INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------

Contoh Faktor-Faktor Balanced Scorecard



 DepartemenArea
 KeuanganReturn On Investment (ROI)
Arus Kas/Cash Flow
Return on Capital Employed (ROCE)
Hasil Keuangan (kuartalan/tahunan)
Proses Bisnis Jumlah aktivitas per fungsi
Aktivitas yang dobel antar fungsi
Penyelarasan proses (apakah proses yg benar di departemen yang benar?)
Proses yang 'bottlenecks'
Proses otomatis
SDMApakah tingkat keahlian sudah sesuai dengan pekerjaan?
"Employee turnover"
Kepuasan kerja/Job satisfaction
Kesempatan Training/Learning 
PelangganKinerja pengiriman ke pelanggan / Delivery performance to customer
Kinerja Mutu untuk pelanggan / Quality performance for customer
Tingkat Kepuasan Pelanggan / Customer satisfaction rate
Persentase Pelanggan di Pasar / Customer percentage of market
Tingkat Retensi Pelanggan / Customer retention rate 

 Bila organidasi telah menganalisa hasil spesifik dan terukur dari parameter diatas, mereka dapat mulai menggunakan pendekatan Balanced Scorecard untuk memperbaiki area-area yang diperlukan.
Ukuran yang ditetapkan haruslah bersifat SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Timely) - anda tidak dapt memperbaiki yang tidak adapat anda ukur, dan sistem pengukuran harus selaras dengan Rencana Strategis Organisasi.
Pendekatan Balanced Scorecard biasanya menggunakan 4 perspektif, yakni:
  1. Finansial
  2. Proses Bisnis (Internal)
  3. SDM (Learning & Growth)
  4. Pelanggan
Masing-masing pespektif tersebut saling bergantungan/terkait, perubahan di suatu area tidak menjamin perbaikan di area yang lain.










No comments:

Post a Comment

Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget