INTRODUKSI

Panduan untuk karir, pelatihan manajemen dan bisnis, pengembangan organisasi, pengembangan diri, inspirasi, ide-ide inovatif, pengetahuan, latihan, metoda, template, dan sebagainya.
----------------------------

Matriks Analisisi SWOT - Dalam Bisnis/Pemasaran

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Faktor INTERNAL vs EKSTERNAL

Analisis SWOT modern dalam bisnis dan pemasaran biasanya terstruktur sehingga grid  matriks 2x2dapat dibuat, menurut dua pasang dimensi.

Kekuatan dan Kelemahan, yang 'dipetakan' atau 'digambarkan' melawan Peluang dan Ancaman.

Untuk memperjelasnya dari sudut pandang yang logis, maka dalam membuat analisis SWOT di kebanyakan situasi bisnis dan pemasaran, Kekuatan dan Kelemahan dianggap sebagai faktor internal, sedangkan Peluang dan Ancaman dianggap sebagai faktor eksternal.

Berikut adalah penjelasan secara lebih rinci:

Strengths
&
Weaknesses
Lingkungan
internal -
situasi
di dalam perusahaan atau
organisasi
Misalnya: faktor yg berhubungan dgn produk, harga, biaya, profitabilitas, kinerja, kualitas, SDM, keterampilan, adaptabilitas, merek, pelayanan, reputasi, proses, infrastruktur,dll.Faktor-faktor saat ini 
Opportunities
&
Threats
Lingkungan
eksternal -
situasi
di luar 
perusahaan atau organisasi
Misalnya: faktor yg berhubungan dgn pasar, sektor usaha, pengunjung, model, musim, tren, kompetisi, ekonomi, politik, masyarakat, budaya, teknologi, lingkungan, media, hukum, dll.  Faktor-faktor
yang akan datang

Matriks SWOT (matriks 2x2 menggunakan katagori internal/eksternal)

Berikut adalah ekstensi tipikal analisis SWOT dasar  'berbasis-aksi' 2x2 matriks SWOT. 

Analisis SWOT dalam format ini bertindak sebagai alat pengambilan keputusan yang cepat, di luar data yang lebih rinci yang biasanya akan dimasukkan ke dalam proses perencanaan bisnis untuk masing-masing faktor SWOT. 

Berikut model matriks 2x2 yang juga menyarankan tindakan untuk masalah yang timbul dari analisis SWOT, menurut empat kategori yang berbeda:

Strengths (internal)Weaknesses (internal)
Opportunities
(external)
strengths/opportunities

prioritas alami jelas 

Cenderung menghasilkan ROI terbesar (Return On Investment)

Kemungkinan akan tercepat dan termudah untuk diterapkan.

Mungkin langsung disetujui rencana-aksi atau studi kelayakannya.

Pertanyaan Eksekutif: "Mengapa kita tidak melihat daerah-daerah tersebut dan memprioritaskannya?"
weaknesses/opportunities

Pilihan berpotensi menarik 

Mungkin akan menghasilkan yang baik jika mampu dan implementasi yang layak.

Berpotensi lebih menarik dan bermanfaat jika ada perubahan, tantangan, taktik kejutan, dan mampu menangani perbaikan.

Pertanyaan Eksekutif: "Apa yang benar-benar menghentikan kita melakukan hal-hal ini, asalkan benar-benar cocok, realistis dan substansial?" "
Threats
(external)
strengths/threats

mudah untuk mempertahankan 

Hanya kesadaran dasar, perencanaan, dan pelaksanaan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan ini.

Investasi dalam masalah ini umumnya aman dan diperlukan.

Pertanyaan Eksekutif: "Bisakah salah satu dari ancaman ini akan berubah menjadi peluang?"
weaknesses/threats 

risiko yang berpotensi tinggi 

Penilaian risiko penting.

Jika risiko rendah maka kita harus mengabaikan masalah ini dan tidak akan terganggu oleh mereka.

Jika risiko tinggi kita harus menilai kesenjangan kemampuan dan berencana untuk mencegah dengan cara dikontrol sangat spesifik.

Pertanyaan Eksekutif: "Apakah kita secara akurat menilai risiko masalah ini, dan apakah risiko tinggi yang bisa dikendalikan dengan rencana handal untuk menghindari?"
N.B. Analisis SWOT adalah alat yang fleksibel. Tidak hanya digunakan dalam bisnis dan pemasaran.

Agar dicatat bahwa ketika SWOT digunakan dalam situasi di luar bisnis dan pemasaran, kategorisasi yang ketat dari dimensi SWOT (sesuai dengan faktor 'internal' dan 'eksternal') dapat membatasi, sehingga interpretasi yang lebih terbuka dapat membantu dalam keadaan seperti itu, terutama ketika menilai Peluang dan Ancaman .

Juga berhati-hati jika menggunakan model analisis SWOT hanya sebagai matriks 2x2, yang mengasumsikan kategorisasi faktor internal dan eksternal (dan terutama membatasi penilaian ancaman dan peluang faktor eksternal saja), bisa mudah kehilangan ancaman dan peluang tertentu yang bisa eksis (secara internal) dalam perusahaan / organisasi. Beberapa ancaman internal dan peluang bisa sangat substantif misalnya peluang seperti : hemat energi, proses perbaikan, pelatihan, iklan, atau menghentikan produk merugi, atau ancaman seperti : desersi atau staf kunci, hilangnya kontrak-kontrak besar, untuk menyebut beberapa ancaman yang biasanya selalu hadir dalam perusahaan komersial besar.

Karena itu metode 'internal / eksternal' SWOT matriks 2x2 yang 'sederhana' tersebut bukanlah alat tunggal yang handal untuk mengidentifikasi semua ancaman dan peluang dalam organisasi, atau untuk situasi lain.

Perhatikan dari Sejarah Asal-Usul Analisis SWOT (baca disini)  bahwa metodologi SWOT tidak dimulai, dan tidak dioperasikan sebagai matriks 2x2 'internal / eksternal' sesederhana yang biasa kita lihat sekarang. Khususnya aplikasi asli dari model SWOT tidak membatasi hanya ancaman dan peluang faktor eksternal. Sebaliknya, enam aspek kunci dari bisnis yang bersangkutan (yaitu: produk, proses, pelanggan, distribusi, keuangan, administrasi) masing-masing dinilai dengan menggunakan model SWOT. Setiap aspek diperhitungkan sesuai dengan keempat elemen SWOT. Jadi, jika hari ini ketika kita menerapkan model SWOT untuk seluruh bisnis dengan mengabaikan ancaman internal dan peluang, maka analisis tersebut dapat membuang beberapa masalah yang berpotensi serius.

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Metode dan Contoh Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Analisis SWOT adalah alat yang sangat berguna untuk memahami dan pengambilan keputusan untuk segala macam situasi dalam bisnis dan organisasi. SWOT adalah singkatan dari Strenghts (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), Threats (Ancaman). Informasi tentang asal-usul dan penemu analisis SWOT dapat anda baca disini. Analisis SWOT menyediakan kerangka kerja yang baik untuk meninjau strateg , posisi dan arah perusahaan atau proposisi bisnis, atau ide lain.

Membuat analisis SWOT cukup sederhana, dan merupakan subjek yang baik untuk sesi lokakarya (Workshop Sessions). Analisis SWOT juga bekerja dengan baik dalam pertemuan brainstorming.

Gunakan analisis SWOT untuk perencanaan bisnis, perencanaan strategis, evaluasi pesaing, pemasaran, pengembangan bisnis & produk serta laporan penelitian . Anda juga dapat menggunakan analisis SWOT untuk Team Building.

Perhatikan bahwa analisis SWOT sering diartikan dan digunakan sebagai Analisis SWOT Matrix 2x2, terutama dalam perencanaan bisnis dan pemasaran .

Selain metode 2x2 matriks ini, analisis SWOT juga merupakan metode yang diakui secara luas untuk mengumpulkan, menata, menyajikan, dan mereview data perencanaan yang luas dalam bisnis yang lebih besar atau proses perencanaan proyek.

