkannya sebagai satu produk dasar.

Periksa sendiri angka pendapatan Konferensi Video & Pemasaran Internet Tahun 2012 di bawah ini:

Jika satu produk dapat menghasilkan MILIARAN pendapatan, bisa anda bayangkan apa yang dapat dicapai oleh produk 3-in-1 seperti Connect dari Talk Fusion


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Kebijakan Bank



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Saya yakin ini adalah kisah nyata dari sebuah bank. 

Bank yang bersangkutan telah memperkenalkan biaya yang akan  dikenakan ketika orang membayar dengan cara dikreditkan ke rekening milik bank yang berbeda. Biayanya adalah Rp 5.000 dan telah berlaku selama 6 bulan atau lebih.

Karena untuk keperluan tertentu, seorang wanita kelas atas memasuki  bank itu dan menunjukkan kepada kasir cek yang dia minta untuk dibayarkan ke rekening milik bank yang berbeda.

Kasir itu memberitahu si wanita akan adanya biaya sebesar Rp 5.000. 

Dengan marah, si wanita mengatakan kepadanya, "Terakhir kali saya melakukan ini, saya tidak dikenakan biaya."

Untuk itu si kasir segera menjawab, "Nah kalau begitu biayanya menjadi satu Rp 10.000 ..."

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Penumpang Sewot

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Diduga ini kisah nyata dari bandara lama di Denver: 

sebuah perusahaan penerbangan besar telah membatalkan penerbangan yang sangat sibuk dan satu-satunya agen check-in super sibuk mencoba mengatur penerbangan pengganti bagi semua penumpang yang terlantar.

Seorang pria yang sangat marah dan agresif menerobos ke depan antrian untuk menghadapinya. Dia mengatakan bahwa dia penumpang kelas satu dan menuntut untuk pergi pada penerbangan itu. Agen itu dengan sopan menjelaskan situasi dan meminta orang tersebut mengantri di tempatnya.


Pria itu melotot padanya, "Tahukah Anda siapa saya?"


Agen itu dengan tenang mengambil mikrofon untuk pengumuman, dan mengumumkan ke bandara, "Ini meja 64 (maskapai xxx). Disini ada  seorang pria yang tidak tahu siapa dia. Kalau ada yang bisa datang kesini dan mengidentifikasinya silahkan melakukannya. 

Orang itu yang sekarang jadi merah padam karena marah, berteriak  padanya, "Yeah f ** k You .." 

"Dan Anda harus antre untuk yang itu juga, Pak ..", jawab sang agen.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Kunci dan Gembok



Sebuah keluarga Inggris sedang berlibur di sebuah rumah mobil (caravan) sewaan di Amerika Serikat. Perjalanan melalui California mereka mengunjungi taman hiburan Gunung Sihir dekat Los Angeles. Sore hari, setengah jalan menuju hari yang paling menyenangkan di taman, ayah, ibu, dan tiga anak-anak itu tiba di sebuah wahana taman kendaraan gantung yang sangat curam. Dalam antrian, petugas taman memperingatkan semua orang tentang risiko kehilangan topi, kacamata, koin, kunci, dll, dan peringatan ini digemakan oleh tanda-tanda besar di sekitar perjalanan. Dalam perjalanan itulah, Ayah kehilangan kunci-kunci.

Karena rumah mobil itu adalah kendaraan pengganti dari mobil yang mengalami gangguan pada hari libur sebelumnya, maka tidak ada kunci cadangan. Ada enam kunci dalam kelompok yang hilang: pengapian, pintu depan, pintu samping, tangki bahan bakar, tangki elpiji, dan lemari penyimpanan.

Para petugas taman mengantar keluarga itu kembali ke rumah mobil mereka dan  menunjukkan cara yang paling tidak merusak untuk masuk ke dalamnya.

Untungnya ada jendela yang dibiarkan sedikit terbuka, yang memungkinkan anak kedua bisa menjulurkan tangannya dan membuka pintu dari dalam.

Di dalam rumah mobil Ayah dan Ibu membahas apa yang harus dilakukan. Mereka benar-benar terdampar.

Anak kedua mengatakan dia telah menemukan kunci itu - tetapi tidak ada yang mendengarkan dengan benar. "Mungkin ini akan cocok, saya akan mengambilnya." (Optimisme anak kecil tentu saja tidak mengenal batas.)

Tidak berpikir bahwa kunci pemuda kecil itu akan cocok, Ayah mencobanya. Ternyata kunci itu pas untuk kunci kontak - dan pintu pengemudi. Anak kedua menjadi pahlawan. Tampaknya dia menemukan kunci itu di lemari ketika mengemas pakaiannya segera setelah rumah mobil ini ditukar dengan kendaraan pertama yang rusak.

Keesokan harinya keluarga itu kembali ke lokasi kemah, dan Ayah menghubungi tukang kunci lokal untuk melihat apa yang bisa dilakukan.

"Saya mungkin bisa membuat kunci baru, jika Anda membawa kendaraan itu kesini," kata tukang kunci. Keluarga itu pergi ke tukang kunci, yang tempat bisnisnya terletak di sebuah pusat perbelanjaan kecil di pedesaan California.

Tukang kunci ini melihat rumah mobil itu, dan mengatakan ia akan mencoba."Jika Anda datang kembali dalam satu jam aku akan tahu lebih baik apa yang bisa kulakukan untukmu."

Keluarga itu pergi ke toko-toko terdekat dan bar untuk melewatkan waktu. Ayah kembali ke tukang kunci untuk melihat apa yang dilakukan. Tukang kunci itu mengatakan ia merasa bisa membuat kunci baru untuk semua kunci, tapi itu akan makan waktu yang lumayan lama.

Ternyata pekerjaan itu mengambil sebagian besar hari. Keluarga itu berkeliaran di sekitar tukang kunci, mengunjungi lagi toko-toko, dan menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan kecil itu. Sambil membuat kunci-kunci baru, tukang kunci itu berbicara dengan keluarga itu tentang Inggris, tentang Amerika, tentang wahana di Las Vegas, tentang rumah mobil, tentang bisnis, tentang kunci, tentang keluarga dan anak-anak, tentang banyak hal.

Sore hari tukang kunci mengatakan ia hampi selesai - "Tapi Anda punya waktu untuk pergi cari makan jika Anda ingin. Saat anda kembali nanti, ini pasti sudah selesai.." Jadi keluarga pergi ke bar burger untuk makan.

Satu jam kemudian keluarga itu kembali ke toko tukang kunci itu. Saat itu pukul 4:00 soredan mereka sudah berada di pusat perbelanjaan itu sejak pukul 10.00 pagi.

Ketika Ayah memasuki toko tukang kunci itu, si tukang kunci tersenyum. Dia menempatkan dua renceng kunci baru berkilauan di meja. "Ini dia - satu set baru kunci untuk semua kunci, dan satu set cadang juga," kata tukang kunci itu. 
Ayah yang metawarkan kartu kredit dengan rasa terima kasih.

"Anda tahu, saya sudah memiliki waktu yang hebat hari ini bersama kalian," kata tukang kunci, "Anda dapat memilikinya secara gratis."




Ini adalah kisah nyata. Ini terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu. Saya masih memberitahu orang tentang itu hingga sekarang, seperti saya lakukan ini. Perusahaan itu adalah Newhall Valencia Lock & Key, di El Centro Shopping Center, Canyon Country, California. Perusahaan ini memberi saya dan keluarga saya sebuah pengalaman yang melampaui layanan pelanggan, dan saya sangat gembira ketika saya menemukan kartu nama mereka di laci dapur saya keesokan harinya, karena mendorong saya untuk berbagi kisah ini dan untuk benar-benar menyampaikan terima kasih.