Lihat juga analisis PEST, yang mengukur pasar bisnis dan potensi sesuai dengan faktor-faktor eksternal, Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi. Akan sangat membantu untuk menyelesaikan analisis PEST sebelum analisis SWOT. Dalam situasi lain mungkin lebih berguna untuk menyelesaikan analisis PEST sebagai bagian dari, atau setelah, analisis SWOT. Lihat juga Porter Five Forces Model, yang digunakan untuk menganalisis posisi kompetitif.

Catatan: Jika Anda menggunakan Analisis SWOT sebagai metode matriks 2x2, maka secara teknis Kekuatan dan Kelemahan adalah faktor internal ( umumnya terjadi pula ), sedangkan Peluang dan Ancaman adalah faktor eksternal ( ini bisa lebih sulit, karena Anda akan mengabaikan ancaman dan peluang internal ). Metode matriks SWOT 2x2 'internal / eksternal' hanya mempertimbangkan ancaman dan peluang eksternal.

Sebagai panduan yang lebih umum, kami berikan template lembar kerja analisis SWOT gratis ( file doc ), dan (format pdf ) .

Analisis SWOT mengukur unit bisnis, proposisi atau ide, sedangkan analisis PEST mengukur pasar .

Analisis SWOT adalah penilaian subjektif data yang dilakukan oleh format SWOT menjadi urutan logis yang membantu pemahaman, presentasi, diskusi dan pengambilan keputusan.

Analisis SWOT dapat digunakan untuk segala macam pengambilan keputusan, dan template SWOT memungkinkan pemikiran proaktif, daripada hanya mengandalkan reaksi kebiasaan atau naluriah.

Template Analisis SWOT biasanya disajikan dalam bentuk yang terdiri dari empat bagian, satu untuk masing-masing judul SWOT : Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman. Template SWOT gratis di bawah berikut contoh pertanyaan dimana jawabannya dimasukkan ke dalam bagian yang relevan dari grid SWOT. Pertanyaan hanya sekedar contoh atau bahan diskusi, dan jelas dapat diubah tergantung pada subjek dari analisis SWOT. Perhatikan bahwa banyak poin pertanyaan SWOT juga berbicara untuk pos lain - Silakan gunakan mana yang paling membantu anda, dan tentukan sendiri dengan masalah yang dianalisis . Penting untuk secara jelas mengidentifikasi subjek analisis SWOT, karena analisis SWOT adalah perspektif dari satu hal, baik itu perusahaan, produk, proposisi, dan gagasan, metode, atau opsi, dll.

Analisis SWOT umumnya disajikan dalam sebuah matriks 2x2, yang ditunjukkan dan dijelaskan dalam Matriks Analisis SWOT.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Berikut beberapa artikel yang berkaitan dengan Analisis SWOT
  1. Sejarah Asal Usul Model Analisis SWOT
  2. Tujuh Temuan Kunci
  3. Metode dan Contoh Analisis SWOT
  4. Matriks Analisis SWOT - untuk Bisnis/Pemasaran
  5. Berbagai Aplikasi Analisa SWOT
  6. Template Analisis SWOT
  7. Contoh Analisis SWOT
  8. Perbedaan Antara Analisis SWOT dan Analisis PEST



brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan


7 Kunci Hasil Penelitian Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Temuan kunci ini tidak pernah dipublikasikan karena dinilai terlalu kontroversial. Inilah apa yang ditemukan dalam penelitian Analisis SWOT (baca Sejarah Asalu Usul Model Analisis SWOT) :

1 ) Sebuah bisnis dibagi menjadi dua bagian. Bisnis dasar dan Bisnis Pengembangan. Hal ini kembali ditemukan oleh Dr Peter Senge di MIT pada tahun 1998 dan diterbitkan dalam bukunya Disiplin Kelima. Jumlah Bisnis Pengembangan yang beroperasi sama atau lebih besar dari bisnis yang tercatat dalam buku itu dalam jangka waktu 5 sampai 7 tahun. Ini adalah kejutan besar dan mendesak kebutuhan untuk menemukan metode yang lebih baik untuk perencanaan dan mengelola perubahan .

2 ) Dr Hal Eyring mempublikasikan penemuannya pada 'Keadilan Distributif ' dan menunjukkan bahwa semua orang mengukur apa yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka dan membaginya dengan apa yang mereka berikan kepada pekerjaan tersebut dan rasio ini dibandingkan dengan yang lain. Jika tidak sama maka yang bersangkutan pertama-tama akan memandang kembali usahanya dan kedua memperlambat jika bertambahnya demand (permintaan) tidak dapat dipenuhi. ( Lihat Adams Ekuitas Teori dan Ekuitas Teori Diagram )

3 ) Dikenalkannya perencana perusahaan mengganggu rasa fair play di tingkat senior, sehingga membuat pekerjaan perencana perusahaan menjadi mustahil.

4 ) Kesenjangan antara apa yang bisa dilakukan oleh organisasi dan apa yang sebenarnya dilakukan adalah sekitar 35 % .

5 ) Para senior akan over- supervisi area bidang kerjanya sendiri. Keuangan - Keuangan, Teknik - Teknik dll

6 ) Ada 3 faktor yang memisahkan antara yang unggul dan yang biasa-biasa saja :

  • a . Perhatian terbuka untuk pembelian
  • b . Rencana Jangka pendek departemental yang tertulis, untuk perbaikan 
  • c . Pendidikan Lanjutan bagi Eksekutif Senior

7 ) Beberapa bentuk dokumentasi formal diperlukan untuk memperoleh persetujuan bagi pekerjaan pembangunan. Singkatnya kita tidak bisa memecahkan masalah dengan menghentikan perencanaan.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan

Sejarah Asal-Usul Model Analisis SWOT

brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan
Sejarah mengenai asal-usul dari analisis SWOT diberikan oleh Albert Humphrey S, salah satu pendiri dari apa yang kita ketahui hari ini sebagai analisis SWOT. Albert Humphrey meninggal pada tanggal 31 Oktober 2005. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang baik.

Analisis SWOT berasal dari penelitian yang dilakukan di Stanford Research Institute 1960-1970. Latar belakang SWOT berasal dari kebutuhan untuk mencari tahu mengapa suatu perencanaan bisnis bisa gagal . Penelitian ini didanai oleh Fortune 500 untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan tentang kegagalan ini. Tim Peneliti adalah Marion Dosher, Dr Otis Benepe, Albert Humphrey, Robert Stewart, dan Birger Lie.




Semua ini dimulai dengan adanya tren perencanaan perusahaan, yang tampaknya muncul pertama di Du Pont pada tahun 1949. Pada tahun 1960 setiap perusahaan yang masuk di Fortune 500 memiliki 'corporate manager' ( atau setara ) dan 'Asosiasi Perencana Perusahaan Jangka Panjang' yang merebak di Amerika Serikat dan Inggris .

Namun opini yang berkembang di semua perusahaan tersebut bahwa perencanaan perusahaan dalam bentuk perencanaan jangka panjang tidak berjalan, tidak menghasilkan, dan merupakan investasi yang mahal dalam kesia-siaan.

Pendapat luas mengatakan bahwa mengelola perubahan dan menetapkan tujuan realistis yang membawa keyakinan bagi mereka yang bertanggung jawab adalah sulit dan sering mengakibatkan kompromi yang dipertanyakan.




Faktanya tetap, meskipun para perencana jangka  perusahaan sudah yakin, tetap ada mata rantai yang hilang yakni bagaimana mendapatkan tim manajemen yang setuju dan berkomitmen untuk melaksanakan program-program aksi yang telah disusun.

Untuk mengatasikesenjangan itu, mulai tahun 1960, Robert F Stewart dari SRI di Menlo Park California memimpin sebuah tim peneliti untuk menemukan apa yang tidak beres dengan perencanaan perusahaan, dan kemudian untuk menemukan semacam solusi, atau untuk membuat sebuah sistem yang memungkinkan tim manajemen setuju dan berkomitmen pada pekerjaan pengembangan, yang sekarang kita sebut 'mengelola perubahan'.