Catatan akhir: Saya tidak menyarankan bahwa layanan pelanggan yang hebat adalah dengan memberikan produk dan jasa Anda secara gratis. Jelas itu bukan model bisnis khususnya yang berkelanjutan. Apa yang saya katakan adalah bahwa ada kalanya Anda akan melihat kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sangat khusus untuk pelanggan, atau untuk orang lain, dan ketika Anda melakukannya, riak 'kerikil baik' Anda dapat meregang ke seluruh dunia, dan berlangsung selama bertahun-tahun. Jadi, dalam batas-batas apa yang mungkin dan layak untuk Anda, lakukanlah sesuatu yang baik setiap kali Anda bisa untuk membuat riak-riak Anda sendiri.


Menjual itu Memberi, BUKAN Mengambil (Keuntungan) !!




   


Menjual (Sell) – secara umum berarti menyediakan atau menukar produk atau jasa kepada seseorang dengan imbalan uang. Bagi kebanyakan orang hari ini,  gagasan menjual dimaknai sebagai mempengaruhi atau membujuk  dan menyarankan seseorang untuk membeli, dengan penekanan pada keuntungan bagi si penjual dari transaksi tersebut.

Padahal, asal-usul awal kata menjual/sell   dalam pengertian yang paling murni justru bertujuan untuk  memberikan manfaat yang lebih kepada pembeli daripada penjual. Fokus yang kuat untuk pencapaian hasil yang positif bagi pembeli ini  kini secara tegas telah (kembali) menjadi metodologi menjual modern di mana empati, integritas, kepercayaan, dan keberlanjutan adalah pusat perhatian untuk proses penjualan. 

Kata Sell (Menjual) dalam bahasa Inggris adalah kata yang sangat tua dengan asal-usul bahkan lebih tua. Sebelum tahun 1200 muncul kata sellen, berevolusi dari sellan, yang muncul dalam puisi epik Inggris kuno Beowulf, pertama kali ditulis sekitar 725 Masehi. Pada saat itu kata sellan membawa arti lebih luas dari sekedar memberi, dan bertukar dengan uang. Kita bisa melihat makna yang lebih luas dalam bahasa serumpun (kata dengan akar yang sama) dari kata sell/menjual yang berkembang dalam bahasa lain. Dalam bahasa Frisian Lama (Belanda kuno) kata sella dimaksudkan untuk memberikan. Dalam bahasa Saxon kuno kata sellian dimaksudkan untuk memberikan. Dalam bahasa Norse Lama kata salja dimaksudkan untuk menyerahkan (sesuatu untuk orang lain). Kata saljan pada bahasa  Gothic  kuno dimaksudkan untuk menawarkan pengorbanan.Terkait dengan makna ini, kata sulu pada bahasa Slavia Tua adalah kata untuk seorang utusan, dan untuk akhiran pada bahsa Latin kata selere membawa arti mengambil nasihat atau saran. 

Pemahaman yang pada umumnya sekarang ini (sebelum era informasi) diderivasi dari  bahasa Indo-Eropa kuno, di mana kata-kata sol dan sel dimaksudkan untuk mengambil. Hanya dalam waktu yang relatif singkat, terutama di era industri dimana kapitalisme berkembang tak terkendali, kata sell/menjual sangat berfokus pada keuntungan penjual. Dan kita semua tahu,  menjual dengan cara atau fokus sperti ini, jarang bisa beroperasi secara berkelanjutan. 

Selling/Menjual adalah benar-benar hal yang berkelanjutan - sebagaimana profesi, karier, dan kegiatan usaha - jika berfokus terutama pada manfaat bagi pelanggan. Penjual dalam hal ini adalah enabler, seorang utusan, fasilitator - seorang pemberi. Secara mengagumkan, sejarah kata sell/menjual mengajarkan kita bagaimana cara terbaik untuk menggambarkan dan memberlakukan aktivitas menjual yang sesungguhnya dan semestinya.

Perangko



Para karyawan di sebuah panti jompo bertanya-tanya melihat salah seorang penghuninya terus berkumur-kumur dengan cairan pencuci mulut yang biasa dipakai membunuh kuman di mulut. Mereka bertanya kepada wanita tua itu kenapa, tetapi dia hanya menjawab kalau sesuatu telah terjadi di kantor pos. 