Penelitian dilakukan dari 1960 sampai 1969. 1.100 perusahaan dan organisasi diwawancarai dan kuesioner dengan 250 butir dirancang dan diisi oleh lebih dari 5.000 eksekutif yang menjadi responden. Diperoleh Tujuh Temuan Kunci mengarah pada kesimpulan bahwa chief executive (pimpinan perusahaan) harus menjadi kepala perencana dan direksi fungsional di bawanya harus menjadi tim perencanaan. Dr Otis Benepe mendefinisikan 'Rantai Logika' yang menjadi inti dari sistem yang dirancang untuk memperbaiki kesenjangan untuk mendapatkan kesepakatan dan komitmen, yakni :

  1. Values (Nilai)
  2. Appraise 
  3. Motivasi
  4. Search (pencarian) 
  5. Select (memilih) 
  6. Program, 
  7. Act (Tindakan) 
  8. Monitor (Memantau), dan ulangi langkah 1 2 dan 3

Disadari bahwa mereka tidak bisa mengubah nilai-nilai tim  dan juga menetapkan tujuan bagi tim sehingga dimulai sebagai langkah pertama dengan mengajukan pertanyaan appraisal, misalnya, apa yang baik dan buruk tentang operasi. Untuk sistem dimulai dengan menanyakan apa yang baik dan buruk tentang masa sekarang dan masa depan. Apa yang baik pada saat ini yang memuaskan (Satisfactory), dan yang baik di masa depan sebagai Peluang (Opportunity), apa yang buruk di masa sekarang sebagai kesalahan (Fault) dan apa yang buruk di masa depan sebagai Ancaman (Theat). Ini disebut dengan analisis SOFT .




Ketika hal ini disampaikan kepada Urick dan Orr pada tahun 1964 pada Seminar di Perencanaan Jangka Panjang di Dolder Grand di Zurich Swiss mereka mengubah F ke W dan menyebutnya Analisis SWOT .

SWOT kemudian dipromosikan di Inggris oleh Urick dan Orr sebagai latihan bagi dan dari dirinya sendiri . Namun demikian tidak membawa manfaat. Apa yang diperlukan adalah pemilahan masalah ke dalam kategori perencanaan program :

  1. Produk ( apa yang kita jual ? )
  2. Proses ( bagaimana kita menjualnya ? )
  3. Pelanggan ( kepada siapa kita menjualnya ? )
  4. Distribusi ( bagaimana cara menjangkau mereka ? )
  5. Finansial ( berapa harganya, biayanya dan investasinya ? )
  6. Administrasi ( dan bagaimana kita mengelola semua ini? )



Langkah kedua kemudian menjadi 'apa yang harus dilakukan tim' tentang isu-isu di masing-masing kategori. Proses perencanaan kemudian dirancang melalui trial and error dan akhirnya menghasilkan 17 langkah proses yang dimulai dengan SOFT / SWOT dimana setiap masalah dicatat secara terpisah pada satu halaman yang disebut isue perencanaan.

Prototipe pertama diuji dan diterbitkan pada tahun 1966 berdasarkan hasil kerja yang dilakukan di ' Erie Teknologi Corp ' di Erie Pa. Pada tahun 1970 prototipe tersebut dibawa ke Inggris, di bawah sponsor dari WH Smith & Sons plc, dan diselesaikan pada tahun 1973. Program operasionalnya digunakan untuk menggabungkan CWS dengan JW French Ltd.

Proses ini telah digunakan dengan sukses sejak itu. Pada tahun 2004, sistem ini telah sepenuhnya dikembangkan, dan terbukti untuk mengatasi masalah masa ini yakni menetapkan dan menyetujui sasaran tahunan yang realistis tanpa tergantung pada konsultan luar atau sumber daya manusia (staf) yang mahal.


brought to you by Sumber Ilmu-Sumber Kearifan



Artikel Menarik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Recent Comments Widget