Inilah yang sebenarnya terjadi:

Seorang wanita tua, yang jarang keluar rumah, suatu hari pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat. 

Ia membeli sebuah perangko, tetapi karena antrian di belakangnya panjang maka ia bergeser ke samping untuk memberi kesempatan orang lain dilayani. Setelah memasukkan uang kembaliannya ke dompet, ia lalu menjilat perangkonya dan menempelkannya ke surat. Tetapi ternyata perangko itu tidak mau melekat.

"Maaf, perangko ini tidak mau melekat," kata wanita tua itu.

"Anda harus melepaskan kertas di bagian belakang perangko itu," jelas karyawan kantor pos.

Si wanita tua mengenakan kacamatanya, lalu mencoba melepaskan kertas dibalik perangkonya, setelah itu ia menjilatnya kembali.

"Ini tetap tidak mau melekat," sela si wanita tua itu lagi.

"Itu perangko yang melekat sendiri," jawab pegawai pos.

"Tetapi yang ini tidak mau melekat sama sekali - pasti ada sesuatu yang salah ini," tuntut wanita tua itu.

"Wah, dia tidak bisa melekat karena anda telah menjilatnya,"kata pegawai pos.

"Eh, sekarang saya benar-benar bingung," kata wanita tua itu.

"Baik, kesinikan saja perangko itu dan saya akan mengeposkannya untuk anda," kata si petugas, dan mencoba sebisanya untuk menjelaskan kepada wanita tua itu, lanjutnya, "Perangko jenis baru ini tidak perlu dijilat, karena bisa melekat sendiri. Karena itu menghemat waktu. Semuanya sudah dibuat mudah lengket."

Wanita tua itu memandang bengong kepada si petugas.

"Begini," kata petugas yang bermaksud baik tetapi agak putus asa itu, "Bayangkan saja semua perangko itu telah dijilat...."

Mendengar itu si wanita tua segera bergegas keluar dan menyeberang jalan menuju sebuah apotik.

Pendeta dan Petani


-->
Seorang buruh tani tua berjalan dengan susah payah melalui salju yang membekukan beberapa kilo meter menuju sebuah kapel untuk mengikuti ibadat hari Minggu. Tak seorangpun yang datang dan ada disana, kecuali pendetanya. 

"Saya tidak yakin cukup berharga untuk tetap melakukan ibadat, - mungkin lebih baik kita pulang ke rumah kita yang hangat dan menikmati minuman panas?" tanya si pendeta, mengharapkan reaksi yang saling menguntungkan dari pengunjung satu-satunya ini.

"Ah, saya cuma petani sederhana," kata si buruh, "Tetapi waktu aku memberi makan ternakku, dan hanya ada satu yang datang, saya pasti tidak akan meninggalkannya kelaparan."

Si pendeta yang merasa malu dengan sindiran itu memberikan pelayanan ibadat, - semua ritual, lagu dan bacaan injil, membunyikan bel dan lain-lain, yang seluruhya berjalan 2 jam diselesaikannya dengan baik. Ia merasa puas dan bangga, tak satupun detil yang terlewatkan. Tugasnya telah dijalankan dengan baik. Si pendeta mengucapkan terimakasih kepada petani tua itu atas pembelajaran berharga yang diperolehnya.

"Apakah tadi itu ok?" tanya si pendeta saat mereka berdua berjalan pulang.

"Ah saya cuma petani sederhana," kata si buruh, "Tetapi kalau saya memberi makan ternak-ternakku dan jika cuma ada satu yang lapar, saya tidak akan memaksanya memakan semua makanan yang saya siapkan untuk seluruh ternak..."

Dari pelajaran diatas saya kira anda sudah sangat memahami maksudnya, yakni segala sesuatunya harus disesuaikan dengan kebutuhan bukan karena tugasnya demikian lalu harus melakukan seluruhnya.


-->

Empat Lilin

Klip video ini sangat bagus untuk mengilustrasikan komunikasi, terutama berkaitan dengan pelayanan pelanggan (customer service).  





Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget